Menu

Mode Gelap
Satresnarkoba Polres Bengkalis Amankan Dua Pelaku Penyalahgunaan Sabu di Bathin Solapan Jalan Bandes Duri Barat Jadi Lokasi Pengungkapan Sabu 10,70 Gram oleh Polres Bengkalis Satresnarkoba Polres Bengkalis Ringkus Dua Pelaku Narkotika di Jalan Jawa Gg Aneka dan Jalan Alhamrah Mandau Ruang Asa Project Bersama HIMA Fisioterapi Universitas Awal Bros Hadirkan Kepedulian untuk Lansia Lewat Program “Lansia Sehat” Global Sumud Flotilla for Gaza ‎Miliki Sekretariat Sendiri, KCMI Anambas Siap Perkuat Program Organisasi

Pekanbaru

Tutupan Hutan Riau Tersisa Sekitar 4,9 Juta Hektare

badge-check


					Syahrial Abdi, Sekretaris Daerah Provinsi Riau. F: Disinfokomtik Perbesar

Syahrial Abdi, Sekretaris Daerah Provinsi Riau. F: Disinfokomtik

RiauKepri.com, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mencatat luas tutupan hutan di daerah itu kini tersisa sekitar 4,9 juta hektare dari total luas wilayah 8,9 juta hektare. Data tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, saat membuka konsultasi publik ke-II penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP-KH) dan Profil Taman Kehati Daerah Provinsi Riau Tahun 2025 di Hotel Bono Pekanbaru, Selasa (11/11/2025).

“Data menunjukkan bahwa tutupan hutan di Provinsi Riau saat ini tersisa sekitar 4,9 juta hektare dari total luas wilayah 8,9 juta hektare. Angka ini memperlihatkan betapa pentingnya menjaga keberlanjutan fungsi ekologis hutan dan kawasan konservasi,” ujarnya.

Syahrial menjelaskan, kualitas lingkungan hidup di Riau juga masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan data tahun 2024, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Provinsi Riau tercatat sebesar 65,32, dengan target peningkatan menjadi 70,00 pada akhir periode RPJMD 2029. Sementara itu, Indeks Ekonomi Hijau berada di angka 56,71 dan ditargetkan naik menjadi 65,00.

Ia menegaskan, pencapaian target tersebut memerlukan kerja sama lintas sektor dan penguatan koordinasi antara perencanaan tata ruang, konservasi sumber daya alam, serta pembangunan ekonomi rendah emisi. “Capaian ini hanya dapat diwujudkan melalui pendekatan pembangunan yang terpadu lintas sektor,” tegasnya.

Syahrial menyebutkan, penyusunan RIP-KH menjadi langkah strategis karena berfungsi sebagai panduan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program pengelolaan keanekaragaman hayati di Riau.

“Konsultasi publik ini merupakan bagian dari proses penajaman substansi dokumen RIP-KH dan Profil Taman Kehati Daerah. Hasil forum diharapkan mampu memperkuat arah kebijakan lingkungan hidup Provinsi Riau agar lebih sinkron dengan kebijakan nasional dalam kerangka pembangunan rendah karbon dan ekonomi hijau,” pungkasnya. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ruang Asa Project Bersama HIMA Fisioterapi Universitas Awal Bros Hadirkan Kepedulian untuk Lansia Lewat Program “Lansia Sehat”

25 Mei 2026 - 08:10 WIB

Tim FIB UNILAK Laksanakan Pengabdian Masyarakat Usung Randai Kuantan Singingi di SMAN 10 Pekanbaru

24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Zikir Listrik

24 Mei 2026 - 07:32 WIB

Adat Merantau

23 Mei 2026 - 09:26 WIB

Dekatkan Diri dengan Warga Pesisir, Polda Riau Hadirkan Program JALUR di Teluk Leok

22 Mei 2026 - 14:41 WIB

Trending di Pekanbaru