Menu

Mode Gelap
Perjuangan Hamizan, Balita Siak dengan Kelainan Jantung, Dapat Dukungan Pemkab dan Yayasan Jantung Indonesia Dua Agenda Krusial SIWO di HPN 2026: SIWO Award 2025 dan Penentuan Porwanas 2027 Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 16 Januari 2026 – Umumnya Berawan dengan Potensi Hujan Lokal Imigrasi Pekanbaru Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Keimigrasian Dusun Tua Rimba Cempedak Belum Berlistrik, Bupati Siak Janji Perjuangkan Penerangan Audiensi ke LAMR, KSPSI Riau Ingin Jaga Citra Organisasi dan Marwah Melayu

Tanjungpinang

Pemko Tanjungpinang Perkuat Tata Kelola Agraria, IP4T Didorong Jadi Fondasi Data Pertanahan Terintegrasi

badge-check


					Rapat Pembahasan dan Persiapan Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (IP4T), di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang. F: Diskominfo Tanjungpinang Perbesar

Rapat Pembahasan dan Persiapan Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (IP4T), di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang. F: Diskominfo Tanjungpinang

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola agraria melalui pelaksanaan Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (IP4T). Komitmen ini ditegaskan dalam rapat persiapan dan pembahasan IP4T yang digelar di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senin (17/11/2025).

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, memimpin langsung rapat tersebut. Ia menegaskan bahwa IP4T bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan langkah strategis untuk membangun fondasi data pertanahan yang akurat, terpadu, dan mampu menjadi benteng pencegah konflik lahan.

“Data pertanahan yang valid akan menentukan ketepatan perencanaan pembangunan. Dengan IP4T, kita memastikan setiap potensi sengketa dapat dipetakan sejak dini sehingga pembangunan dapat berjalan lebih adil dan merata bagi masyarakat,” ujar Lis.

Lis juga menyoroti perlunya pembenahan sarana, prasarana, serta integrasi dengan program nasional, khususnya terkait pengelolaan lahan eks-HGB. Lahan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat kegiatan strategis, mulai dari program Koperasi Merah Putih, ketahanan pangan melalui urban farming dan cold storage, hingga kawasan energi surya sebagai bagian dari energi baru terbarukan.

Menurutnya, IP4T merupakan bagian penting dalam implementasi reforma agraria di tingkat daerah. Dengan basis data tanah yang akurat, pemerintah dapat memperkuat arah kebijakan pengelolaan aset sekaligus memastikan pembangunan berlangsung secara berkelanjutan.

Rapat tersebut juga membahas pembagian tugas antarinstansi, sinkronisasi data, hingga penyusunan jadwal pelaksanaan kegiatan. Perangkat daerah diminta melakukan koordinasi intensif agar hasil inventarisasi benar-benar memberikan dampak nyata dalam pengelolaan aset pertanahan.

Melalui tahap awal IP4T ini, Pemko Tanjungpinang ingin memastikan pembenahan administrasi pertanahan dilakukan menyeluruh dan inklusif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Sekda Kota Tanjungpinang Zulhidayat, Kapolres Tanjungpinang Kombes Pol. Hamam Wahyudi, Kajari Tanjungpinang Rachmad Surya Lubis, serta instansi vertikal dan perangkat daerah terkait lainnya. (RK9)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HPN 2026 Jadi Momentum Penguatan Peran Pers di Tanjungpinang

15 Januari 2026 - 16:53 WIB

Domino Jadi Jembatan Kebersamaan, Wali Kota Tanjungpinang Bangun Kedekatan dengan Warga

14 Januari 2026 - 17:25 WIB

DPRD Tanjungpinang Juara Turnamen Minisoccer Piala Ketua DPRD Kepri 2026

10 Januari 2026 - 19:08 WIB

PWI Tanjungpinang Matangkan Persiapan HPN 2026 Bersama DPRD

7 Januari 2026 - 11:25 WIB

Kejari Tanjungpinang Buka Proses Hukum Pasar Puan Ramah, Tegaskan Penyidikan Berjalan dan Terbuka pada Partisipasi Publik

7 Januari 2026 - 11:20 WIB

Trending di Tanjungpinang