Menu

Mode Gelap
Perjuangan Hamizan, Balita Siak dengan Kelainan Jantung, Dapat Dukungan Pemkab dan Yayasan Jantung Indonesia Dua Agenda Krusial SIWO di HPN 2026: SIWO Award 2025 dan Penentuan Porwanas 2027 Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 16 Januari 2026 – Umumnya Berawan dengan Potensi Hujan Lokal Imigrasi Pekanbaru Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Keimigrasian Dusun Tua Rimba Cempedak Belum Berlistrik, Bupati Siak Janji Perjuangkan Penerangan Audiensi ke LAMR, KSPSI Riau Ingin Jaga Citra Organisasi dan Marwah Melayu

Tanjungpinang

4 Ribu Ton Beras Premium Masuk Kepri, Pemerintah Perkuat Benteng Ketahanan Pangan Jelang Nataru

badge-check


					Ansar Ahmad, Gubernur Kepri. (Foto: Diskominfo Kepri) Perbesar

Ansar Ahmad, Gubernur Kepri. (Foto: Diskominfo Kepri)

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Pemerintah pusat mulai memperkuat cadangan pangan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan mengalirkan pasokan besar beras premium dari Sulawesi. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog untuk mengirim 4 ribu ton beras sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem dan peningkatan kebutuhan masyarakat pada akhir tahun.

Pengiriman pasokan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi merupakan respons cepat atas sinyal kuat kebutuhan daerah. Gubernur Kepri Ansar Ahmad sebelumnya meminta dukungan tambahan kepada Bapanas dan Bulog dalam pertemuan di Jakarta pada 10 November 2025. Permintaan itu langsung direspons dengan penetapan alokasi khusus untuk Kepri.

“Kita menyambut baik keputusan Bapanas. Pasokan ini sangat penting untuk menjaga ketersediaan beras di Kepri menjelang Nataru,” ujar Gubernur Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Kamis (27/11/2025).
Ansar juga memastikan agar distribusi tidak berlarut-larut. Ia telah menginstruksikan jajaran terkait agar 4 ribu ton beras tersebut segera disalurkan ke seluruh kabupaten/kota.

Strategi Menghadapi Tekanan Harga

Penguatan cadangan beras ini menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Provinsi Kepri dalam menjaga stabilitas harga. Dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) beberapa waktu lalu, Ansar menyoroti risiko kenaikan harga akibat cuaca ekstrem yang kerap menghambat suplai barang antar pulau.

Beras menjadi salah satu komoditas yang masuk kategori rawan, selain cabai merah, ikan selar, minyak goreng, telur, dan ayam ras. Oleh itu, ia meminta perangkat daerah memperbarui neraca pangan serta memperkuat koordinasi dengan pelaku distribusi untuk memastikan pasokan tetap lancar.

“Inflasi Kepri Oktober 2025 tercatat 0,36 persen (mtm) dan 3,01 persen (yoy), masih dalam rentang sasaran nasional. Namun kita perlu mengantisipasi tekanan harga akhir tahun,” jelasnya.

Optimisme Pengendalian Inflasi

Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri menilai langkah-langkah pengendalian yang dilakukan pemerintah daerah cukup efektif. Kepala BPS Kepri, Margaretha Ari Anggorowati, menyampaikan optimismenya bahwa inflasi saat Nataru dapat ditekan di bawah 3,5 persen.

Menurutnya, sejumlah program stabilisasi harga berjalan sesuai rencana. Salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat dikhawatirkan memicu peningkatan permintaan, namun terbukti tidak memberi tekanan berarti pada harga komoditas pangan.

Dengan masuknya suplai baru dari Sulawesi, pemerintah berharap Kepri berada dalam kondisi aman baik dari segi pasokan maupun stabilitas harga, sehingga masyarakat dapat menghadapi akhir tahun tanpa kekhawatiran lonjakan harga kebutuhan pokok. (RK9/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HPN 2026 Jadi Momentum Penguatan Peran Pers di Tanjungpinang

15 Januari 2026 - 16:53 WIB

Domino Jadi Jembatan Kebersamaan, Wali Kota Tanjungpinang Bangun Kedekatan dengan Warga

14 Januari 2026 - 17:25 WIB

DPRD Tanjungpinang Juara Turnamen Minisoccer Piala Ketua DPRD Kepri 2026

10 Januari 2026 - 19:08 WIB

PWI Tanjungpinang Matangkan Persiapan HPN 2026 Bersama DPRD

7 Januari 2026 - 11:25 WIB

Kejari Tanjungpinang Buka Proses Hukum Pasar Puan Ramah, Tegaskan Penyidikan Berjalan dan Terbuka pada Partisipasi Publik

7 Januari 2026 - 11:20 WIB

Trending di Tanjungpinang