RiauKepri.com TANJUNGPINANG – Transportasi laut tradisional kembali menjadi sorotan di Tanjungpinang. Senin (1/9/2025) pagi, sebuah kapal pompong bermesin 40 PK milik Kelurahan Penyengat terbalik di perairan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota. Meski kapal terbalik akibat dihantam ombak, tujuh orang penumpangnya berhasil selamat.
Kapal berwarna biru itu sehari-hari digunakan sebagai sarana transportasi resmi perangkat dan pegawai Kelurahan Penyengat. Saat insiden terjadi, kapal tengah membawa enam staf kelurahan dan seorang tekong menuju Kantor Camat Tanjungpinang Kota untuk mengikuti apel pagi.
Kapolsek Tanjungpinang Kota, AKP Monang Parlagutan Silalahi, menjelaskan bahwa kapal sempat kemasukan air sebelum akhirnya oleng dan terbalik di perairan Senggarang. “Beruntung seluruh penumpang segera dievakuasi,” ujarnya.
Seluruh korban langsung dibawa ke Puskesmas Kampung Bugis untuk pemeriksaan medis. Tidak ada korban jiwa, namun beberapa penumpang mengalami syok. “Kami masih memantau kondisi mereka,” tambah Monang.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya aspek keselamatan transportasi laut, terlebih bagi masyarakat dan aparatur pemerintah yang bergantung pada moda tradisional seperti pompong. Ombak tinggi, faktor cuaca, hingga kondisi kapal menjadi tantangan nyata yang tidak boleh diabaikan.
Polisi bersama instansi terkait kini melakukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi kapal. Ke depan, peristiwa ini dipandang sebagai momentum untuk memperketat standar keselamatan pelayaran, termasuk kewajiban penggunaan jaket pelampung dan pengecekan rutin armada transportasi laut. (RK9)









