Menu

Mode Gelap
Keluarga Almarhum Turnip Laporkan Dugaan Perusakan Pagar di Km 15 ke Polisi ‎Bandara Letung Buka Pendaftaran Padat Karya 2026, Warga Ulu Maras Dapat Kesempatan Kerja DPRD Batam Gelar Rapat Paripurna, Sepakat Tunda Pengesahan Ranperda LAM hingga Mei Amuk Panipahan, Alamr Siapa yang Terlambat 30 Tahun Otonomi Daerah Satgas Anti-Narkoba Riau Dibentuk, Harapan Baru Lindungi Generasi Muda

Nasional

Anggota TNI dan Polri Gugur Dalam Karhutla di Rohil

badge-check


					Pratu Wahyudi dan Ipda Donald. Perbesar

Pratu Wahyudi dan Ipda Donald.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Titik panas di Riau masih terpantau terbanyak di Pulau Sumatera, dan kabar duka sudah lebih dulu menyelimuti tanah Melayu ini. Di balik kobaran api yang membakar lahan gambut, dua nama kini terpatri dalam ingatan, Pratu Wahyudi dan Ipda Donald Junus Halomoan.
Mereka berdua personil TNI dan Polri yang tak lagi kembali dari tugas, memadamkan api, menyelamatkan hutan, dan menjaga hidup.

Pratu Wahyudi
Syahdan. Delapan tahun silam, Agustus 2016, Pratu Wahyudi berjalan di barisan paling belakang. Ia dan lima rekannya baru saja menuntaskan tugas harian sebagai bagian dari Satgas Karhutla. Jalur mereka hanya beberapa meter dari api yang menjalar, namun tenang, karena mereka sudah terbiasa.

Tapi sore itu berbeda. Wahyudi hilang begitu saja di tengah perjalanan kembali ke barak di Desa Labuhan Tangga Besar, Rokan Hilir. Tak ada jawaban saat dipanggil, tak ada jejak yang bisa ditelusuri.

Pencarian dilakukan siang dan malam. TNI, Polri, Basarnas, dan warga setempat menyusuri setiap jengkal hutan terbakar. Doa dipanjatkan, harapan digantungkan. Lima hari kemudian, jasad Wahyudi ditemukan telungkup, terbakar, hanya 250 meter dari titik ia menghilang. Tubuhnya 80 persen hangus, tapi wajahnya masih bisa dikenali. Ia tak sempat pulang. Namun, ia pulang sebagai pahlawan.

Ipda Donald Junus Halomoan
Delapan tahun berselang, di lokasi yang tak jauh dari peristiwa Wahyudi, cerita duka kembali mengemuka. Kali ini datang dari Ipda Donald Junus Halomoan (49), perwira pertama Brimob Polda Riau. Sudah tiga pekan ia berada di garis depan operasi Karhutla di Simpang Kanan, Rokan Hilir.

Setiap hari, bersama tim gabungan, ia menembus semak dan asap. Tanpa lelah, tanpa banyak kata. Pada 4 Agustus 2025, Donald memimpin apel konsolidasi usai pemadaman, lalu kembali ke mess sederhana di aula Kantor Camat Simpang Kanan.

Malamnya, ia sempat makan malam bersama rekan-rekan. Namun keesokan pagi, ia tak bangun lagi. Ditemukan dalam diam, tubuhnya telah dingin. Pemeriksaan medis memastikan ia wafat pukul 08.00 WIB.

Ipda Donald tak terbakar seperti Wahyudi, tapi tubuhnya juga lelah oleh medan, udara kotor, dan beban pengabdian yang diam-diam menggerogoti.

Dua Nama, Satu Pengabdian

Keduanya mungkin tak pernah saling mengenal. Tapi keduanya bertemu dalam satu titik, pengabdian tanpa pamrih pada tugas negara, di tengah bencana yang berulang saban tahun.

Pratu Wahyudi dan Ipda Donald menjadi wajah nyata dari risiko yang dihadapi mereka yang bekerja di garis api. Tak sekadar angka dalam laporan Karhutla, mereka adalah anak bangsa yang gugur bukan dalam pertempuran, tapi dalam misi kemanusiaan.

Jenazah mereka dipulangkan dengan penghormatan. Upacara kedinasan digelar. Doa-doa kembali dilangitkan. Namun pertanyaannya tetap menggantung sampai kapan kabar duka dari medan Karhutla menjadi cerita tahunan.

Sementara itu, nama mereka abadi dalam senyap hutan yang perlahan terbakar, dan dalam setiap tetes peluh yang jatuh ke tanah gambut. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kopiah Sultan

25 April 2026 - 10:28 WIB

Akrobat Narasi di Zaman Kini

25 April 2026 - 07:59 WIB

Bupati H. Asmar Ikuti Rakornas Kementan RI, Bahas Strategi Hadapi Musim Kering Jaga Ketahanan Pangan Nasional

24 April 2026 - 11:18 WIB

Ketua Karang Taruna Kota Batam Kunjungi Pengurus Nasional Karang Taruna di Sekretariat PNKT

23 April 2026 - 20:01 WIB

DPP PKB Uji Langsung Kandidat Ketua DPC Pelalawan, Tiga Nama Lolos Tahap Penentu

23 April 2026 - 16:31 WIB

Trending di Pelalawan