Menu

Mode Gelap
Pansus DPRD Kota Batam Finalisasi Ranperda LAM, Siap Dibawa ke Paripurna Pansus DPRD Batam Matangkan Ranperda PSU Perumahan, Fokus Sinkronisasi Regulasi Hadiri Peresmian Kantor Zona Bakamla, Ketua DPRD Kota Batam Ikut Tanam Pohon Mustafa Soroti Usulan Perampingan RT, Sebut Bisa Memperhambat Pemekaran Desa Ketua Karang Taruna Kota Batam Kunjungi Pengurus Nasional Karang Taruna di Sekretariat PNKT Pengungkapan Sabu di Bathin Solapan: Polisi Amankan Pria Berinisial A.T. dengan Barang Bukti 19 Paket Narkotika

Anambas

Wabup Raja Bayu: Nelayan Adalah Pahlawan Ekonomi dan Penjaga Kedaulatan Bangsa

badge-check


					Wabup Raja Bayu: Nelayan Adalah Pahlawan Ekonomi dan Penjaga Kedaulatan Bangsa Perbesar

RiauKepri.com, ANAMBAS – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) II Tahun 2025 di Hotel Tarempa Beach, Sabtu (18/10/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Kepulauan Anambas Raja Bayu Febri Gunadian, S.E., Ketua DPRD Kepulauan Anambas, Danlanal Tarempa, Kapolres Anambas, Kasi Intel Kejari Anambas, sejumlah kepala OPD, serta perwakilan berbagai organisasi. Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Muscab kali ini mengusung tema “Nelayan Sebagai Motor Penggerak Ekonomi dan Perikanan Berkelanjutan.”

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kepulauan Anambas Raja Bayu Febri Gunadian, S.E., menegaskan bahwa nelayan tidak hanya berperan sebagai pencari ikan, tetapi juga sebagai pahlawan ekonomi dan penjaga kedaulatan bangsa di wilayah perbatasan.

“Nelayan tidak hanya pencari ikan. Mereka adalah pahlawan ekonomi dan penjaga kedaulatan bangsa di wilayah perbatasan,” ujar Raja Bayu.

Ia menambahkan, Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui berbagai langkah nyata. Salah satunya dengan membangun dan meningkatkan infrastruktur perikanan seperti pelabuhan nelayan, tempat pelelangan ikan, cold storage, serta fasilitas pendukung lainnya.

“Kami sedang berproses untuk mendapatkan pelabuhan perikanan antar pulau. Sebagai daerah kepulauan dengan 98 persen lautan dan hanya 2 persen daratan, di situlah letak keunggulan kita sebagai daerah kelautan,” jelasnya.

Beberapa program prioritas pemerintah daerah yang tengah dijalankan meliputi:

  • Akses permodalan untuk perluasan usaha tangkap dan pengolahan hasil laut.
  • Penyediaan BBM bersubsidi dan alat tangkap ramah lingkungan.
  • Pelatihan serta pendampingan nelayan guna meningkatkan nilai tambah produk.
  • Pemberdayaan kelompok nelayan perempuan dan generasi muda pesisir.

Dalam kesempatan itu, Raja Bayu juga menyampaikan bahwa Bupati Kepulauan Anambas telah bertemu dengan Menteri Kelautan dan Perikanan di Jakarta untuk mengusulkan pembangunan 22 kampung nelayan, yang diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2026 mendatang.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pengelolaan perikanan berkelanjutan dengan pendekatan Blue Economy, yang menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan pelestarian lingkungan.

“Setiap perahu yang berlayar, setiap bendera yang berkibar di buritan kapal nelayan, adalah simbol kedaulatan bangsa Indonesia. Nelayan bukan hanya pelaku ekonomi, mereka juga penjaga batas negeri ini,” pungkasnya. (RK15)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mustafa Soroti Usulan Perampingan RT, Sebut Bisa Memperhambat Pemekaran Desa

23 April 2026 - 20:05 WIB

‎Jaringan Bhakti Kominfo Dikeluhkan, Anggota DPRD Dapil III Anambas, Ellisya Turun Langsung ke Sekolah

22 April 2026 - 13:01 WIB

Bupati Aneng Temui CJH Pulau Jemaja, Doakan Selamat dan Raih Haji Mabrur

21 April 2026 - 11:55 WIB

‎Unik, Tiga Pasangan Suami Istri Asal Bukit Padi Berangkat Haji Bersama, Doa dan Tangis Iringi Keberangkatan

21 April 2026 - 11:50 WIB

Ketua Komisi I DPRD Anambas, Hj. Tetty Tinjau Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak

20 April 2026 - 06:41 WIB

Trending di Anambas