Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Rabu, 11 Februari 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Telan Anggaran Rp233,48 Juta, DPRD Meranti Tinjau Pembangunan Duiker Simpang Puskemas Zona Integritas Diresmikan, Imigrasi Selatpanjang Bidik WBK dan WBBM Kades Batu Berapit Apresiasi Wartawan Anambas, Berkah Terima Bantuan Sembako HPN 2026 Bupati Siak Afni: PT. BSP di Ambang Kebangkitan HPN 2026 di Jemaja Berlangsung Meriah, Bupati Aneng Apresiasi Peran Strategis Insan Pers

Tanjungpinang

BPS Catat Inflasi Kepri 2,19 Persen pada Agustus 2025, Batam Tertinggi

badge-check


					BPS Catat Inflasi Kepri 2,19 Persen pada Agustus 2025, Batam Tertinggi Perbesar

RiauKepri.com. TANJUNGPINANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau merilis perkembangan inflasi wilayah setempat pada Agustus 2025. Secara tahunan (year on year/y-on-y), Kepri mencatat inflasi sebesar 2,19 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 108,50.

Kepala BPS Kepri, Dr. Margaretha Ari Anggorowati, S.Kom., M.T., menyampaikan, inflasi tertinggi terjadi di Kota Batam sebesar 2,37 persen dengan IHK 108,99. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kota Tanjungpinang sebesar 1,23 persen dengan IHK 106,08. Kabupaten Karimun juga mencatat inflasi 1,92 persen dengan IHK 107,51.

“Perbedaan tingkat inflasi di setiap wilayah dipengaruhi oleh dinamika harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat, termasuk faktor permintaan dan distribusi,” ujar Margaretha dalam keterangan resmi, Senin (1/9/2025).

BPS Kepri juga mencatat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) pada Agustus 2025 sebesar 0,18 persen. Angka ini terjadi karena adanya kenaikan IHK dari 108,30 pada Juli 2025 menjadi 108,50 pada Agustus 2025.

Sementara itu, inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) sejak Januari hingga Agustus 2025 tercatat 1,07 persen. Angka ini menunjukkan kondisi harga relatif terkendali meskipun masih ada tekanan inflasi dari beberapa komoditas utama.

Menurut Margaretha, sejumlah komoditas memberikan andil besar terhadap inflasi, terutama bahan pangan dan transportasi. Meski demikian, pengaruh kebijakan stabilisasi harga dan kelancaran distribusi barang dinilai membantu menjaga inflasi tetap dalam kisaran yang wajar.

Ia menegaskan, pemantauan harga di pasar tradisional maupun modern akan terus dilakukan. “Kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar harga barang kebutuhan pokok tetap stabil,” ujarnya.

Inflasi di Kepri juga dipengaruhi kondisi eksternal seperti harga energi global dan kebijakan impor. Meski begitu, tren inflasi nasional yang relatif terkendali diyakini mampu menjaga daya beli masyarakat.

Margaretha menambahkan, data inflasi menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi daerah. “Dengan informasi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat mengambil langkah tepat untuk menjaga kestabilan harga,” katanya.

Secara keseluruhan, perkembangan inflasi Agustus 2025 menunjukkan bahwa perekonomian Kepri masih dalam jalur yang stabil. BPS menegaskan, keberlanjutan koordinasi antarinstansi akan menjadi kunci agar inflasi tetap terkendali hingga akhir tahun. (RK9)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dapat Pelayanan Memuaskan, Jemaah Calon Haji Apresiasi BRK Syariah

7 Februari 2026 - 15:34 WIB

Inovasi Baru, JCH Nasabah BRK Syariah Tanjungpinang Ikuti Praktik Manasik Haji

7 Februari 2026 - 13:23 WIB

Dukung Pembinaan Bakat Anak Muda Kapolresta Tanjungpinang, Gelar “Road Race Championship 2026”

6 Februari 2026 - 20:04 WIB

Kanwil DJP Kepri, Ditlantas Polda Kepri, dan Bapenda Teken PKS Pengawasan Pajak di Kawasan FTZ

4 Februari 2026 - 16:23 WIB

Diduga Ada Pungli di Samsat Saat Warga Tanjungpinang ,Mengurus Pajak Kendaraan

2 Februari 2026 - 15:19 WIB

Trending di Tanjungpinang