Menu

Mode Gelap
Pemprov Riau Apresiasi Kinerja BRK Syariah di Usia ke-60, Tekankan Transformasi Digital dan Penguatan Tata Kelola Rekrutmen Polri 2026 Di Mulai Polres Meranti Pastikan Proses Tranparan dan Akuntabel Arus Mudik & Balik Lebaran 1447 H/2026 M di Pelabuhan Sei Kolak Kijang, Lancar dan Kondusif Bupati Roby Ajak Masyarakat Aktif Melapor Jika Menemukan Indikasi Pembakaran Lahan Sengketa Lahan Lingga, Izin Perusahaan Berbenturan Tata Ruang Mulai Berlaku, Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi

Nasional

Tata Maulana Tampak Lelah, Orang Kepercayaan Wahid Menyerahkan Diri

badge-check


					Tata Maulana saat tiba di gedung KPK. F: antara.com Perbesar

Tata Maulana saat tiba di gedung KPK. F: antara.com

RiauKepri.com, JAKARTA– Dengan langkah pelan dan wajah lelah, Tata Maulana, orang kepercayaan Gubernur Riau Abdul Wahid (AW), akhirnya menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pria yang dikenal sebagai kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Riau itu tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 18.56 WIB, mengenakan kaus merah sederhana.

Di tengah sorotan kamera dan kerumunan awak media, Tata tak berkomentar sepatah kata pun. Ia hanya menunduk, menggenggam erat map kecil di tangannya, sebelum dibawa menuju ruang pemeriksaan.

“Tata Maulana adalah pihak swasta, orang kepercayaan Saudara AW,” ujar juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan.

Kedatangan Tata menambah daftar panjang pihak yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Riau. Total ada sepuluh orang yang kini tengah diperiksa penyidik, termasuk tenaga ahli Gubernur Riau, Dani M. Nursalam (DMN).

“Sehingga total yang sedang dilakukan pemeriksaan oleh penyidik saat ini berjumlah sepuluh orang,” tambah Budi.

Sebelumnya, Gubernur Riau Abdul Wahid juga tiba di gedung KPK sekitar pukul 09.35 WIB, Senin pagi. KPK belum mengungkap detail perkara, namun memastikan uang dalam berbagai mata uang asing turut diamankan dengan nilai lebih dari Rp 1 miliar.

“Tim mengamankan barang bukti sejumlah uang dalam bentuk rupiah, dolar AS, dan pound sterling,” jelas Budi.

Sementara itu, dari pihak partai, Ketua Harian PKB Ais Shafiyah Asfar menyatakan pihaknya menghormati seluruh proses hukum.

“Prinsip kami jelas, pemberantasan korupsi harus ditegakkan tanpa pandang bulu, dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah,” katanya.

Bagi Tata Maulana, malam itu mungkin menjadi salah satu malam paling panjang dalam hidupnya — malam ketika ia harus menghadapi kenyataan pahit di balik sorotan publik dan hukum yang menanti. (RK1)

sumber: detik.com

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mulai Berlaku, Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi

1 April 2026 - 13:33 WIB

BNI Suntik Transformasi Digital, Layanan Internet Banking Resmi Dihentikan Mulai 21 April 2026

25 Maret 2026 - 07:40 WIB

Ekspor Listrik ke Singapura Digenjot, Kepri Disiapkan Jadi Tech Hub

16 Maret 2026 - 06:17 WIB

Ini Aturan Baru Pembuatan dan Perpanjangan SIM

16 Maret 2026 - 06:03 WIB

Wakil Koordinator KontraS Diserang Air Keras, Polisi Sisir Bukti dan CCTV

13 Maret 2026 - 20:37 WIB

Trending di Nasional