RiauKepri.com, BATAM – Ketua DPRD Kota Batam, Haji Muhammad Kamaluddin, menegaskan pentingnya dukungan moral dan kekuatan mental bagi para prajurit Yonif 136/Tuah Sakti yang akan bertugas menjaga perbatasan RI–PNG pada tahun 2026. Penegasan itu ia sampaikan saat menghadiri Upacara Pelepasan Satgas Pamtas RI–PNG di Pelabuhan Batu Ampar, Senin (17/11/2025).
Upacara pelepasan yang berlangsung khidmat tersebut diikuti ratusan personel TNI, menjadi momentum yang menunjukkan kesiapan daerah dalam memberikan dukungan penuh kepada pasukan yang membawa nama Batam dan Kepulauan Riau di garis terdepan penjagaan kedaulatan.
Sebanyak 450 prajurit diberangkatkan menuju Papua untuk menjalankan misi pengamanan wilayah perbatasan. Pemberangkatan dipimpin oleh Kasdam XIX/Tuanku Tambusai, Brigjen TNI Rudi Hermawan, yang sekaligus memberikan amanat terkait pentingnya menjaga kehormatan dan keutuhan NKRI.
Di tengah suasana haru dan bangga, Ketua DPRD Batam menekankan bahwa tugas besar para prajurit tidak hanya terkait aspek pertahanan, melainkan juga kehormatan dan nama baik daerah asal. Dukungan moral dari masyarakat, menurutnya, menjadi bagian penting dari kesiapan prajurit dalam menjalankan misi di wilayah rawan.
“Kami di Batam merasa terhormat memiliki pasukan yang berdedikasi tinggi seperti Yonif 136/TS. Mereka bukan hanya membawa nama TNI, tapi juga membawa semangat masyarakat Batam. Semoga mereka diberi kesehatan dan kekuatan menjalankan tugas,” ujar Kamaluddin.
Ia juga menambahkan bahwa keberangkatan prajurit ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat akan pentingnya menjaga stabilitas keamanan nasional, serta menghargai pengorbanan para penjaga perbatasan.
Dalam amanat pelepasan, Brigjen TNI Rudi Hermawan memberi pesan tegas mengenai tanggung jawab besar yang diemban para prajurit. Ia mengingatkan bahwa kondisi geografis dan tantangan sosial di wilayah perbatasan Papua membutuhkan ketangguhan fisik dan ketegasan sikap.
“Prajurit harus mampu menjadi representasi negara. Kalian adalah garda terdepan yang memastikan bendera Merah Putih tetap berkibar,” ungkapnya memberikan motivasi.
Sebelum menuju titik penugasan di wilayah Puncak Jaya, para prajurit akan menjalani pelatihan intensif pratugas selama satu bulan di Pusdiklat Infanteri, Jawa Barat. Pelatihan tersebut dirancang sebagai penguatan mental, teknis, dan strategi lapangan yang sesuai dengan kondisi daerah operasi.
Dari Batam, Satgas diberangkatkan menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandung untuk memulai pelatihan tahap akhir. Keberangkatan melalui jalur laut itu juga menjadi simbol kesiapan logistik dan koordinasi antarinstansi.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang turut hadir, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam memberikan dukungan penuh bagi prajurit yang mengemban amanah negara tersebut. Ia mengajak masyarakat mendoakan kelancaran tugas seluruh personel.
“Batam bangga. Semangat dan keteguhan mereka adalah bagian dari kekuatan bangsa. Mari kita doakan agar seluruh prajurit kembali dengan selamat dan membawa keberhasilan,” ujar Amsakar.
Melalui kehadiran para pejabat daerah dalam upacara ini, kehangatan dukungan dari masyarakat Batam tampak nyata. Momentum tersebut juga menegaskan sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pertahanan dalam menjaga persatuan bangsa.
Bagi Yonif 136/Tuah Sakti, penugasan ini bukan sekadar misi rutin, melainkan panggilan untuk menjaga kehormatan NKRI. Dengan bekal persiapan matang dan dukungan penuh dari daerah asal, para prajurit diharapkan mampu melaksanakan tugas dengan baik.
Keberangkatan menuju tanah Papua menjadi awal perjalanan panjang bagi para prajurit. Namun mereka tidak berangkat sendirian—dukungan moral dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah daerah menjadi bekal yang tak kalah penting dari persenjataan mereka.
Dengan semangat persatuan, Batam mengantar putra-putra terbaiknya menuju medan tugas, berharap mereka pulang dengan membawa cerita keberhasilan serta tetap dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. (RK6/*)







