Menu

Mode Gelap
‎Miliki Sekretariat Sendiri, KCMI Anambas Siap Perkuat Program Organisasi Hujan Ringan hingga Petir Berpotensi Guyur Kepri pada Senin, 25 Mei 2026 Tim FIB UNILAK Laksanakan Pengabdian Masyarakat Usung Randai Kuantan Singingi di SMAN 10 Pekanbaru Pemilihan BPD Batu Berapit Berlangsung Lancar, Warga Antusias Gunakan Hak Pilih Pemilihan BPD Keterwakilan Perempuan Desa Batu Berapit Berlangsung Aman dan Kondusif Kades Batu Berapit Syukuri Pemilihan BPD 2026-2034 Berlangsung Aman dan Kondusif

Nasional

Tata Maulana Tampak Lelah, Orang Kepercayaan Wahid Menyerahkan Diri

badge-check


					Tata Maulana saat tiba di gedung KPK. F: antara.com Perbesar

Tata Maulana saat tiba di gedung KPK. F: antara.com

RiauKepri.com, JAKARTA– Dengan langkah pelan dan wajah lelah, Tata Maulana, orang kepercayaan Gubernur Riau Abdul Wahid (AW), akhirnya menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pria yang dikenal sebagai kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Riau itu tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 18.56 WIB, mengenakan kaus merah sederhana.

Di tengah sorotan kamera dan kerumunan awak media, Tata tak berkomentar sepatah kata pun. Ia hanya menunduk, menggenggam erat map kecil di tangannya, sebelum dibawa menuju ruang pemeriksaan.

“Tata Maulana adalah pihak swasta, orang kepercayaan Saudara AW,” ujar juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan.

Kedatangan Tata menambah daftar panjang pihak yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Riau. Total ada sepuluh orang yang kini tengah diperiksa penyidik, termasuk tenaga ahli Gubernur Riau, Dani M. Nursalam (DMN).

“Sehingga total yang sedang dilakukan pemeriksaan oleh penyidik saat ini berjumlah sepuluh orang,” tambah Budi.

Sebelumnya, Gubernur Riau Abdul Wahid juga tiba di gedung KPK sekitar pukul 09.35 WIB, Senin pagi. KPK belum mengungkap detail perkara, namun memastikan uang dalam berbagai mata uang asing turut diamankan dengan nilai lebih dari Rp 1 miliar.

“Tim mengamankan barang bukti sejumlah uang dalam bentuk rupiah, dolar AS, dan pound sterling,” jelas Budi.

Sementara itu, dari pihak partai, Ketua Harian PKB Ais Shafiyah Asfar menyatakan pihaknya menghormati seluruh proses hukum.

“Prinsip kami jelas, pemberantasan korupsi harus ditegakkan tanpa pandang bulu, dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah,” katanya.

Bagi Tata Maulana, malam itu mungkin menjadi salah satu malam paling panjang dalam hidupnya — malam ketika ia harus menghadapi kenyataan pahit di balik sorotan publik dan hukum yang menanti. (RK1)

sumber: detik.com

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jelang Idul Adha 1447 H, PT Timah TBK Distribusikan 268 Ekor Sapi Untuk Empat Provinsi

22 Mei 2026 - 13:25 WIB

Anggi Siahaan : Pendidikan Merupakan Salah Satu Kunci Membuka Masa Depan

21 Mei 2026 - 21:05 WIB

Anies Jadi Dewan Penasihat Lembaga Strategis di Riyadh

17 Mei 2026 - 11:25 WIB

Bupati Siak Jajaki Pendirian UNU Pertama di Riau dan Sekolah Rakyat di Mempura

15 Mei 2026 - 08:25 WIB

Penerimaan Lowongan Kerja di PT Timah Beredar di Media Sosial, PT Timah Pastikan Hal Tersebut Penipuan

15 Mei 2026 - 06:17 WIB

Trending di Nasional