Menu

Mode Gelap
Perjuangan Hamizan, Balita Siak dengan Kelainan Jantung, Dapat Dukungan Pemkab dan Yayasan Jantung Indonesia Dua Agenda Krusial SIWO di HPN 2026: SIWO Award 2025 dan Penentuan Porwanas 2027 Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 16 Januari 2026 – Umumnya Berawan dengan Potensi Hujan Lokal Imigrasi Pekanbaru Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Keimigrasian Dusun Tua Rimba Cempedak Belum Berlistrik, Bupati Siak Janji Perjuangkan Penerangan Audiensi ke LAMR, KSPSI Riau Ingin Jaga Citra Organisasi dan Marwah Melayu

Batam

Batam Perkuat Integritas Birokrasi, Amsakar Dorong Aparatur Berani Ambil Keputusan Tanpa Ragu

badge-check


					Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, buka Sosialisasi Mekanisme Pemeriksaan dan Verifikasi Pemberian Daftar Hitam di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam. F: Ist Perbesar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, buka Sosialisasi Mekanisme Pemeriksaan dan Verifikasi Pemberian Daftar Hitam di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam. F: Ist

RiauKepri.com, BATAM – Pemerintah Kota Batam menegaskan komitmennya untuk memperkuat integritas aparatur melalui peningkatan pemahaman mekanisme pemeriksaan dan verifikasi daftar hitam penyedia barang dan jasa. Upaya tersebut disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat membuka Sosialisasi Mekanisme Pemeriksaan dan Verifikasi Pemberian Daftar Hitam di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Rabu (19/11/2025).

Sosialisasi yang diikuti 120 peserta dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu menghadirkan narasumber dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI, Rinaldi Morinjio, Analis Hukum Ahli Madya pada Deputi Bidang Penanganan Permasalahan Hukum dan Perkara.

Dalam arahannya, Amsakar menekankan bahwa peningkatan kapasitas aparatur tidak hanya bertujuan memperbaiki tata kelola, namun juga mendorong keberanian setiap pejabat pengambil keputusan agar tidak ragu dalam menangani kasus pengadaan. Ia menilai, penguatan integritas harus dimulai dari pemahaman regulasi yang menyeluruh.

“Ketika pedoman dipahami dengan jelas, aparatur tidak akan ragu. Mereka memiliki dasar yang kuat untuk menganalisis masalah dan mengambil keputusan yang objektif,” ujar Amsakar.

Ia menambahkan bahwa persepsi publik terhadap pemerintah akan berubah ketika aparatur mampu bekerja secara transparan dan konsisten. Karena itu, keseragaman pemahaman mengenai mekanisme daftar hitam dinilai menjadi kunci agar proses pengadaan dapat berjalan bersih dan akuntabel.

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan arah kebijakan nasional, khususnya Asta Cita ke-7 Presiden RI Prabowo Subianto terkait reformasi hukum, politik, dan birokrasi. Amsakar menyebut Batam harus mampu menerjemahkannya ke dalam tindakan nyata di seluruh OPD.

“Integritas itu lahir dari keberanian. Jika kita memahami aturan dan berpegang pada objektivitas, maka keputusan yang kita ambil akan memperkuat kepercayaan publik,” lanjutnya.

Ia berharap seluruh peserta mengikuti materi dengan serius demi menciptakan birokrasi yang mampu bekerja tanpa keraguan, terutama dalam penegakan aturan terkait daftar hitam penyedia barang dan jasa.

“Insyaallah, dengan kesungguhan kita bersama, pembangunan di Batam semakin baik dan tata kelola pemerintahan semakin kuat. Good Governance dan Clean Governance bukan hanya slogan, tapi hasil dari keberanian menegakkan aturan,” tutupnya. (RK6)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi I DPRD Kota Batam Gelar RDPU, Mediasi Polemik Lahan Kavling Batuaji Baru

14 Januari 2026 - 21:03 WIB

DPRD Kota Batam Gelar Paripurna, Dengarkan Pendapat Wali Kota soal Ranperda LAM

14 Januari 2026 - 20:55 WIB

Gejolak di The Icon Central: Warga Tempel Spanduk Tolak Homestay, Tuntut IPL Diturunkan

14 Januari 2026 - 17:17 WIB

Kapolda Kepri Beri Dukungan Terkait Perjalanan Agus Bagjana Jelajahi 13 Negara

14 Januari 2026 - 07:16 WIB

Solidaritas Lintas Sumatra, Batam Salurkan Rp4,8 Miliar untuk Pemulihan Aceh

10 Januari 2026 - 09:51 WIB

Trending di Batam