RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Sebanyak 15 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menerima apresiasi khusus dari Dekranasda Kepri dalam rangkaian kegiatan Dekra Fest 2025, Sabtu (15/11) petang. Namun lebih dari sekadar seremoni, penghargaan ini menjadi pintu masuk bagi upaya serius mendorong UMKM Kepri naik kelas melalui penguatan kualitas, identitas produk, dan perlindungan HAKI.
Kegiatan yang digelar di halaman Gedung Dekranasda Kepri, kawasan Gurindam 12 Tanjungpinang itu menjadi momentum memperkuat peran UMKM sebagai fondasi ekonomi kreatif daerah. Dekra Fest tahun ini menonjolkan pentingnya kreativitas dan keberlanjutan usaha dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat.
Ketua Harian Dekranasda Kepri, Novianto, menjelaskan bahwa apresiasi diberikan kepada para pelaku UMKM yang dinilai berhasil menunjukkan konsistensi pada peningkatan mutu dan keberanian memperluas pasar. Menurutnya, fokus pengembangan kini bukan hanya produksi, tetapi juga karakter brand, inovasi, serta kesiapan ekspor.
“Sebanyak 15 pelaku UMKM kita berikan apresiasi berupa bantuan dan piagam penghargaan yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Dekranasda Kepri, Ibu Dewi Kumalasari. Ini adalah dukungan nyata agar UMKM semakin percaya diri menembus pasar lebih luas,” kata Novianto.
Pada kategori fesyen, sejumlah desainer lokal dinilai berhasil mengangkat kekayaan budaya Melayu dalam karya busana modern. Di antara penerimanya adalah Hermansyah (brand ALRAFI), Waode Nila Sari (NILAHIBALI), Siti Fatimah (DYSYNY), Luhung Esa Pertiwi (TITIK BUMI), dan Tri Wahyuni (NATAIVANA). Merek-merek ini dinilai mampu memadukan unsur tradisi dan tren global secara menarik.
Sementara di sektor kuliner, apresiasi diberikan dalam bentuk bantuan desain kemasan, pendampingan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), bantuan AKG, hingga fasilitasi P-IRT. Dukungan tersebut diberikan kepada pelaku seperti Febi Rinanda (Kerupuk Ikan Tamban – Bintan), Molyadi (Dessert Box – Tanjungpinang), Achsa Zikri R (Black Garlic Sally), dan Rahmat Rivaldi dari Kelompok Gemilang Bang Tokif.
Novianto menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar hadiah, melainkan bagian dari strategi besar Dekranasda untuk memperkuat daya saing UMKM Kepri di tingkat regional maupun nasional. “Kami ingin produk Kepri dikenal karena kualitas, bukan hanya karena tempat asalnya,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kepri juga memperluas jangkauan pembinaan melalui kurasi produk bagi UMKM di tujuh kabupaten dan kota. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kepri, Riki Rionaldi, menjelaskan bahwa kurasi dilakukan agar setiap produk UMKM memenuhi standar kelayakan pasar.
“Pembinaan terus dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai pihak. Kurasi membantu UMKM agar masuk pasar dengan kualitas yang bisa bersaing dan berkelanjutan,” kata Riki.
Ia menambahkan bahwa salah satu strategi pembinaan adalah penguatan sentra UMKM. Setiap sentra minimal terdiri dari lima pelaku usaha sehingga proses produksi, pemasaran, hingga inovasi dapat dilakukan secara kolektif dan lebih efisien.
Menurut Riki, pendekatan berbasis sentra terbukti lebih efektif karena pelaku UMKM dapat saling berbagi ilmu, peralatan, bahkan strategi pemasaran. Model ini juga mempermudah pemerintah dalam memfokuskan bantuan.
Dekra Fest sendiri merupakan ajang tahunan Dekranasda Kepri yang terus berkembang dari sekadar pameran menjadi ruang edukasi, kurasi, serta promosi produk unggulan daerah. Tahun ini, festival tersebut semakin menonjolkan peran UMKM kreatif sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
“Salah satu tujuan utama Dekra Fest adalah membangkitkan ekonomi Kepri melalui penguatan UMKM. Tahun ini, seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di halaman Gedung Dekranasda Kepri,” ujar Riki.
Ia menambahkan bahwa Dekra Fest bukan hanya pameran, tetapi juga wadah bagi UMKM untuk mendapatkan akses informasi, konsultasi usaha, hingga peluang jejaring bisnis. Pelaku usaha dari berbagai daerah saling bertukar pengalaman dan ide cara menjaga keberlanjutan usaha.
Dalam festival itu, pengunjung juga dapat melihat langsung beragam produk kreatif Kepri, mulai dari busana etnik, kerajinan tangan, hingga kuliner khas. Hal ini memperkuat posisi Kepri sebagai daerah yang memiliki potensi besar di sektor industri kreatif.
Penghargaan kepada 15 UMKM tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku lain untuk terus meningkatkan kualitas dan menjaga konsistensi produksi. Pemerintah menilai UMKM Kepri memiliki peluang besar menembus pasar luar negeri jika terus berorientasi pada standar global.
Melalui rangkaian program berkelanjutan, Dekranasda dan Pemprov Kepri menetapkan Dekra Fest sebagai bagian dari upaya jangka panjang memperkuat ekosistem UMKM. Dukungan yang diberikan tidak hanya berhenti pada bantuan langsung, tetapi juga pendampingan yang berkesinambungan.
Dengan langkah-langkah tersebut, UMKM Kepri diharapkan mampu tumbuh lebih kuat, lebih inovatif, dan siap bersaing di tengah dinamika pasar yang terus berubah. Festival ini menjadi bukti bahwa kreativitas lokal akan selalu menemukan ruang berkembang ketika mendapat dukungan yang tepat. (*)








