RiauKepri.com, PEKANBARU– Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengaku merasa malu mengundang para Duta Besar negara-negara ASEAN ke Indonesia akibat belum tertanganinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, khususnya di wilayah Rokan Hulu dan Rokan Hilir yang masih dilanda kebakaran besar.
Pernyataan itu disampaikan Hanif dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Gedung Daerah Provinsi Riau, Pekanbaru, Rabu (23/7/2025).
“Melihat karhutla di Rokan Hulu dan Rokan Hilir yang masih demikian besar, malu rasanya saya mengundang para Dubes ASEAN,” kata Hanif, yang hadir dalam kapasitas sebagai utusan khusus Presiden Prabowo Subianto untuk menangani krisis asap dan karhutla di Riau.
Rapat ASEAN Ditunda, Fokus Padamkan Api
Hanif mengungkapkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebenarnya telah menjadwalkan pertemuan dengan para duta besar ASEAN pada Kamis (24/7/2025), dalam kerangka kerja sama ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACC THPC), Indonesia menjadi negara tuan rumah dan sekretariatnya berada di bawah KLHK.
Namun, agenda itu terpaksa ditunda karena kondisi lapangan yang dinilai belum pantas untuk diperlihatkan.
“Saya minta izin untuk menggeser acara itu minggu depan, setelah Karhutla ini minimal dapat kita tekan,” ujarnya di hadapan unsur pemerintah daerah dan Forkopimda Riau.
Presiden Tugaskan Menteri Tangani Karhutla Riau
Penugasan langsung Menteri Lingkungan Hidup ini merupakan instruksi dari Presiden Prabowo Subianto menyusul memburuknya kondisi udara dan terus bertambahnya titik panas di Riau.
Hingga Rabu malam, Riau mencatat 207 hotspot, tertinggi di Sumatera, dengan Rokan Hilir dan Rokan Hulu sebagai penyumbang utama titik api.
Menteri Hanif juga menyampaikan bahwa upaya pemadaman akan terus dimaksimalkan, baik melalui operasi darat, water bombing tiga helikopter, maupun modifikasi cuaca. (RK5)
Editor: Dana Asmara







