RiauKepri.com, SIAK- Mendung menggantung di langit Siak. Awan kelabu menebal, dan air yang meluap dari parit serta anak sungai telah naik hingga setinggi lutut orang dewasa. Namun, di tengah genangan yang meluas itu, sebagian warga masih memilih bertahan di rumahnya.
Sore itu, Rabu (22/10/2025), Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, tampak menyusuri gang-gang kecil yang sudah berubah menjadi aliran air kecokelatan. Mengenakan sandal kulit dan rompi hujan, ia mendatangi rumah-rumah warga yang belum mau mengungsi.
“Lihat langit, mendung mengelayut. Saya khawatir malam nanti hujan turun lagi dan air semakin meninggi,” ujarnya lembut, membujuk seorang warga agar mau meninggalkan rumahnya.
Di antara warga yang dikunjunginya, ada seorang ibu hamil tua yang semula masih enggan berpindah. Dengan sabar, Afni berbicara dan akhirnya sang ibu luluh.
“Saya ngungsi ke rumah mertua,” katanya pelan.
“Ya, jangan sampai melahirkan di tengah banjir, bisa bahaya,” sahut Afni sambil membantu menyiapkan kendaraan untuk evakuasi.
Pemerintah Kabupaten Siak telah menyiapkan posko pengungsian lengkap dengan dapur umum bagi warga terdampak. Afni juga memastikan bantuan logistik tersedia dan layanan kesehatan bergerak siaga di lokasi-lokasi banjir.
Selain mengoordinasikan penanganan warga, Afni menghubungi pihak perusahaan di sekitar wilayah terdampak agar tidak membuka pintu kanal, yang dikhawatirkan dapat menambah debit air di pemukiman. Ia juga meminta bantuan alat berat perusahaan untuk membersihkan parit-parit yang tersumbat di sekitar Kampung Tuah Indrapura (Bungaraya) dan Kampung Buantan Besar (Siak).
Tantangan terbesar, kata Afni, bukan hanya mengendalikan pertemuan air pasang dan limpasan hujan, tetapi juga meyakinkan warga untuk mau mengungsi ke tempat yang lebih aman. Dari hasil kunjungannya sore itu, tiga warga lanjut usia yang semula enggan untuk mengungsi akhirnya bersedia dievakuasi ke posko.
“Masih ada ratusan warga yang bertahan. Kami sudah membuka dapur umum dan memastikan semua berjalan paralel, evakuasi, logistik, hingga layanan kesehatan. Terima kasih kepada semua pihak yang peduli dan ikut membantu. Semoga bencana ini bisa segera teratasi, dan ke depan lebih siap kita mitigasi,” tutup Afni. (RK1)










