Menu

Mode Gelap
Edarkan Sabu Oknum Mahasiswa di Bekuk Polisi dan Amankan 15,87 Gram Sabu* Grebek Rumah di Jalan Rambutan Serai Wangi, Polsek Pinggir Amankan 19 Paket Sabu dan Dua Pelaku Panggung Konflik Fendi Wakilkan Ketua KONI Anambas Hadiri Penutupan Turnamen Sepak Bola HUT Ke-54 Desa Ladan Buang Tisu Berisi Ekstasi di KTV Duri Barat, Seorang Pemuda Langsung Diciduk Polisi Peredaran Pil Ekstasi di Balai Raja Terbongkar, Dua Pelaku Diciduk hingga KTV Duri Barat

Tanjungpinang

BPS Catat Inflasi Kepri 2,19 Persen pada Agustus 2025, Batam Tertinggi

badge-check


					BPS Catat Inflasi Kepri 2,19 Persen pada Agustus 2025, Batam Tertinggi Perbesar

RiauKepri.com. TANJUNGPINANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau merilis perkembangan inflasi wilayah setempat pada Agustus 2025. Secara tahunan (year on year/y-on-y), Kepri mencatat inflasi sebesar 2,19 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 108,50.

Kepala BPS Kepri, Dr. Margaretha Ari Anggorowati, S.Kom., M.T., menyampaikan, inflasi tertinggi terjadi di Kota Batam sebesar 2,37 persen dengan IHK 108,99. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kota Tanjungpinang sebesar 1,23 persen dengan IHK 106,08. Kabupaten Karimun juga mencatat inflasi 1,92 persen dengan IHK 107,51.

“Perbedaan tingkat inflasi di setiap wilayah dipengaruhi oleh dinamika harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat, termasuk faktor permintaan dan distribusi,” ujar Margaretha dalam keterangan resmi, Senin (1/9/2025).

BPS Kepri juga mencatat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) pada Agustus 2025 sebesar 0,18 persen. Angka ini terjadi karena adanya kenaikan IHK dari 108,30 pada Juli 2025 menjadi 108,50 pada Agustus 2025.

Sementara itu, inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) sejak Januari hingga Agustus 2025 tercatat 1,07 persen. Angka ini menunjukkan kondisi harga relatif terkendali meskipun masih ada tekanan inflasi dari beberapa komoditas utama.

Menurut Margaretha, sejumlah komoditas memberikan andil besar terhadap inflasi, terutama bahan pangan dan transportasi. Meski demikian, pengaruh kebijakan stabilisasi harga dan kelancaran distribusi barang dinilai membantu menjaga inflasi tetap dalam kisaran yang wajar.

Ia menegaskan, pemantauan harga di pasar tradisional maupun modern akan terus dilakukan. “Kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar harga barang kebutuhan pokok tetap stabil,” ujarnya.

Inflasi di Kepri juga dipengaruhi kondisi eksternal seperti harga energi global dan kebijakan impor. Meski begitu, tren inflasi nasional yang relatif terkendali diyakini mampu menjaga daya beli masyarakat.

Margaretha menambahkan, data inflasi menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi daerah. “Dengan informasi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat mengambil langkah tepat untuk menjaga kestabilan harga,” katanya.

Secara keseluruhan, perkembangan inflasi Agustus 2025 menunjukkan bahwa perekonomian Kepri masih dalam jalur yang stabil. BPS menegaskan, keberlanjutan koordinasi antarinstansi akan menjadi kunci agar inflasi tetap terkendali hingga akhir tahun. (RK9)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penari Belia sampai Lansia Ikut Menari Satu Jam Tanpa Henti

30 April 2026 - 06:33 WIB

Misni Resmi Jadi Sekda, Tonggak Baru Kepemimpinan Perempuan di Kepri

28 April 2026 - 07:53 WIB

Gubernur Ansar Lantik Misni sebagai Sekda Definitif Kepri, Perempuan Pertama Pegang Tongkat Komando Birokrasi

27 April 2026 - 13:08 WIB

Semarak Hari Nelayan Nasional ke-66, Pesisir Senggarang Dipenuhi Antusiasme Masyarakat

26 April 2026 - 16:31 WIB

Eks DPRD Tanjungpinang Minta Perlindungan Usai Diancam

23 April 2026 - 17:27 WIB

Trending di Tanjungpinang