RiauKepri.com, PEKANBARU– Titik panas (hotspot) di Riau tenggelam timbul, sehari sebelumnya nihil hari ini, Kamis (7/8/2025), kembali terdeteksi 25 hotspot yang tersebar di beberapa wilayah Riau. Hal ini menandakan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kering.
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Anggun R, menyebutkan bahwa meskipun sejumlah wilayah diprakirakan akan diguyur hujan ringan, kondisi udara tetap perlu diwaspadai, terutama pada malam dan dini hari.
“Total 25 hotspot terpantau di Riau, dengan sebaran terbanyak di Kabupaten Kampar sebanyak 8 titik, disusul Rokan Hilir 7 titik,” ujar Anggun dalam keterangan resmi, Kamis malam.
Rincian sebaran hotspot lainnya yaitu:
Rokan Hulu: 1 titik
Kota Dumai: 2 titik
Siak: 3 titik
Pelalawan: 2 titik
Indragiri Hilir: 2 titik
Kondisi cuaca di Riau pada Kamis diprakirakan berawan hingga hujan ringan, yang bersifat lokal di sejumlah wilayah. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kampar, Rokan Hulu, dan Bengkalis, khususnya pada sore hingga dini hari.
Anggun menambahkan, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang bisa disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah yang rawan karhutla dan memiliki vegetasi kering.
“Kami juga mengingatkan agar tidak melakukan pembakaran lahan karena kondisi udara cenderung kabur pada dini hari. Kelembapan udara cukup tinggi, namun angin yang berembus dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan 10–30 km/jam dapat mempercepat penyebaran api,” jelas Anggun.
Suhu udara di Riau berada pada kisaran 23.0 hingga 34.0°C, dengan kelembapan udara antara 55 hingga 98 persen. Kondisi ini, menurut BMKG, masih cukup berisiko untuk memicu titik panas baru bila tidak ada pengendalian aktivitas pembakaran terbuka.
Sementara itu, prakiraan gelombang laut di wilayah perairan Riau masih berada pada kategori rendah, yakni antara 0.5 – 1.25 meter. (RK1)







