Menu

Mode Gelap
Sambut Ramadhan 1447 H, PKK dan Kader Posyandu Isi Tausiyah dan Salurkan Paket Sembako Dua Pria Nekat Garap Hutan Lindung TWA Sungai Dumai Jadi Kebun Sawit Polsek Rangsang Bantu Korban Kebakaran Rumah Hanya Tiga Perusahaan Resmi Tambang Pasir di Bintan, Selain Itu Illegal Jemput Bola ke Pulau-Pulau, Imigrasi Selatpanjang Luncurkan Program Limau 1500 Paket Habis Terjual dalam Pasar Murah AMT di Meranti

Batam

Harga Pangan Naik-Turun, Pemko Batam Gencar Pantau Pasar Demi Kendalikan Inflasi

badge-check


					Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, M.Pd. sekaligus Ketua TPID Kota Batam menyampaikan monitoring . F: Ist Perbesar

Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, M.Pd. sekaligus Ketua TPID Kota Batam menyampaikan monitoring . F: Ist

Riaukepri.com, BATAM — Pemerintah Kota Batam melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok. Setiap pekan, tim melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok pangan di pasar hingga ke gudang distributor.

Sekretaris Daerah Kota Batam sekaligus Ketua TPID, Jefridin, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini menjadi langkah strategis untuk memastikan stabilitas harga pangan di tengah fluktuasi pasar.

“Pemantauan dilakukan rutin tiap minggu. Di minggu ketiga Juli ini, kami turun langsung ke Pasar Toss 3000 dan juga mengecek stok ke distributor serta Bulog,” kata Jefridin, Senin (21/07/2025).

Berdasarkan pantauan, harga sejumlah bahan pokok masih stabil. Harga beras medium dan gula pasir curah terpantau normal. Namun beberapa komoditas seperti bawang merah, daging sapi beku, telur ayam ras, dan ikan kembung mengalami kenaikan harga. Daging sapi beku, misalnya, naik dari Rp105 ribu menjadi Rp110 ribu per kilogram.

Sementara itu, kabar baik datang dari harga cabe rawit hijau dan minyak goreng merek Minyak Kita yang justru mengalami penurunan.

“Stok bahan pokok pun masih aman. Beras medium di Gudang Bulog mencapai 3.670 ton, minyak goreng di Disperindag tersedia 1.515 ton, dan stok gula mencapai 219 ton,” jelasnya.

Untuk menjaga stabilitas harga, TPID terus menjalin koordinasi lintas sektor. Salah satu langkah konkret adalah operasi pasar murah serta sidak mendadak ke pasar saat harga terindikasi melonjak, termasuk koordinasi dengan daerah penghasil komoditas pangan.

“Setiap OPD terkait punya peran dalam pengendalian inflasi. Saat harga ikan naik, Disperindag langsung turun ke lapangan dan menjalin komunikasi dengan distributor,” tambah Jefridin.

Data terbaru mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) Kota Batam pada Juni 2025 sebesar 1,68 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,74. Kenaikan ini dipicu oleh naiknya delapan kelompok pengeluaran, termasuk makanan dan transportasi.

Melalui pemantauan ketat dan kebijakan responsif, Pemko Batam menegaskan komitmennya menjaga daya beli masyarakat dan kestabilan harga di tengah dinamika ekonomi. (RK6)

 

Editor : Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ditlantas Polda Kepri Gelar Bakti Sosial Dukung Program Indonesia Asri 

12 Februari 2026 - 09:40 WIB

Polda Kepri Gelar Latpraops Liong Seligi–2026, Siap Amankan Perayaan Imlek dan Libur Nasional

11 Februari 2026 - 16:03 WIB

Sambut Ramadan 1447 H, Paguyuban Jawa Silaturahmi ke LAMR

11 Februari 2026 - 15:55 WIB

Dirlantas Polda Kepri Gelar Program Polantas Menyapa Bersama Komunitas Ojek Online di Batam

10 Februari 2026 - 11:00 WIB

Kebakaran Melanda Bukit Beruntung

9 Februari 2026 - 22:09 WIB

Trending di Batam