RiauKepri.com, BATAM — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam kembali turun ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing dalam rangka masa reses yang berlangsung mulai 29 Juli hingga 4 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi momen strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan kebutuhan warga dengan rencana kebijakan anggaran daerah tahun 2026.
Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, menegaskan bahwa masa reses bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi instrumen penting bagi anggota dewan untuk menjalankan fungsi representatifnya.
“Melalui reses, kami menjaring langsung aspirasi masyarakat di lapangan. Ini menjadi landasan penting dalam menentukan arah kebijakan, terutama yang berkaitan dengan perencanaan APBD 2026,” ujarnya, Selasa (29/7/2025).
Kamaluddin menyebut, pelaksanaan reses kali ini memiliki bobot yang lebih penting karena beririsan dengan tahap awal penyusunan program dan kegiatan prioritas daerah. Ia berharap aspirasi warga yang dihimpun selama reses mampu menjembatani kebutuhan riil masyarakat dengan alokasi anggaran pemerintah.
“Partisipasi masyarakat dalam menyampaikan usulan sangat kami harapkan, karena semua itu akan menjadi bahan pertimbangan kami dalam pembahasan anggaran bersama eksekutif,” tambahnya.
Beragam kegiatan telah dijadwalkan oleh para legislator selama masa reses, seperti dialog terbuka dengan warga, forum kelompok diskusi, hingga kunjungan lapangan ke titik-titik yang membutuhkan penanganan segera dari pemerintah.
Dengan adanya reses, DPRD Batam berharap mampu memperkuat komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat, serta memastikan bahwa perencanaan pembangunan tahun depan benar-benar berpihak pada kebutuhan publik. (RK6)
Editor: Dana Asmara







