Menu

Mode Gelap
Anambas Masuk Program Reaktivasi Internet BAKTI, 17 Lokasi Strategis Segera Terlayani Prakiraan Cuaca Jumat 23 Januari 2026: Mayoritas Wilayah Kepri Berawan, Sejumlah Titik Berpeluang Hujan Ringan Revitalisasi Pasar dan Tol Laut Jadi Fokus Audiensi Pemkab Anambas dengan Kemendag RI Respons Cepat Polisi Cegah Karhutla Meluas, Kebakaran Semak di Nongsa Berhasil Dikendalikan Dari Malaysia ke Riau, Mahasiswa UKM Merajut Silaturahmi Serumpun di LAMR SF Hariyanto Vs Ida: Jurus Terbuka di Gelanggang Kewenangan

Meranti

Warga Meranti Gotong Royong Angkut Pasien Sejauh 3 Kilometer Akibat Jalan Rusak

badge-check


					Foto saat Warga Angkut Pasien Di Jalan Rusak di Tanjung Medang. F: Ist Perbesar

Foto saat Warga Angkut Pasien Di Jalan Rusak di Tanjung Medang. F: Ist

RiauKepri.com, MERANTI – Kondisi jalan poros di Desa Tanjung Gemuk, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, kembali menjadi sorotan. Jalan utama yang menghubungkan beberapa desa di wilayah tersebut rusak parah, hingga menyulitkan kendaraan ambulans untuk melintas, terutama saat musim hujan.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu sore sekitar pukul 15.00 WIB, ketika warga bergotong royong mengangkut seorang pasien bernama Suniah, warga Desa Tanjung Medang yang menderita stroke. Karena ambulans tidak bisa menembus jalan berlumpur, warga terpaksa menandu pasien sejauh sekitar tiga kilometer menuju titik di mana ambulans dapat menunggu, sebelum dibawa ke Puskesmas Tanjungsamak.

Menurut penuturan warga setempat, Mustofa, jalan poros yang menghubungkan Desa Tanjung Bakau – Tanjung Gemuk – Tanjung Medang – Sungai Gayung Kiri sepanjang sekitar 28 kilometer itu telah lama mengalami kerusakan. Jalan tersebut dibangun pada era pemerintahan Kabupaten Bengkalis sekitar tahun 2000-an dan belum mendapat perbaikan berarti sejak Kepulauan Meranti menjadi kabupaten sendiri.

“Kalau musim panas, mobil ambulans masih bisa lewat, tapi kalau hujan, jalannya berlumpur dan licin. Ambulans tidak bisa masuk sama sekali. Jadi, kami harus gotong royong membawa pasien dengan tandu,”ujar Mustofa, salah seorang warga yang ikut dalam proses evakuasi.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak sejumlah warga berjalan kaki di jalan berlumpur sambil menandu pasien dengan alat seadanya. Ambulans diketahui hanya bisa menunggu di ujung jalan poros yang dulu dibangun pada masa pemerintahan Aji Adil.

Warga berharap agar pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat segera memperhatikan kondisi infrastruktur tersebut. Menurut mereka, kerusakan jalan tidak hanya menghambat akses kesehatan, tetapi juga perekonomian masyarakat di wilayah pesisir.

Meski menghadapi keterbatasan, semangat gotong royong dan solidaritas warga tetap terlihat kuat. Mereka bahu-membahu membantu sesama di tengah kondisi jalan yang memprihatinkan.

“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,”pungkas Mustofa. (RK12).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SK Jadi Modal Hidup Baru: 1.670 PPPK Paruh Waktu Meranti Kini Lebih Mudah Akses Pembiayaan Syariah

22 Januari 2026 - 15:17 WIB

Bupati Kepulauan Meranti Perjuangkan Perbaikan Jembatan dan Jalan Provinsi di DPRD Riau

21 Januari 2026 - 19:43 WIB

Tangis Norma Pecah di Pekanbaru, Pasutri Korban Mafia Tanah di Meranti Mencari Keadilan

20 Januari 2026 - 12:06 WIB

Bupati Kepulauan Meranti Hadiri Pembukaan Rakernas XVII APKASI di Batam

19 Januari 2026 - 09:50 WIB

Menampi Dedap

18 Januari 2026 - 09:43 WIB

Trending di Meranti