Menu

Otomatis
Breaking News

Riau

Karhutla di Riau, 4 Perusahaan Disegel, 1 Pabrik Sawit Ditutup, 56 Tesangka

badge-check

Perusahaan dan pabrik sawit yang disegel oleh KLH dan BPLH. F: Ist Perbesar

Perusahaan dan pabrik sawit yang disegel oleh KLH dan BPLH. F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU- Terkait Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau, empat perusahaan disegel dan satu pabrik sawit ditutup oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan BPLH. Di sisi lain Polda Riau sudah menetapkan 56 tersangka dalam kasus serupa.

Menurut data media centre riau, empat perusahaan perkebunan yang disegel Kementerian Lingkungan Hidup dan BPLH adalah: PT Adei Crumb Rubber, PT Multi Gambut Industri, PT Tunggal Mitra Plantation, dan PT Sumatera Riang Lestari. Sementara itu, PT Jatim Jaya Perkasa dihentikan operasinya karena emisi cerobong pabrik menyebabkan pencemaran udara di Rokan Hilir.

Tindakan itu diambil berdasarkan hasil pengawasan dari Januari hingga Juli 2025, Tim Deputi Gakkum KLH/BPLH mendeteksi sejumlah titik panas (hotspot) di area konsesi enam perusahaan, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyegelan dan penghentian operasional.

Deputi Penegakan Hukum KLH/BPLH, Irjen Pol. Rizal Irawan, menegaskan bahwa mitigasi karhutla adalah kewajiban perusahaan dan akan ditindak tegas jika lalai. Sanksi administratif telah dijatuhkan, dan proses hukum lanjutan sedang berjalan.

KLH/BPLH juga mengimbau pelaku usaha memperkuat upaya pencegahan karhutla menjelang puncak kemarau.

Sementara itu, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Rokan Hulu, Jumat (25/7/2025), cakaplah.com melaporkan, bahwa Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan menyebutkan terhitung Januari hingga Juli ini Polda Riau telah menetapkan 56 tersangka. Di bulan Juli ini, sudah ada 26 kasus Karhutla yang ditangani dengan total 36 orang tersangka. “Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang membakar lahan. Penegakan hukum kami lakukan secara adil,” ujar Irjen Herry.

Jenderal bintang dua itu menyampaikan hingga saat ini belum ada perusahaan yang terlibat dalam kasus karhutla di wilayah Riau. Ke depan, Polda Riau juga akan melakukan pemetaan terhadap wilayah terjadi kebakaran lahan, sehingga lahan tersebut tidak lagi ditanami sawit melainkan dihutan kembali.

“Belum ada korporasi yang tersangkut, tetapi kemungkinan dimajukan petani-petani yang tidak tahu apa-apa, dan satu dua tahun kemudian baru perusahaan yang mengelola. Jika ke depan ditemukan bukti keterlibatan, kami tidak akan ragu menindak,” ujarnya. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pekan Ketiga Bulan Ini Jembatan Siak I dan III Bergantian Ditutup, Ini Jalur Alternatifnya

14 Sep 2026 - 12:06 WIB

Pekan Ketiga Bulan Ini Jembatan Siak I dan III Bergantian Ditutup, Ini Jalur Alternatifnya

Hotspot Riau Rendah, Pekanbaru Masih Tercekik Jerebu

14 Sep 2026 - 08:22 WIB

Hotspot Riau Rendah, Pekanbaru Masih Tercekik Jerebu

Pulang KPPD Lemhannas Langsung ke Lokasi Karhutla, Bupati Afni: Jaga Siak Zero Firespot!

13 Sep 2026 - 10:21 WIB

Pulang KPPD Lemhannas Langsung ke Lokasi Karhutla, Bupati Afni: Jaga Siak Zero Firespot!

Belum Ekpose Jadi Ketua DPD Nasdem Siak, Afni: Kita Urus Dulu Karhutla

13 Sep 2026 - 08:17 WIB

Belum Ekpose Jadi Ketua DPD Nasdem Siak, Afni: Kita Urus Dulu Karhutla

Awas Penyangak!

12 Sep 2026 - 08:49 WIB

Awas Penyangak!
Trending di Minda