Menu

Mode Gelap
Anambas Masuk Program Reaktivasi Internet BAKTI, 17 Lokasi Strategis Segera Terlayani Prakiraan Cuaca Jumat 23 Januari 2026: Mayoritas Wilayah Kepri Berawan, Sejumlah Titik Berpeluang Hujan Ringan Revitalisasi Pasar dan Tol Laut Jadi Fokus Audiensi Pemkab Anambas dengan Kemendag RI Respons Cepat Polisi Cegah Karhutla Meluas, Kebakaran Semak di Nongsa Berhasil Dikendalikan Dari Malaysia ke Riau, Mahasiswa UKM Merajut Silaturahmi Serumpun di LAMR SF Hariyanto Vs Ida: Jurus Terbuka di Gelanggang Kewenangan

Tanjungpinang

Dinas Koperasi dan UMKM Kepri Genjot Transformasi UMKM Lewat Program Terpadu Naik Kelas

badge-check


					Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, bersama dengan peserta pelatihan peningkatan daya saing. F: Ist Perbesar

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, bersama dengan peserta pelatihan peningkatan daya saing. F: Ist

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Kepulauan Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui sektor usaha rakyat. Langkah terbaru yang diambil adalah peluncuran program terpadu yang dirancang untuk mempercepat transformasi UMKM Kepri menuju standar global.

Program ini menjadi inisiatif paling progresif yang pernah digulirkan Dinas Koperasi dan UMKM Kepri, karena tidak hanya menyasar pelaku usaha yang sudah berkembang, tetapi juga UMKM potensial yang telah mengikuti beragam pelatihan dan pendampingan sebelumnya. Dengan pendekatan bertingkat, dinas ingin memastikan setiap pelaku usaha mendapat dukungan sesuai kebutuhan masing-masing.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, menyebut bahwa program tersebut hadir sebagai jawaban terhadap tingginya antusiasme UMKM Kepri untuk menjajaki pasar ekspor. Menurutnya, geliat UMKM Kepri dalam dua tahun terakhir menunjukkan perubahan yang cukup signifikan.

Riki menjelaskan bahwa peningkatan kualitas produk lokal menjadi modal penting untuk menembus pasar internasional. Namun, ia menegaskan masih banyak kebutuhan teknis yang perlu dipenuhi agar produk UMKM benar-benar mampu memenuhi standar global.

“Banyak UMKM kita memiliki potensi besar. Ada yang sudah dilirik buyer dari luar negeri, tapi kesiapan produksi dan standar mutu masih harus diperkuat. Program ini kami siapkan untuk menjembatani kebutuhan tersebut secara lebih sistematis,” ujar Riki.

Melalui program baru ini, Dinas Koperasi dan UMKM Kepri memberikan serangkaian layanan strategis, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, penguatan branding, hingga pendampingan pemenuhan standar ekspor. Seluruh proses dirancang agar UMKM mampu naik kelas secara berkelanjutan.

Salah satu fokus penting dalam program tersebut adalah pendampingan perpajakan untuk pelaku UMKM yang berorientasi ekspor. Minimnya pemahaman mengenai pajak ekspor dianggap menjadi hambatan yang sering muncul ketika UMKM mulai mengembangkan pasar ke luar negeri.

Untuk itu, Dinas Koperasi dan UMKM Kepri menjalin kerja sama dengan lembaga teknis terkait guna memberikan edukasi yang lebih intensif. Pendampingan pajak akan dilaksanakan secara berkala sehingga pelaku UMKM memiliki kejelasan dalam pengelolaan administrasi dan legalitas usaha mereka.

Selain pendampingan pajak, program ini juga menghadirkan mekanisme business matching sebagai upaya mempertemukan pelaku UMKM dengan agregator ekspor, pelaku industri besar, hingga potential buyer dari luar negeri. Langkah ini diyakini dapat mempercepat proses penetrasi pasar internasional.

Business matching tersebut rencananya akan menargetkan sejumlah negara dengan potensi pasar besar bagi produk UMKM Kepri, seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Uni Emirat Arab, hingga Turki. Diharapkan, interaksi langsung dengan pembeli dapat membuka transaksi konkret.

Dalam waktu dekat, Dinas Koperasi dan UMKM Kepri juga menyiapkan agenda lanjutan berupa klinik ekspor dan coaching clinic legalitas usaha. Kegiatan tersebut akan melibatkan instansi strategis seperti Bea Cukai, dinas perdagangan, dan perusahaan logistik yang berperan penting dalam arus ekspor.

Menurut Riki, sinergi lintas instansi menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem UMKM yang lebih kuat. Tanpa keterhubungan antar-sektor, UMKM sulit melangkah lebih jauh untuk memasuki rantai perdagangan global.

Program terpadu ini juga dirancang untuk mendukung UMKM agar lebih siap menghadapi persaingan internasional, baik dari sisi kualitas produk maupun kemampuan manajerial. Dinas menilai bahwa keberadaan UMKM yang kompetitif akan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah.

Selain itu, program ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam menjadikan UMKM sebagai salah satu tulang punggung ekonomi. Dengan keberagaman potensi produk lokal, Kepri dinilai memiliki peluang besar untuk memperluas pasar ekspor.

Dinas Koperasi dan UMKM Kepri menargetkan peningkatan jumlah UMKM berorientasi ekspor secara signifikan dalam dua tahun ke depan. Target tersebut dianggap realistis jika seluruh mekanisme pembinaan berjalan sesuai rencana.

Melalui program ini, pemerintah berharap UMKM Kepri tak hanya mampu bertahan, tetapi juga menjadi pemain penting di pasar internasional. Dengan inovasi kebijakan dan pendampingan yang semakin terarah, Kepri optimistis dapat mencetak lebih banyak pelaku usaha berdaya saing global. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HPN 2026, BNNK Tanjungpinang Hadirkan Edukasi Rehabilitasi Narkotika untuk Masyarakat

21 Januari 2026 - 18:53 WIB

PWI Tanjungpinang Gelar Donor Darah HPN 2026

20 Januari 2026 - 15:09 WIB

Kepri Didorong Jadi Pusat Kuliner Halal, Kuota 9.511 Sertifikat Gratis Siap Dimaksimalkan

17 Januari 2026 - 06:30 WIB

HPN 2026 Jadi Momentum Penguatan Peran Pers di Tanjungpinang

15 Januari 2026 - 16:53 WIB

Domino Jadi Jembatan Kebersamaan, Wali Kota Tanjungpinang Bangun Kedekatan dengan Warga

14 Januari 2026 - 17:25 WIB

Trending di Tanjungpinang