RiauKepri.com, ANAMBAS – Harapan warga Pulau Jemaja agar Pelabuhan Penyeberangan Roro Letung dapat beroperasi akhirnya terwujud. Kini, pelabuhan tersebut resmi difungsikan dan mulai melayani pelayaran kapal roro.
Kapal KMP Bahtera Nusantara 01 menjadi armada pertama yang berlayar dari Pelabuhan Roro Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, menuju Pelabuhan Penyeberangan Roro Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, pada Ahad (2/11/2025). Kapal tersebut kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Roro Matak.
Kapal berangkat dari Tanjung Uban pukul 22.00 WIB dan tiba di Kuala Maras pada pukul 11.30 WIB. Perjalanan perdana ini menjadi tonggak penting bagi konektivitas antarwilayah di Kepulauan Riau, khususnya bagi masyarakat Jemaja yang selama ini menantikan akses transportasi laut yang lebih efisien.
Menurut rencana, kapal roro dari Matak akan kembali bersandar di Pelabuhan Kuala Maras pada 6 November 2025, bertepatan dengan peresmian resmi Pelabuhan Roro Kuala Maras oleh Kementerian Perhubungan.
Namun, usai pelayaran perdana tersebut, KMP Bahtera Nusantara 01 akan berhenti beroperasi sementara selama sekitar satu bulan untuk menjalani perawatan rutin (dokking) di galangan kapal PT KMS, Tanjung Balai Karimun.
“Direncanakan kapal akan naik dok pada tanggal 8 atau 9 November,” ujar Kapten KMP Bahtera Nusantara 01, Eko Medianto, kepada awak media.
Eko juga membenarkan adanya sedikit keterlambatan keberangkatan kapal dari jadwal semula. “Seharusnya berangkat pukul 21.00 WIB, tetapi karena alasan operasional, baru bisa bertolak pukul 22.15 WIB,” jelasnya. Meski demikian, perjalanan dari Tanjung Uban menuju Kuala Maras berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah, cuaca dan kondisi laut sangat bersahabat sepanjang pelayaran,” tutur Eko.
Ia berharap, beroperasinya kapal roro ini dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat Jemaja, terutama warga Desa Kuala Maras.
“Kami berharap transportasi roro ini bisa menjadi penunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat di Pulau Jemaja,” ujarnya.
Menurut Eko, keberadaan pelabuhan dan kapal roro ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah melalui BUMN PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam memperkuat konektivitas antarwilayah.
“Semoga ke depan pelabuhan roro Kuala Maras menjadi tolok ukur pertumbuhan ekonomi masyarakat Jemaja,” harapnya.
Terkait tarif tiket penumpang dan kendaraan, Eko menyebut pihaknya masih menunggu keputusan dari pimpinan. Untuk sementara waktu, tiket penyeberangan dari Tanjung Uban ke Kuala Maras masih digratiskan, sembari tetap dilakukan pendataan penumpang oleh petugas pelabuhan.
“Untuk sementara ini tiket masih gratis, sambil menunggu kebijakan lebih lanjut dari pimpinan,” pungkas Eko Medianto. (RK15)







