RiauKepri.com, BATAM – Polda Kepulauan Riau menerima kunjungan kerja jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai pada Jumat (24/10/2025) di Ruang Kerja Kapolda Kepri, Batam. Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat strategi bersama antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan yang menjadi salah satu garda terdepan Indonesia.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan disambut hangat oleh Kapolda Kepri Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H. Turut hadir Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Bambang Herqutanto, M.Han., Irwasda Polda Kepri, Pejabat Utama Polda Kepri, serta sejumlah pejabat Kodam dan Korem.
Dalam suasana penuh keakraban, kedua pimpinan institusi membahas berbagai isu strategis terkait keamanan laut, potensi kerawanan sosial, serta upaya menjaga investasi di kawasan industri strategis, seperti Batam dan Bintan. Sinergitas lintas institusi dianggap menjadi pondasi penting untuk menjaga kepercayaan publik dan iklim ekonomi yang stabil di Kepulauan Riau.
Kapolda Kepri Irjen. Pol. Asep Safrudin menegaskan bahwa koordinasi antara TNI dan Polri bukan sekadar simbol, tetapi menjadi kebutuhan mendasar di wilayah yang memiliki karakteristik khusus seperti Kepulauan Riau. “Kepri adalah wajah terdepan Indonesia. Stabilitas di wilayah ini berdampak langsung pada keamanan nasional dan investasi internasional,” ujarnya.
Menurut Kapolda, situasi kamtibmas di Kepri secara umum berada dalam kondisi aman dan terkendali. Namun demikian, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika sosial di sejumlah daerah, termasuk di wilayah Rempang, agar tidak berkembang menjadi potensi gangguan yang lebih luas.
“Dalam setiap isu strategis, kami dan jajaran TNI selalu berkoordinasi untuk mencari solusi bersama. Prinsip kami sederhana: keamanan masyarakat adalah tanggung jawab kolektif,” tambah Irjen Asep Safrudin.
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin kuat antara kedua institusi. Menurutnya, stabilitas keamanan di wilayah perbatasan seperti Kepri menjadi penentu utama bagi keberlangsungan program pembangunan nasional.
“Kami sepakat bahwa menjaga Kepri bukan hanya tentang keamanan, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan negara tetangga terhadap kemampuan Indonesia mengelola wilayah strategisnya,” tutur Mayjen Agus Hadi Waluyo. Ia juga menegaskan bahwa kerja sama lintas sektor antara TNI dan Polri harus selalu adaptif terhadap dinamika geopolitik regional.
Selain membahas penguatan sinergi di lapangan, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya pembangunan sistem komunikasi terpadu antara TNI dan Polri dalam penanganan cepat terhadap potensi gangguan di wilayah laut, pelabuhan, maupun kawasan industri.
Suasana audiensi berlangsung akrab dan penuh semangat kebersamaan. Baik TNI maupun Polri sepakat bahwa sinergitas tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan seremonial, tetapi juga dalam aksi nyata di lapangan — mulai dari patroli gabungan hingga operasi pengamanan di wilayah perbatasan dan jalur perdagangan internasional.
Kapolda Kepri menegaskan bahwa sinergi yang terbangun hari ini akan terus diperkuat dalam berbagai bentuk kolaborasi, termasuk pelatihan bersama, forum koordinasi keamanan, serta pengawasan terhadap aktivitas lintas batas. “Kami ingin memastikan bahwa Kepri tetap menjadi wilayah yang aman, nyaman, dan produktif,” ujarnya.
Pertemuan tersebut menutup hari dengan pesan kuat tentang semangat kebersamaan dalam menjaga tanah air. Kolaborasi TNI–Polri di Kepulauan Riau bukan hanya simbol soliditas aparat keamanan, tetapi juga wujud nyata komitmen menjaga kedaulatan, stabilitas ekonomi, dan harmoni sosial di wilayah strategis perbatasan Indonesia. (RK6/*)











