RiauKepri.com, BATAM – Suasana hangat menyelimuti ruang pertemuan di Mapolda Kepri pada Jumat (24/10/2025), ketika Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menerima kunjungan pengurus dan anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepri. Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang refleksi tentang pentingnya sinergi antara jurnalisme foto dan kepolisian dalam menjaga ruang publik yang sehat dan informatif.
Irjen Asep Safrudin menegaskan, kolaborasi antara aparat dan media, terutama pewarta foto, sangat penting di era banjir informasi saat ini. Menurutnya, kekuatan visual memiliki pengaruh besar terhadap persepsi publik, sehingga perlu disampaikan dengan etika dan tanggung jawab tinggi. “Satu foto bisa menjelaskan seribu kata, tapi jika disalahartikan, bisa juga menimbulkan salah paham seribu arah,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Kepri didampingi oleh Irwasda Polda Kepri Kombes Pol. Tato Pamungkas Suyono, S.I.K., M.Si., serta pejabat utama lainnya. Sementara dari pihak PFI Kepri, hadir Ketua Tommy Purniawan, Sekretaris Iman Wachyudi, Bendahara Aulia Ichsan, dan sejumlah pewarta foto lintas media.
Pertemuan yang berlangsung santai itu diisi dengan diskusi terbuka mengenai dinamika pemberitaan di lapangan, tantangan jurnalis foto di era digital, hingga peluang kolaborasi antara Polda Kepri dan PFI Kepri dalam mengedukasi publik melalui visual yang inspiratif.
Ketua PFI Kepri Tommy Purniawan menjelaskan, silaturahmi ini menjadi bagian dari langkah awal kebangkitan organisasi setelah sempat vakum beberapa tahun. “Kami ingin mengembalikan semangat PFI sebagai wadah profesional fotografer pers di Kepri, yang tak hanya meliput berita, tapi juga berkontribusi untuk pendidikan publik lewat karya foto,” tuturnya.
Tommy juga memaparkan rencana kegiatan PFI Kepri yang mencakup pelatihan, pameran, dan lomba foto bersama berbagai instansi. Salah satu agenda yang tengah digagas adalah kolaborasi dengan Polda Kepri untuk membuat pameran foto bertema “Ruang Publik Aman dan Humanis”.
Kapolda Kepri menyambut positif gagasan tersebut. Ia menilai, inisiatif seperti ini dapat menjadi sarana membangun citra positif institusi sekaligus menumbuhkan empati masyarakat terhadap tugas-tugas kepolisian. “Kami terbuka untuk bekerja sama. Visual yang kuat bisa menjadi jembatan antara polisi dan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Kepri juga mengingatkan pentingnya peran pewarta foto sebagai penjaga keaslian informasi. Menurutnya, di tengah derasnya arus media sosial, sering kali gambar disalahgunakan dengan narasi yang tidak sesuai. “Di sinilah rekan-rekan pewarta foto memiliki tanggung jawab moral untuk mengoreksi dan meluruskan,” tegasnya.
PFI Kepri sendiri memiliki rekam jejak panjang dalam mendukung komunikasi publik yang positif. Sejak berdiri pada 2004, organisasi ini telah berkolaborasi dengan berbagai instansi seperti Pemko Batam, BP Batam, dan DPRD Batam. Kegiatan mereka seperti “Polisi Juga Manusia” pada 2016–2017 menjadi contoh sukses kemitraan antara media foto dan kepolisian.
Selain membahas kolaborasi konten, diskusi juga menyinggung pentingnya peningkatan kapasitas jurnalis foto melalui pelatihan bersama, terutama terkait dokumentasi kegiatan kepolisian yang humanis dan berimbang. Rencana ini disambut antusias oleh jajaran Polda Kepri yang ingin memperkuat kemampuan dokumentasi di lingkungan internal.
Pertemuan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen memperkuat literasi visual di Kepulauan Riau. Baik Polda Kepri maupun PFI Kepri sepakat untuk membangun ruang publik yang lebih edukatif melalui karya visual yang jujur, berimbang, dan bermakna.
Irjen Asep menutup pertemuan dengan pesan yang mencerminkan filosofi kemitraan. “Kamera dan seragam sama-sama alat untuk menjaga kebenaran. Yang satu merekam fakta, yang lain menjaga ketertiban. Jika keduanya bersinergi, maka kepercayaan publik akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya disambut tepuk tangan para pewarta foto. (RK6/*)







