RiauKepri.com, BINTAN — Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Riki Rionaldi, mengajak ratusan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdulrahman untuk menjadi agen perubahan ekonomi di daerahnya masing-masing.
Kegiatan tersebut berlangsung di aula kampus STAIN Sultan Abdulrahman, Jalan Lintas Barat KM 19 Ceruk Ijuk, Kabupaten Bintan, Selasa (11/11) pagi. Sebanyak 300 mahasiswa baru angkatan 2025 hadir dengan antusias.
Riki hadir sebagai narasumber dalam kegiatan bertajuk “Entrepreneur: Keterlibatan Anak Muda Terhadap Ekonomi Mandiri” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa KIP Kuliah.
Dalam paparannya, Riki menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal, terutama di wilayah pedesaan dan pesisir. Ia mengatakan, mahasiswa harus memiliki semangat kewirausahaan sejak di bangku kuliah.
“Mahasiswa tidak boleh hanya berpikir untuk mencari pekerjaan, tapi bagaimana bisa menciptakan lapangan kerja di daerahnya sendiri,” ujar Riki.
Menurutnya, di bawah kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden Prabowo-Gibran, pemerintah tengah menyiapkan berbagai program untuk memperkuat ekonomi rakyat, termasuk sektor koperasi dan UMKM.
“Visi besar pemerintahan saat ini dituangkan dalam astacita, dan salah satu fokusnya adalah membangun ekonomi baru berbasis potensi lokal, dari desa hingga kota,” jelasnya.
Ia menyebutkan beberapa program yang kini mulai dijalankan di Kepri, seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Dapur MBG, dan Kampung Nelayan. Program tersebut diharapkan bisa menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat bawah.
Riki menilai, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Melalui kegiatan seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa dapat membantu pemerintah memetakan potensi ekonomi desa.
“Mahasiswa bisa menjadi penggerak dalam membangun koperasi, mengembangkan produk lokal, dan membantu masyarakat memahami akses permodalan,” katanya.
Selain memberikan motivasi, Riki juga membuka ruang diskusi interaktif dengan para mahasiswa. Ia mendengarkan langsung pandangan mereka tentang tantangan ekonomi daerah serta ide-ide inovatif yang bisa dikembangkan.
Suasana dialog berlangsung hangat. Banyak mahasiswa mengajukan pertanyaan tentang peluang usaha, dukungan pemerintah, hingga strategi mengelola keuangan selama kuliah.
Riki menegaskan, Dinas Koperasi dan UKM Kepri siap memfasilitasi mahasiswa yang ingin terlibat langsung dalam kegiatan wirausaha. “Kita akan bantu membuka jalan, baik dalam pelatihan, pendampingan, maupun akses modal,” ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Khairul Ramadhan, mahasiswa senior penerima KIP sekaligus pengarah kegiatan, mengatakan kegiatan pembinaan ini penting untuk membentuk karakter dan tanggung jawab penerima beasiswa.
“Mahasiswa perlu dibimbing agar mampu menggunakan dana beasiswa secara bijak dan produktif, bukan hanya untuk kebutuhan kuliah tapi juga pengembangan diri,” ujar Khairil.
Menurutnya, kehadiran Riki Rionaldi memberikan warna baru bagi mahasiswa STAIN Sultan Abdulrahman. Selain karena sosoknya yang muda, Riki juga dikenal memiliki semangat inovatif dalam mendorong ekonomi masyarakat.
“Kami mengundang beliau karena inspirasinya besar bagi anak muda. Beliau adalah salah satu kepala dinas termuda di Indonesia, dan itu membuktikan bahwa usia muda bukan hambatan untuk memimpin,” tambah Khairil.
Ia berharap mahasiswa penerima KIP Kuliah bisa menjadi pelopor ekonomi mandiri di daerahnya masing-masing. Terlebih, saat libur semester nanti banyak mahasiswa yang akan kembali ke kampung halaman.
“Mereka bisa menjadi penggerak perubahan ekonomi desa, misalnya dengan membentuk koperasi mahasiswa atau usaha kecil berbasis potensi lokal,” ujarnya optimistis.
Kegiatan yang mengusung tema “One Time, One Family: Merajut Kebersamaan dan Meraih Prestasi untuk Masa Depan Gemilang” itu ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen bersama untuk menumbuhkan semangat wirausaha muda Kepri.
Antusiasme mahasiswa menjadi bukti bahwa semangat kemandirian ekonomi di kalangan generasi muda Kepri terus tumbuh. Pemerintah daerah pun berharap, dari kampus STAIN Sultan Abdulrahman akan lahir wirausahawan muda yang mampu membangun ekonomi dari desa, untuk Indonesia yang lebih kuat. (*)








