RiauKepri.com, BINTAN – Program Gerakan Pangan Murah yang digelar serentak di 475 titik seluruh Indonesia pada Kamis (14/8) membawa pesan penting bagi wilayah-wilayah kepulauan. Di Kepulauan Riau, kegiatan ini menjadi bukti bahwa stabilitas harga pangan tak hanya urusan daratan besar, tetapi juga kebutuhan mendesak bagi pulau-pulau terluar.
Dipusatkan di Bulog Kanwil Banten dan diikuti secara daring oleh jajaran kepolisian daerah, pelaksanaan di Bintan menarik perhatian khusus Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H. Ia menegaskan bahwa akses pangan terjangkau bagi masyarakat pulau adalah salah satu kunci menjaga kesejahteraan dan kestabilan ekonomi daerah.
“Karakter geografis kita berbeda. Distribusi ke pulau-pulau sering terkendala cuaca dan biaya logistik. Karena itu, gerakan seperti ini harus terus berjalan,” ujar Kapolda.
Bupati Bintan Roby Kurniawan turut menekankan bahwa meski Bintan kaya sumber daya di sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata, tantangan inflasi pangan tetap nyata. Menurutnya, harga bahan pokok kerap melonjak akibat faktor cuaca, gangguan distribusi, hingga dinamika global.
“Gerakan Pangan Murah ini adalah intervensi langsung yang memberikan dampak nyata. Masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, dan kita sekaligus membangun kesadaran bahwa menjaga harga stabil adalah tanggung jawab bersama,” kata Roby.
Program ini tak hanya sekadar transaksi jual-beli, melainkan simbol kehadiran negara di tengah masyarakat. Pemkab Bintan berkomitmen memperluas jangkauan program hingga ke desa-desa dan pulau terluar, serta melibatkan UMKM agar manfaatnya lebih merata.
Dengan tiga manfaat utama—mengurangi beban pengeluaran warga, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan membangun kolaborasi lintas sektor—Gerakan Pangan Murah diharapkan menjadi agenda rutin yang terus menguatkan masyarakat Kepulauan Riau di tengah tantangan ekonomi. (RK9)







