Menu

Mode Gelap
Hardiknas, Polsek Bina Widya Beri Kado Bibit Pohon dan Perlengkapan Pendidikan ke Mahasiswa Setahun Kesepakatan DIR, Perjuangan Riau Istimewa Terus Berlanjut Kepri dan Meranti Perkuat Jalur Maritim dan Layanan Publik Lewat Kerja Sama Strategis DPRD Kota Batam Sahkan Perda Lembaga Adat Melayu (LAM), Perkuat Identitas dan Marwah Budaya Melayu Sukses Gelar Porseni SD/MI Siantan, KKG Tuah Siantan Tuai Apresiasi Disdikpora Anambas Tamu Beradat

Pekanbaru

Hikayat Ngopi Terakhir Sebelum OTT, SF Hariyanto Doakan yang Terbaik untuk Wahid

badge-check


					SF. Hariyanto F: Diskominfotik) Perbesar

SF. Hariyanto F: Diskominfotik)

RiauKepri.com, PEKANBARU– Sore itu, SF Hariyanto tak menyangka secangkir kopi yang ia nikmati bersama Gubernur Riau Abdul Wahid menjadi pertemuan terakhir sebelum kabar penangkapan mengguncang Riau. Beberapa jam setelah obrolan santai itu, Abdul Wahid terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya tegaskan, itu fitnah. Saya tidak tahu-menahu soal penangkapan itu,” kata Hariyanto saat bertemu wartawan di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Kamis (6/11/2025).

Hariyanto kini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, menggantikan Abdul Wahid yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan dalam jabatan.

Hanya Ngopi

Dengan wajah tenang, SF Hariyanto menceritakan kronologi pertemuan yang belakangan ramai dibicarakan publik. Ia mengatakan, pada hari penangkapan itu, Senin (3/11/2025), dirinya tengah duduk bersama Abdul Wahid dan Bupati Siak Afni Zulkifli di salah satu kafe di Pekanbaru.

“Memang kebetulan hari itu saya dengan Pak Gubernur dan Bupati Siak lagi ngopi. Kami cuma ngobrol biasa,” ujarnya.

Tak lama setelah itu, suasana di luar kafe mendadak ramai. Ia mengaku bingung dan memutuskan pulang lebih awal untuk menunaikan salat Ashar.

“Saya lihat di luar ramai orang, saya jadi bingung. Saya pun pulang salat Ashar, tidak tahu lagi kejadian setelah itu,” tuturnya.

Beberapa jam kemudian, berita OTT Gubernur Riau tersebar luas. “Saya baru tahu setelah baca berita. Ini perlu saya luruskan, supaya tidak ada yang berpikir macam-macam,” katanya.

“Dia Itu Adik”

Isu yang menyebut dirinya melaporkan Abdul Wahid ke KPK disebut Hariyanto sebagai kabar yang menyesatkan. Ia menegaskan, hubungannya dengan Wahid sangat dekat, bahkan seperti saudara.

“Dia itu adik saya. Yang lainnya (pejabat yang ditangkap) itu anak buah saya. Mana mungkin saya melaporkan,” ucapnya.

Hariyanto juga menolak anggapan bahwa dirinya mengetahui atau terlibat dalam operasi tersebut. “Saya tidak tahu. Saya tidak ada melapor-melapor. Emang saya bersih? Emang saya benar? Jadi berita dari mana itu?” ujarnya dengan nada tegas.

Doa untuk Abdul Wahid

Menutup pertemuan, Hariyanto mengaku hanya bisa mendoakan Abdul Wahid agar diberi kekuatan dalam menghadapi proses hukum.

“Yang penting kita berdoa dan berharap semoga Pak Gubernur kita, Abdul Wahid, dipermudah dan diringankan persoalannya,” ujarnya pelan.

Kini, Hariyanto resmi menjalankan tugas sebagai Plt Gubernur Riau. Ia berjanji memastikan pelayanan publik tetap berjalan dan roda pemerintahan tidak terganggu di tengah gejolak politik yang melanda Bumi Lancang Kuning.

Sebagaimana diketahui, KPK melakukan OTT di Riau, Senin (3/11/2025). Penangkapan diawali di Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau. 10 orang yang terjaring, termasuk Gubernur Riau, Abdul Wahid dan Kadis PUPR Riau, M Arief Setiawan.

Setelah dilakukan pemeriksaan di KPK, Abdul Wahid ditetapkan sebagai tersangka. Selain Wahid, KPK juga menetapkan tersangka Kadis PUPR Riau, M Arief Setiawan dan Staf Ahli Gubernur Riau, Dani M Nursalam. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hardiknas, Polsek Bina Widya Beri Kado Bibit Pohon dan Perlengkapan Pendidikan ke Mahasiswa

9 Mei 2026 - 16:45 WIB

Setahun Kesepakatan DIR, Perjuangan Riau Istimewa Terus Berlanjut

9 Mei 2026 - 13:16 WIB

Tamu Beradat

9 Mei 2026 - 05:44 WIB

Besok, Peluncuran Buku Karmila Sari Digelar di Balai Adat LAMR Riau

7 Mei 2026 - 13:40 WIB

Langkah Terakhir Menuju Pucuk BSP di Tangan Bupati Siak

6 Mei 2026 - 14:02 WIB

Trending di Pekanbaru