Menu

Mode Gelap
Ketua PWI Tanjungpinang Dorong RSUD RAT Perkuat Keterbukaan Informasi Layanan Kesehatan Sekcam, Lurah, Bersama Warga dan RT 1, 2 dan RW 3, 4, Goro Bersihkan Lokasi TPQ Al Muttaqin Karang Taruna Kota Batam Bersama KPA dan BPJS Kesehatan Gelar Edukasi Bahaya HIV/AIDS, Sosialisasikan BPJS Kesehatan Tumbuhkan Jiwa Patriotisme dan Cinta Tanah Air, Jajaran Polsek Kundur Kibarkan Bendera Merah Putih di Rumah Warga dan Pengendara Bermotor Ambulans untuk IKRAB Duri, Bukti Komitmen CSR BRK Syariah bagi Kesehatan dan Ekonomi Masyarakat Bupati Afni Hadiri Pelantikan IDI, TPP Dokter Siak Masih yang Tertinggi

Pekanbaru

Tutupan Hutan Riau Tersisa Sekitar 4,9 Juta Hektare

badge-check

Syahrial Abdi, Sekretaris Daerah Provinsi Riau. F: Disinfokomtik Perbesar

Syahrial Abdi, Sekretaris Daerah Provinsi Riau. F: Disinfokomtik

RiauKepri.com, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mencatat luas tutupan hutan di daerah itu kini tersisa sekitar 4,9 juta hektare dari total luas wilayah 8,9 juta hektare. Data tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, saat membuka konsultasi publik ke-II penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP-KH) dan Profil Taman Kehati Daerah Provinsi Riau Tahun 2025 di Hotel Bono Pekanbaru, Selasa (11/11/2025).

“Data menunjukkan bahwa tutupan hutan di Provinsi Riau saat ini tersisa sekitar 4,9 juta hektare dari total luas wilayah 8,9 juta hektare. Angka ini memperlihatkan betapa pentingnya menjaga keberlanjutan fungsi ekologis hutan dan kawasan konservasi,” ujarnya.

Syahrial menjelaskan, kualitas lingkungan hidup di Riau juga masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan data tahun 2024, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Provinsi Riau tercatat sebesar 65,32, dengan target peningkatan menjadi 70,00 pada akhir periode RPJMD 2029. Sementara itu, Indeks Ekonomi Hijau berada di angka 56,71 dan ditargetkan naik menjadi 65,00.

Ia menegaskan, pencapaian target tersebut memerlukan kerja sama lintas sektor dan penguatan koordinasi antara perencanaan tata ruang, konservasi sumber daya alam, serta pembangunan ekonomi rendah emisi. “Capaian ini hanya dapat diwujudkan melalui pendekatan pembangunan yang terpadu lintas sektor,” tegasnya.

Syahrial menyebutkan, penyusunan RIP-KH menjadi langkah strategis karena berfungsi sebagai panduan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program pengelolaan keanekaragaman hayati di Riau.

“Konsultasi publik ini merupakan bagian dari proses penajaman substansi dokumen RIP-KH dan Profil Taman Kehati Daerah. Hasil forum diharapkan mampu memperkuat arah kebijakan lingkungan hidup Provinsi Riau agar lebih sinkron dengan kebijakan nasional dalam kerangka pembangunan rendah karbon dan ekonomi hijau,” pungkasnya. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bupati Afni Hadiri Pelantikan IDI, TPP Dokter Siak Masih yang Tertinggi

2 Agustus 2026 - 08:07 WIB

Belah Rumah

2 Agustus 2026 - 05:47 WIB

Sabut Batu

1 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Siswa SIP Angkatan 56 Beri Bantuan Bahan Pokok ke Panti Asuhan Darul Ilmi Pekanbaru

31 Juli 2026 - 13:32 WIB

Abdul Wahid Banding, Mengaku Cari Keadilan Karena Merasa tak Bersalah

30 Juli 2026 - 14:05 WIB

Trending di Pekanbaru