Menu

Mode Gelap
Telan Anggaran Rp233,48 Juta, DPRD Meranti Tinjau Pembangunan Duiker Simpang Puskemas Zona Integritas Diresmikan, Imigrasi Selatpanjang Bidik WBK dan WBBM Kades Batu Berapit Apresiasi Wartawan Anambas, Berkah Terima Bantuan Sembako HPN 2026 Bupati Siak Afni: PT. BSP di Ambang Kebangkitan HPN 2026 di Jemaja Berlangsung Meriah, Bupati Aneng Apresiasi Peran Strategis Insan Pers Ribuan Warga Pulau Jemaja Padati Lapangan Bola Kelurahan Letung, Meriahkan Jalan Santai HPN 2026, Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama

Pekanbaru

BMKG Catat Hotspot Riau Masih Terbanyak di Sumatera

badge-check


					Koordinat Hotspot, Jumat, 25 Juli 2025 Perbesar

Koordinat Hotspot, Jumat, 25 Juli 2025

RiauKepri.com, PEKANBARU– Berdasarkan data pemantauan satelit per 25 Juli 2025, pukul 23.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Riau mencatat bahwa jumlah titik panas (hotspot)
Provinsi Riau terbanyak di Pulau Sumatera. Terdeteksi sebanyak 156 titik panas di wilayah Riau dari total 466 titik panas di seluruh Sumatera.

Forecaster On Duty BMKG Riau, Bella R. Adelia, merincikan bahwa sebaran hotspot di Riau paling banyak ditemukan di Kabupaten Rokan Hilir, sebanyak 68 titik, kemudian Rokan Hulu sebanyak 42 titik, dan Pelalawan terdapat 14 titik. Titik panas juga terpantau di sejumlah wilayah lainnya seperti Kampar, Bengkalis, Dumai, Siak, hingga Pekanbaru.

“Riau masih menjadi provinsi dengan titik panas terbanyak di Sumatera. Ini menunjukkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih tinggi, terutama di wilayah pesisir dan lahan gambut,” ujar Bella.

Sebagaimana diketahui, terkait Karhutla ini Gubernur Riau Abdul Wahid sudah menetapan bahwa Riau berstatus tanggap darurat. Karenanya, Ia menghimbau kepala daerah untuk mengedukasi warga masyarakatnya.

“Saya menghimbau kepala daerah, minta kepala desanya membuat siaga, masyarakat siaga karhutla di tingkat RT dan RW agar edukasi bahwa Karhutla bukan hanya karena pembakaran untuk buka lahan tapi bisa jadi karena aktivitas masyarakat. Masyarakat memancing di malam hari, menyalakan api unggun untuk penerangan lalu apinya lupa dipadamkan dan jadi sumber api,” ujar Gubri.

Gubri meminta masyarakat untuk hati-hati dan siap siaga dalam menangani karhutla. Hal kecil seperti membuang puntung rokok sembarangan pun bisa menjadi sumber api penyebab kebakaran.

“Peran RT RW penting, pantau aktivitas masyarakat yang setiap hari berkebun, memancing, ke ladang, harus ada pengentahuan mereka untuk kesiapsiagaan terhadap karhutla,” ujar.

Sementara itu, prakiraan cuaca pada hari ini menunjukkan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di berbagai wilayah Riau, baik pada pagi, siang, maupun malam hari. Namun demikian, BMKG tetap mengeluarkan peringatan dini akan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah daerah seperti Bengkalis, Rokan Hilir, Dumai, Indragiri Hilir, dan Kepulauan Meranti.

Kondisi suhu udara di Riau berkisar antara 23.0 – 35.0 °C, dengan kelembapan relatif tinggi di angka 55 – 99% dan angin bertiup dari arah timur ke barat daya dengan kecepatan 10 – 30 km/jam. Gelombang laut di perairan Riau diprakirakan rendah, antara 0.5 – 1.25 meter.

BMKG mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk tetap waspada dan proaktif dalam pencegahan karhutla, terutama di tengah musim kemarau yang masih berlangsung. (RK1)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harimau Sumatera Masuk Permukiman Warga Siak, Ternak Ayam dan Kucing Jadi Mangsa

9 Februari 2026 - 18:56 WIB

Bentrok Berdarah di Rohul, Satu Tewas, Polisi Amankan 12 Orang

9 Februari 2026 - 13:47 WIB

Kenduri Wartawan

8 Februari 2026 - 11:13 WIB

LAMR Kecam Perburuan Gajah di Pelalawan, Serukan Warisi Alam untuk Anak Cucu

7 Februari 2026 - 07:53 WIB

Gading

7 Februari 2026 - 06:20 WIB

Trending di Minda