Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Batam

Batam Perkuat Jaring Pengaman Sosial, 24 Ribu Pekerja Rentan Ditargetkan Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

badge-check

Audiensi dan silaturahmi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam ke Pemko Batam di Ruang Kerja Sekda, Kantor Wali Kota Batam. (Foto: Diskominfo Batam) Perbesar

Audiensi dan silaturahmi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam ke Pemko Batam di Ruang Kerja Sekda, Kantor Wali Kota Batam. (Foto: Diskominfo Batam)

RiauKepri.com, BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mempercepat penguatan jaring pengaman sosial bagi pekerja rentan sebagai bagian dari prioritas pembangunan sumber daya manusia. Upaya ini dipertegas melalui sinergi bersama BPJS Ketenagakerjaan yang kembali dibahas dalam audiensi di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (26/11/2025).

Hingga tahun 2025, Pemko Batam telah menjamin perlindungan bagi 11.501 pekerja rentan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Jumlah ini akan meningkat signifikan seiring rencana penambahan 12.847 peserta baru yang dialokasikan melalui APBD Perubahan 2025.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, menyampaikan bahwa perluasan kepesertaan jaminan sosial merupakan langkah strategis untuk memastikan pekerja berpenghasilan rendah tetap terlindungi dari risiko kerja. Ia menegaskan bahwa program ini menjadi bagian penting dari prioritas Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.

“Kami menyambut baik sinergi yang terus terbangun dengan BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan bagi pekerja rentan adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam meminimalkan risiko sosial dan ekonomi,” ujar Firmansyah.

Audiensi tersebut dihadiri Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Kota Batam, Muhammad Zuhri Bahri, bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam, Suci Rahmad, dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sekupang, Budi Pramono. Pertemuan membahas strategi optimalisasi jaminan sosial ketenagakerjaan agar cakupan peserta di Batam terus meningkat.

Firmansyah juga memberikan apresiasi atas dukungan BPJS Ketenagakerjaan dalam percepatan perluasan kepesertaan. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat menjaga konsistensi perlindungan sosial bagi seluruh pekerja Batam, terutama kelompok berisiko tinggi.

Hingga akhir 2025, total peserta dari kategori pekerja rentan diproyeksikan mencapai lebih dari 24 ribu orang. Pemerintah menilai peningkatan ini penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan Batam sebagai kota yang inklusif dan berdaya saing. (RK6/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Peduli Krisis Air, PWI Kepri Inisiasi FGD Gandeng Polda Kepri dan BP Batam

27 Okt 2026 - 19:56 WIB

Peduli Krisis Air, PWI Kepri Inisiasi FGD Gandeng Polda Kepri dan BP Batam

BEI Kepri Gandeng Media, Investor Pasar Modal Tumbuh 50 Persen

24 Okt 2026 - 06:30 WIB

BEI Kepri Gandeng Media, Investor Pasar Modal Tumbuh 50 Persen

Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media

23 Okt 2026 - 09:23 WIB

Perkuat Literasi, Ketua PWI Kepri Ajak Kepala Sekolah Batam Kolaborasi dengan Media

Ombudsman Kepri Turun Langsung ke Lapas Batam, Pelayanan Publik dan Hak Warga Binaan Jadi Sorotan

23 Okt 2026 - 06:25 WIB

Ombudsman Kepri Turun Langsung ke Lapas Batam, Pelayanan Publik dan Hak Warga Binaan Jadi Sorotan

Ketua DPRD Batam Kamaluddin Minta Maaf atas Molornya Jadwal Paripurna, Segera Perbaiki Koordinasi

22 Okt 2026 - 14:33 WIB

Ketua DPRD Batam Kamaluddin Minta Maaf atas Molornya Jadwal Paripurna, Segera Perbaiki Koordinasi
Trending di Batam