RiauKepri.com, MERANTI – Kondisi jalan poros di Desa Tanjung Gemuk, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, kembali menjadi sorotan. Jalan utama yang menghubungkan beberapa desa di wilayah tersebut rusak parah, hingga menyulitkan kendaraan ambulans untuk melintas, terutama saat musim hujan.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu sore sekitar pukul 15.00 WIB, ketika warga bergotong royong mengangkut seorang pasien bernama Suniah, warga Desa Tanjung Medang yang menderita stroke. Karena ambulans tidak bisa menembus jalan berlumpur, warga terpaksa menandu pasien sejauh sekitar tiga kilometer menuju titik di mana ambulans dapat menunggu, sebelum dibawa ke Puskesmas Tanjungsamak.
Menurut penuturan warga setempat, Mustofa, jalan poros yang menghubungkan Desa Tanjung Bakau – Tanjung Gemuk – Tanjung Medang – Sungai Gayung Kiri sepanjang sekitar 28 kilometer itu telah lama mengalami kerusakan. Jalan tersebut dibangun pada era pemerintahan Kabupaten Bengkalis sekitar tahun 2000-an dan belum mendapat perbaikan berarti sejak Kepulauan Meranti menjadi kabupaten sendiri.
“Kalau musim panas, mobil ambulans masih bisa lewat, tapi kalau hujan, jalannya berlumpur dan licin. Ambulans tidak bisa masuk sama sekali. Jadi, kami harus gotong royong membawa pasien dengan tandu,”ujar Mustofa, salah seorang warga yang ikut dalam proses evakuasi.
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak sejumlah warga berjalan kaki di jalan berlumpur sambil menandu pasien dengan alat seadanya. Ambulans diketahui hanya bisa menunggu di ujung jalan poros yang dulu dibangun pada masa pemerintahan Aji Adil.
Warga berharap agar pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat segera memperhatikan kondisi infrastruktur tersebut. Menurut mereka, kerusakan jalan tidak hanya menghambat akses kesehatan, tetapi juga perekonomian masyarakat di wilayah pesisir.
Meski menghadapi keterbatasan, semangat gotong royong dan solidaritas warga tetap terlihat kuat. Mereka bahu-membahu membantu sesama di tengah kondisi jalan yang memprihatinkan.
“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,”pungkas Mustofa. (RK12).







