Menu

Mode Gelap
Siap Lahirkan Generasi Juara, Camp Generasi Bintan Religius Berikan Beragam Pengalaman dan Pengetahuan Roby Buka Turnamen Bola Voli Bupati Cup III 2026 di Lapangan Kuala Sempang ‎Silaturahmi dengan Pangkogabwilhan I, Camat Jemaja Timur Bahas Potensi dan Infrastruktur Daerah Hubungan Malaysia dan Filipina: Isu Sabah Kisah Herlina, Elvita dan Sinta: Perjalanan Menjadi Mualaf dan Harapan Baru dari Bantuan UPZ BRK Syariah BMKG: Sejumlah Wilayah Kepri Berpotensi Diguyur Hujan pada Kamis, 14 Mei 2026

Nasional

Tata Maulana Tampak Lelah, Orang Kepercayaan Wahid Menyerahkan Diri

badge-check


					Tata Maulana saat tiba di gedung KPK. F: antara.com Perbesar

Tata Maulana saat tiba di gedung KPK. F: antara.com

RiauKepri.com, JAKARTA– Dengan langkah pelan dan wajah lelah, Tata Maulana, orang kepercayaan Gubernur Riau Abdul Wahid (AW), akhirnya menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pria yang dikenal sebagai kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Riau itu tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 18.56 WIB, mengenakan kaus merah sederhana.

Di tengah sorotan kamera dan kerumunan awak media, Tata tak berkomentar sepatah kata pun. Ia hanya menunduk, menggenggam erat map kecil di tangannya, sebelum dibawa menuju ruang pemeriksaan.

“Tata Maulana adalah pihak swasta, orang kepercayaan Saudara AW,” ujar juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan.

Kedatangan Tata menambah daftar panjang pihak yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Riau. Total ada sepuluh orang yang kini tengah diperiksa penyidik, termasuk tenaga ahli Gubernur Riau, Dani M. Nursalam (DMN).

“Sehingga total yang sedang dilakukan pemeriksaan oleh penyidik saat ini berjumlah sepuluh orang,” tambah Budi.

Sebelumnya, Gubernur Riau Abdul Wahid juga tiba di gedung KPK sekitar pukul 09.35 WIB, Senin pagi. KPK belum mengungkap detail perkara, namun memastikan uang dalam berbagai mata uang asing turut diamankan dengan nilai lebih dari Rp 1 miliar.

“Tim mengamankan barang bukti sejumlah uang dalam bentuk rupiah, dolar AS, dan pound sterling,” jelas Budi.

Sementara itu, dari pihak partai, Ketua Harian PKB Ais Shafiyah Asfar menyatakan pihaknya menghormati seluruh proses hukum.

“Prinsip kami jelas, pemberantasan korupsi harus ditegakkan tanpa pandang bulu, dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah,” katanya.

Bagi Tata Maulana, malam itu mungkin menjadi salah satu malam paling panjang dalam hidupnya — malam ketika ia harus menghadapi kenyataan pahit di balik sorotan publik dan hukum yang menanti. (RK1)

sumber: detik.com

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menguat, Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih

27 April 2026 - 12:02 WIB

Bintan Raih Terbaik I di Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

26 April 2026 - 11:56 WIB

Bupati H. Asmar Ikuti Rakornas Kementan RI, Bahas Strategi Hadapi Musim Kering Jaga Ketahanan Pangan Nasional

24 April 2026 - 11:18 WIB

Ketua Karang Taruna Kota Batam Kunjungi Pengurus Nasional Karang Taruna di Sekretariat PNKT

23 April 2026 - 20:01 WIB

Bupati Roby Ekspose Kesiapan Implementasi Manajemen Talenta ASN di BKN RI

22 April 2026 - 16:46 WIB

Trending di Bintan