Menu

Mode Gelap
Ustadz Darmawansyah Putra : Hablum Minannas Harus Dibangun Sejak Usia Dini Program SEHATI 2026 Bantu UMKM Kepri Urus Sertifikasi Halal, Pedagang Kuliner Tanjungpinang Rasakan Manfaatnya Polisi Ungkap Sindikat Curanmor Batam, Motor Korban Mulai Dikembalikan ke Pemilik Dentuman Meriam Buluh Meriahkan Ramadan di Siak, Puluhan Peserta Ramaikan Lomba 18 KUB Desa Gemuruh Dapat Bantuan Sembako Dari PT Timbak TBK Jelang Lebaran Idul Fitri 1447 H, Lurah Bersama RT RW Pasang Lampu Elektrik dan Pelite di Sepanjang Jalan

Tanjungpinang

Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2025 Kembali Digelar di Tanjungpinang

badge-check


					Logo FSIGB 2025 Perbesar

Logo FSIGB 2025

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB) 2025 akan kembali digelar di Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, pada 28–31 Oktober mendatang.

Mengusung tema “Memperkukuh dan Memperkasa Ukhuwah Asy-Syuara” atau persaudaraan para penyair, ajang sastra bergengsi ini memasuki pelaksanaan yang kedelapan.

Penanggung jawab FSIGB 2025, Datuk Seri Rida K Liamsi, menyebutkan festival akan menghadirkan sekitar 125 penyair dari berbagai provinsi di Indonesia serta negara serumpun Melayu, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand.

“Insya Allah kegiatan ini akan menjadi ruang silaturahmi dan pertukaran gagasan para penyair lintas negara,” ujar Rida.

FSIGB ditaja bersama Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Kebudayaan, didukung Perhimpunan Penulis Kepri (PPK) dan Yayasan Jembia Emas. Acara dipusatkan di Gedung Seri Inderasakti, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri.

Rangkaian kegiatan meliputi seminar sastra bertajuk “Karya Pengarang Kepri dan Pengaruhnya terhadap Perkembangan Kesusastraan di Rantau Melayu”. Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Dr Mukjizah (Jakarta), Maman S Mahayana (Jakarta), Prof Hasanuddin WS (Sumbar), Datuk Seri Taufik Ikram Jamil (Riau), Dr Haryatie Abd Rahman (Malaysia), Dr Azhar Ibrahim (Singapura), dan Prof Abdul Malik (Kepri).

Selain itu, festival juga menampilkan pembacaan puisi bersama peserta, penerbitan antologi puisi Jazirah 25, serta pameran karya sastra Kepri dari masa kerajaan Riau-Lingga hingga era modern. Koleksi yang ditampilkan antara lain karya Bilal Abu, Raja Ali Haji, Sutardji Calzoum Bachri, Hasan Aspahani, hingga penulis muda seperti Riawani Elita dan Natasha Anhar.

“Spesialnya, FSIGB tahun ini disejalankan dengan peringatan Hari Jadi Provinsi Kepri dan Bulan Bahasa,” kata Rida.

Ia menambahkan, format festival tahun ini berbeda dibanding sebelumnya. Beberapa agenda tidak lagi disertakan, seperti peluncuran 100 buku puisi bersama maupun ziarah budaya.

“Meski ada penyesuaian, semangat untuk terus menggeliatkan dunia sastra di Kepri dan kawasan Melayu tetap menjadi roh FSIGB,” tegasnya. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program SEHATI 2026 Bantu UMKM Kepri Urus Sertifikasi Halal, Pedagang Kuliner Tanjungpinang Rasakan Manfaatnya

15 Maret 2026 - 14:03 WIB

Gelar Buka Puasa Bersama Pengurus PPAD Kepri Bersama Panti Asuhan AL Ibris dan Serahkan Bantuan Sembako

13 Maret 2026 - 21:14 WIB

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Ansar-Nyanyang, Perkuat Sinergi Pusat & Daerah, Perkokoh Fondasi Kepri Maju, Makmur dan Merata

13 Maret 2026 - 19:36 WIB

Manager Lava Cheese Akui Angka Pembulatan Sudah Terprogram di Sistem

11 Maret 2026 - 17:07 WIB

BPSK Tanjungpinang Tegaskan Pembulatan Sepihak Langgar Aturan

11 Maret 2026 - 13:16 WIB

Trending di Tanjungpinang