Menu

Mode Gelap
MTI Kepri: DPRD dan Dishub Sebaiknya Beri Pemahaman, Bukan Harapan Palsu kepada Driver Online Prakiraan Cuaca Kepri Rabu, 11 Februari 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Telan Anggaran Rp233,48 Juta, DPRD Meranti Tinjau Pembangunan Duiker Simpang Puskemas Zona Integritas Diresmikan, Imigrasi Selatpanjang Bidik WBK dan WBBM Kades Batu Berapit Apresiasi Wartawan Anambas, Berkah Terima Bantuan Sembako HPN 2026 Bupati Siak Afni: PT. BSP di Ambang Kebangkitan

Anambas

Indra Gunawan Mendukung Penuh Kufpec Beroperasi di Pulau Jemaja

badge-check


					Indra Gunawan menjabat sebagai Ketua PSI Kabupaten Kepulauan Anambas Dukung atas akan pengembangan perusahaan yang  bergerak di bidang migas di Kabupaten Kepulauan Anambas khususnya di pulau Jemaja. F: Ist Perbesar

Indra Gunawan menjabat sebagai Ketua PSI Kabupaten Kepulauan Anambas Dukung atas akan pengembangan perusahaan yang bergerak di bidang migas di Kabupaten Kepulauan Anambas khususnya di pulau Jemaja. F: Ist

RiauKepri.com, ANAMBAS -Indra Gunawan yang lahir di tanah Jemaja dan juga menjabat sebagai Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kepulauan Anambas mendukung dan mendorong atas akan adanya pengembangan suatu perusahaan yang bergerak di bidang migas di Kabupaten Kepulauan Anambas khususnya di pulau Jemaja.

“Tentu saya juga asal anak pribumi Jemaja sangat mendukung adanya investasi perusahaan migas di kampung saya. Dukungan yang dapat saya berikan masih sebatas moril sebagai anak pribumi,” kata Indra Gunawan sebagai anak asli Jemaja dan juga menjabat sebagai Ketua PSI Anambas, Ahad (10/8/2025).

Tentu hal ini tidak terlepas dari peran serta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas yang dinilai serius untuk merangkul para investor dalam rancangan investasi di Kabupaten Kepulauan Anambas. Oleh karena dirinya juga mendukung pemerintah Daerah Kabupaten Anambas dalam program membangun pulau Jemaja dengan menggandeng para investor untuk berinvestasi di sana.

“Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas jangan pernah kuatir untuk menjalankan program kesejahteraan masyarakat khususnya mengandeng para investor ke pulau Jemaja. Saya pastikan masyarakat pulau Jemaja sangat terbuka “Welcome” kepada para investor yang bersifat membangun demi peningkatan ekonomi dengan metode menjaga alam berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan estetika adat dan budaya setempat,” tutur dia.

Dikutip dari tulisan yang di muat dalam laman website “Dunia Energi. com” menuliskan tentang Pemda Kabupaten Kepulauan Anambas dan perusahaan migas yakni khusus Kufpec dijelaskan sebagai berikut, Pengembangan blok Anambas di wilayah Natuna berlanjut setelah pemerintah memberikan lampu hijau alias persetujuan rencana pengembangan atau Plan of Development (POD-1) blok Anambas kepada operatornya yakni Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC).

Kufpec temukan cadangan migas di sumur Anambas 2X pada tahun 2022 atau tiga tahun setelah resmi menjadi pengelola blok Anambas pada tahun 2019. Total cadangan migas yang siap diproduksikan berdasarkan POD-1 untuk gas sebesar 185 miliar kaki kubik (Billion Cubic Feet/BCF) dan minyak atau kondensat sebesar 7 juta barel.

Estimasi perkiraan produksi nantinya untuk gas sebesar 55 juta kaki kubik per hari (MMcfd) dan kondensat sebesar 2 ribu barel per hari (bph).

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), mengungkapkan pengembangan blok Anambas menjadi bukti bahwa investasi di Indonesia tidak hanya jargon, tapi ada bukti nyata, termasuk di sektor hulu migas.

“Investasi hulu migas sangat menarik sampai sekarang baik bagi perusahaan dalam negeri bahkan Internasional. KUFPEC perusahaan besar di timur tengah,” kata Djoko dalam konferensi pers POD blok Anambas, Kamis (15/5).

Blok Anambas dikelola oleh KUFPEC setelah memenangkan Lelang Reguler Tahap I periode Februari-April 2019. Adapun hak partisipasi (participating interest/PI) Blok Anambas sepenuhnya dipegang perusahaan. Kufpec resmi mengelola Blok Anambas selama 30 tahun dengan kontrak bagi hasil gross split.

Dalam kontrak yang disepakati, kontraktor menyiapkan komitmen pasti untuk 3 tahun pertama senilai US$35,2 juta. Komitmen tersebut untuk melakukan studi geologi dan geofisika (G&G), studi 3D seluar 600 kilometer (km) persegi, dan investasi 1 sumur eksplorasi. Adapun bonus tanda tangan yang telah disetor kontraktor senilai US$2,5 juta.

Djoko menuturkan pemerintah telah memberikan insentif tambahan sekitar 15% yang membuat proyek ini masuk secara keekonomian. “Untuk gas bagian pemerintah 15,5% dan bagian kontraktor 84,5%. Sementara minyak bagian pemerintah 20,5% dan 79,5%,” jelas Djoko.

Sara Al-Baker, Country Manager KUFPEC Indonesia (Anambas) B.V. menyatakan target rampungnya Final Investment Decision (FID) pada awal tahun 2026. “Untuk first production ditargetkan tahun 2028,” kata Sara. (red/DE.com)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kades Batu Berapit Apresiasi Wartawan Anambas, Berkah Terima Bantuan Sembako HPN 2026

10 Februari 2026 - 14:46 WIB

HPN 2026 di Jemaja Berlangsung Meriah, Bupati Aneng Apresiasi Peran Strategis Insan Pers

10 Februari 2026 - 13:15 WIB

Ribuan Warga Pulau Jemaja Padati Lapangan Bola Kelurahan Letung, Meriahkan Jalan Santai HPN 2026, Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama

10 Februari 2026 - 13:10 WIB

Dukung HPN 2026, BSI dan BSI Maslahat Salurkan 50 Paket Sembako di Pulau Jemaja

10 Februari 2026 - 13:04 WIB

Puskesmas Letung Dukung Penuh HPN 2026, Layani Kesehatan Gratis untuk Masyarakat

9 Februari 2026 - 13:06 WIB

Trending di Anambas