Riaukepri.com, BATAM — Pemerintah Kota Batam melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok. Setiap pekan, tim melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok pangan di pasar hingga ke gudang distributor.
Sekretaris Daerah Kota Batam sekaligus Ketua TPID, Jefridin, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini menjadi langkah strategis untuk memastikan stabilitas harga pangan di tengah fluktuasi pasar.
“Pemantauan dilakukan rutin tiap minggu. Di minggu ketiga Juli ini, kami turun langsung ke Pasar Toss 3000 dan juga mengecek stok ke distributor serta Bulog,” kata Jefridin, Senin (21/07/2025).
Berdasarkan pantauan, harga sejumlah bahan pokok masih stabil. Harga beras medium dan gula pasir curah terpantau normal. Namun beberapa komoditas seperti bawang merah, daging sapi beku, telur ayam ras, dan ikan kembung mengalami kenaikan harga. Daging sapi beku, misalnya, naik dari Rp105 ribu menjadi Rp110 ribu per kilogram.
Sementara itu, kabar baik datang dari harga cabe rawit hijau dan minyak goreng merek Minyak Kita yang justru mengalami penurunan.
“Stok bahan pokok pun masih aman. Beras medium di Gudang Bulog mencapai 3.670 ton, minyak goreng di Disperindag tersedia 1.515 ton, dan stok gula mencapai 219 ton,” jelasnya.
Untuk menjaga stabilitas harga, TPID terus menjalin koordinasi lintas sektor. Salah satu langkah konkret adalah operasi pasar murah serta sidak mendadak ke pasar saat harga terindikasi melonjak, termasuk koordinasi dengan daerah penghasil komoditas pangan.
“Setiap OPD terkait punya peran dalam pengendalian inflasi. Saat harga ikan naik, Disperindag langsung turun ke lapangan dan menjalin komunikasi dengan distributor,” tambah Jefridin.
Data terbaru mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) Kota Batam pada Juni 2025 sebesar 1,68 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,74. Kenaikan ini dipicu oleh naiknya delapan kelompok pengeluaran, termasuk makanan dan transportasi.
Melalui pemantauan ketat dan kebijakan responsif, Pemko Batam menegaskan komitmennya menjaga daya beli masyarakat dan kestabilan harga di tengah dinamika ekonomi. (RK6)
Editor : Dana Asmara







