Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Rabu, 22 Juli 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak Ikuti Pelatihan Kompetensi Calon Guru di BGTK Riau Gas Metana: Pembelajaran Berharga dari Ledakan di Grand Polonia Medan Polsek Mandau Ungkap Kasus Penyalahgunaan Ekstasi, Dua Terduga Diamankan Dukung Program P4GN Persiapan Porprov Riau 2027, KONI dan Disporapar Meranti Mulai Matangkan Persiapan Polsek Bantan Siapkan Lahan Ketahanan Pangan, Gandeng Kelompok Tani Milenial Tanam Jagung Pipil

Batam

Batam Perkuat Integritas Birokrasi, Amsakar Dorong Aparatur Berani Ambil Keputusan Tanpa Ragu

badge-check

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, buka Sosialisasi Mekanisme Pemeriksaan dan Verifikasi Pemberian Daftar Hitam di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam. F: Ist Perbesar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, buka Sosialisasi Mekanisme Pemeriksaan dan Verifikasi Pemberian Daftar Hitam di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam. F: Ist

RiauKepri.com, BATAM – Pemerintah Kota Batam menegaskan komitmennya untuk memperkuat integritas aparatur melalui peningkatan pemahaman mekanisme pemeriksaan dan verifikasi daftar hitam penyedia barang dan jasa. Upaya tersebut disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat membuka Sosialisasi Mekanisme Pemeriksaan dan Verifikasi Pemberian Daftar Hitam di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Rabu (19/11/2025).

Sosialisasi yang diikuti 120 peserta dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu menghadirkan narasumber dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI, Rinaldi Morinjio, Analis Hukum Ahli Madya pada Deputi Bidang Penanganan Permasalahan Hukum dan Perkara.

Dalam arahannya, Amsakar menekankan bahwa peningkatan kapasitas aparatur tidak hanya bertujuan memperbaiki tata kelola, namun juga mendorong keberanian setiap pejabat pengambil keputusan agar tidak ragu dalam menangani kasus pengadaan. Ia menilai, penguatan integritas harus dimulai dari pemahaman regulasi yang menyeluruh.

“Ketika pedoman dipahami dengan jelas, aparatur tidak akan ragu. Mereka memiliki dasar yang kuat untuk menganalisis masalah dan mengambil keputusan yang objektif,” ujar Amsakar.

Ia menambahkan bahwa persepsi publik terhadap pemerintah akan berubah ketika aparatur mampu bekerja secara transparan dan konsisten. Karena itu, keseragaman pemahaman mengenai mekanisme daftar hitam dinilai menjadi kunci agar proses pengadaan dapat berjalan bersih dan akuntabel.

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan arah kebijakan nasional, khususnya Asta Cita ke-7 Presiden RI Prabowo Subianto terkait reformasi hukum, politik, dan birokrasi. Amsakar menyebut Batam harus mampu menerjemahkannya ke dalam tindakan nyata di seluruh OPD.

“Integritas itu lahir dari keberanian. Jika kita memahami aturan dan berpegang pada objektivitas, maka keputusan yang kita ambil akan memperkuat kepercayaan publik,” lanjutnya.

Ia berharap seluruh peserta mengikuti materi dengan serius demi menciptakan birokrasi yang mampu bekerja tanpa keraguan, terutama dalam penegakan aturan terkait daftar hitam penyedia barang dan jasa.

“Insyaallah, dengan kesungguhan kita bersama, pembangunan di Batam semakin baik dan tata kelola pemerintahan semakin kuat. Good Governance dan Clean Governance bukan hanya slogan, tapi hasil dari keberanian menegakkan aturan,” tutupnya. (RK6)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Prakiraan Cuaca Kepri Sabtu, 18 Juli 2026: Berawan hingga Hujan Ringan, Warga Diminta Waspadai Perubahan Cuaca

18 Juli 2026 - 00:01 WIB

BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI

14 Juli 2026 - 19:11 WIB

Nikmati Liburan “Tropical Escape” di Nongsa Resorts Batam

14 Juli 2026 - 13:34 WIB

Karang Taruna Kota Batam Sukses Melaksanakan Kegiatan Pasar Tumbuh 2026

14 Juli 2026 - 09:06 WIB

Agendakan Nobar Piala Dunia 2026, PWI dan KPI Kepri Perkuat Konsolidasi Hadapi Tantangan Penyiaran di Era Digital

9 Juli 2026 - 06:36 WIB

Trending di Batam