Menu

Mode Gelap
Gedung Baru Polsek Rangsang Barat Diresmikan, Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat Terasi Ketapang Permai Dongkrak Perekonomian Masyarakat Pesisir Pagar Camp Rusak, Bocah Tewas Diterkam Harimau Sumatera di Pelalawan Satresnarkoba Polres Bengkalis Bongkar Jaringan Narkoba, Sita 8 Paket Besar Sabu dan Ekstasi Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 10 Juli 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Tanjungpinang, Batam hingga Natuna Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Di Resmikan Polres Meranti Bukti Nyata Bakti Polri Untuk Masyarakat

Tanjungpinang

Tanjungpinang Buka Akses Pendidikan Gratis Berbasis Asrama bagi Anak dari Keluarga Miskin

badge-check

Zulhidayat, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Perbesar

Zulhidayat, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang

RiauKepri.com, BATAM – Sebagai langkah konkret memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, Kota Tanjungpinang ditunjuk sebagai salah satu dari 13 daerah di Indonesia yang menjadi lokasi pelaksanaan Rintisan Sekolah Rakyat (SR) tahap pertama untuk tahun ajaran 2025/2026.

Program ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan menyediakan pendidikan gratis berbasis boarding school. Seluruh biaya sekolah hingga kebutuhan hidup ditanggung negara, memberi peluang emas bagi 100 anak dari keluarga miskin di Tanjungpinang.

“Ini bagian dari strategi nasional untuk menekan angka kemiskinan struktural melalui pendidikan yang menyeluruh dan inklusif,” ujar Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, Kamis (31/7/2025).

Pendaftaran program SR telah dibuka dan akan berlangsung hingga 4 Agustus 2025. Tanjungpinang mendapat kuota 50 siswa jenjang SD, 25 siswa SMP, dan 25 siswa SMA. Syarat utamanya, peserta didik harus berasal dari keluarga yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), atau mengantongi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan.

Sebagai tahap awal, proses belajar mengajar akan dilakukan di gedung eks SMPN 15 sambil menunggu pembangunan fasilitas utama di kawasan Madong, Kampung Bugis. Seluruh peserta akan menjalani sistem asrama untuk menanamkan kedisiplinan, kemandirian, dan pembentukan karakter.

Zulhidayat menjelaskan bahwa berdasarkan DTSEN, terdapat 9.308 anak usia sekolah di Tanjungpinang yang berada dalam desil 1 dan 2 ekonomi. Dari hasil penjaringan awal oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di 18 kelurahan, telah terdata 21 calon peserta, terdiri dari 15 siswa SD, 5 SMP, dan 1 SMA.

Dinas Sosial Kota Tanjungpinang juga telah menginstruksikan seluruh kelurahan agar aktif melakukan penjaringan dan pendampingan calon peserta. Proses seleksi mencakup verifikasi lapangan, wawancara, dan home visit oleh tim gabungan.

“Verifikasi data dilakukan berlapis agar program ini benar-benar menjangkau keluarga yang paling membutuhkan,” tegas Zulhidayat.

Sekolah Rakyat merupakan turunan dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan. Dengan kolaborasi lintas kementerian dan daerah, program ini diharapkan melahirkan generasi muda yang memiliki daya saing tinggi, sekaligus mengangkat derajat keluarga mereka dari kemiskinan melalui pendidikan. (RK9)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 10 Juli 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Tanjungpinang, Batam hingga Natuna

10 Juli 2026 - 00:01 WIB

Buktikan Pembinaan Berbuah Prestasi, Pelti Tanjungpinang Lampaui Target di Popda Kepri

9 Juli 2026 - 20:15 WIB

Kadin Kepri Himpun Asosiasi Pariwisata, Soroti Travel Ilegal hingga Mahalnya Tiket Feri Internasional

9 Juli 2026 - 13:18 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Kamis, 9 Juli 2026: Tanjungpinang hingga Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

9 Juli 2026 - 00:01 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Selasa, 7 Juli 2026: Batam hingga Natuna Berpotensi Cerah Berawan, Hujan Lokal Masih Mengintai

7 Juli 2026 - 00:01 WIB

Trending di Kepulauan Riau