Menu

Mode Gelap
TJA Minta Maxim Stop Rekrutmen Driver Baru, Tunduk Terhadap Pergub Tarif Atas Bawah MTI Kepri: DPRD dan Dishub Sebaiknya Beri Pemahaman, Bukan Harapan Palsu kepada Driver Online Prakiraan Cuaca Kepri Rabu, 11 Februari 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Telan Anggaran Rp233,48 Juta, DPRD Meranti Tinjau Pembangunan Duiker Simpang Puskemas Zona Integritas Diresmikan, Imigrasi Selatpanjang Bidik WBK dan WBBM Kades Batu Berapit Apresiasi Wartawan Anambas, Berkah Terima Bantuan Sembako HPN 2026

Riau

Dewan Kesenian Riau Gelar Musenda IX, Ada Intervensi Parpol?

badge-check


					Musenda IX DKR 2025. Perbesar

Musenda IX DKR 2025.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Dewan Kesenian Riau (DKR) menggelar Musyawarah Seniman Daerah (Musenda) IX mulai hari ini, Jumat hingga Sabtu, 5–6 September 2025. Agenda utama dalam forum ini meliputi pembahasan program kerja ke depan, pembahasan AD/ART, serta pemilihan Ketua Umum DKR masa khikmat 2025–2030.

Ketua Panitia Musenda IX, Hendra Burhan alias Dedek menegaskan bahwa pelaksanaan Musenda ini telah direncanakan sejak awal tahun dan bukan kegiatan mendadak. “Panitia sudah dibentuk dan disahkan sejak Januari lalu. Semula Musenda direncanakan digelar 5 Juli, namun ditunda karena persoalan biaya,” ujarnya di Pekanbaru, Kamis (4/9/2025).

Hendra menjelaskan bahwa kegiatan akhirnya dapat dilaksanakan setelah mendapatkan dukungan pendanaan dari pihak swasta, yakni Riau Petroleum. Hendra membantahkan tudingan bahwa Musenda ini digelar secara tiba-tiba atau sengaja disetting untuk menguntungkan salah satu bakal calon ketua umum.

“Ini murni forum seniman. Tidak ada pengaturan-pengaturan seperti yang dituduhkan,” ucap Hendra.

Intervensi Politik Disesalkan

Menjelang pelaksanaan Musenda, muncul kabar adanya campur tangan partai politik dalam proses pemilihan ketua umum. Salah satu bakal calon disebut-sebut melibatkan partai politik untuk mempengaruhi pengurus Dewan Kesenian di tingkat kabupaten/kota.

Mantan Ketua Umum DKR, Taufik Ikram Jamil, mendengar dan menyayangkan munculnya dugaan tersebut. Menurutnya, Dewan Kesenian Riau adalah lembaga independen yang bergerak di bidang sosial dan kebudayaan.

“Ini bukan wilayah politik. Jika Dewan Kesenian sudah dimasuki unsur politik praktis, maka masa depannya akan suram. Padahal lembaga ini punya peran penting membantu pemerintah dalam pengembangan seni budaya,” kata Taufik.

Musenda IX ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan DKR untuk lima tahun ke depan. DKR sendiri merupakan organisasi yang menaungi para seniman lintas bidang di Provinsi Riau dan memiliki peran strategis dalam pelestarian serta pengembangan kebudayaan daerah. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Siak Afni: PT. BSP di Ambang Kebangkitan

10 Februari 2026 - 14:26 WIB

Harimau Sumatera Masuk Permukiman Warga Siak, Ternak Ayam dan Kucing Jadi Mangsa

9 Februari 2026 - 18:56 WIB

Bupati Siak Minta PT AIP Tanggungjawab, Terbukti Buang Limbah ke Sungai

9 Februari 2026 - 18:34 WIB

Bentrok Berdarah di Rohul, Satu Tewas, Polisi Amankan 12 Orang

9 Februari 2026 - 13:47 WIB

Di Bulan K3, PT BSP Pupuk Kekompakan Karyawan Lewat Fire Fighting Competition

9 Februari 2026 - 12:23 WIB

Trending di Riau