RiauKepri.com, BATAM – Kota Batam terus menanggalkan label lama sebagai kota industri dan persinggahan. Kini, Batam bangkit menjadi salah satu poros pertumbuhan baru di Asia Tenggara yang menggabungkan wajah modern, geliat investasi, dan destinasi wisata internasional.
Tidak berlebihan jika kemudian Batam menjadi bahan perbincangan hangat, baik di level nasional maupun internasional. Di balik pertumbuhan ekonominya yang impresif, kota ini menyimpan kisah transformasi hebat yang didorong oleh visi besar dan kerja nyata.
Empat tahun terakhir menjadi periode penting yang menunjukkan arah baru Batam. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan mengungkapkan, sejak 2022 hingga 2025 jumlah wisatawan mancanegara ke Batam terus melonjak drastis.
“Di tahun 2022 tercatat ada 565.936 wisatawan mancanegara. Angkanya melonjak jadi 1.192.931 di 2023 dan kembali naik menjadi 1.326.831 di 2024. Sementara di 2025 ini, sampai Juni saja sudah ada 738.186 kunjungan,” jelas Rudi, Rabu (6/8/2025).
Singapura dan Malaysia masih mendominasi kunjungan wisatawan ke Batam, namun angka signifikan juga datang dari China, India, Filipina, Myanmar, bahkan Amerika Serikat dan Jepang.
Lonjakan ini tidak terjadi begitu saja. Ini buah dari program prioritas yang dijalankan Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Keduanya menggagas Batam sebagai kota madani yang inovatif, berkelanjutan, dan berbudaya, sekaligus pusat investasi dan wisata kelas dunia.
Salah satu strategi penting adalah penguatan sektor MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions)—sebuah pendekatan wisata berbasis event internasional yang selama ini menjadi kekuatan kota-kota besar dunia. Batam menangkap peluang itu.
“Banyak pelaku usaha dan penyelenggara event kini melihat Batam sebagai lokasi ideal karena infrastruktur yang lengkap, akses internasional yang mudah, serta dukungan pemerintah yang progresif,” ujar Rudi lagi.
Tak hanya pariwisata, sektor investasi juga mengalami efek domino dari pembangunan tersebut. Proyek-proyek besar seperti pengembangan pelabuhan, perluasan bandara, hingga kawasan industri hijau menjadi magnet tersendiri bagi investor.
Kini, Batam bukan hanya pintu gerbang Indonesia dari Singapura. Ia telah menjelma menjadi kota tujuan yang siap bersaing dengan kota-kota besar Asia lainnya, menyatukan daya tarik wisata, kekuatan ekonomi, dan kemajuan teknologi.
Batam tidak lagi sekadar kota persinggahan. Ia adalah tujuan. Sebuah kota masa depan yang sedang dibangun hari ini. (RK9)
Editor: Dana Asmara







