RiauKepri.com, BATAM – Pemerintah Kota dan Badan Pengusahaan (BP) Batam kini mengarahkan strategi pembangunan pada percepatan transformasi digital dan modernisasi infrastruktur sebagai jurus utama menarik masuknya investasi berskala internasional. Langkah ini ditegaskan Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dalam program Dialog Penting di GarudaTV yang membahas lompatan ekosistem investasi Batam beberapa tahun terakhir.
Amsakar menyampaikan bahwa persaingan antar-kawasan ekonomi di Asia semakin ketat, sehingga Batam harus bergerak lebih agresif dengan membangun sistem layanan berbasis teknologi dan memperkuat struktur logistiknya.
“Batam berada di jalur emas perdagangan dunia. Namun keunggulan geografis saja tak cukup. Kecepatan layanan dan kepastian infrastruktur menjadi faktor penentu kepercayaan investor,” jelasnya.
Perizinan Digital: iBOSS dan LMS Jadi Senjata Baru
Dalam paparannya, Amsakar menegaskan bahwa reformasi layanan investasi menjadi fondasi utama. Melalui sistem terpadu iBOSS, BP Batam menyederhanakan seluruh proses perizinan agar lebih transparan dan dapat dipantau secara real time.
Sementara Land Management System (LMS) menjadi terobosan baru dalam penyediaan data lahan melalui visualisasi digital tiga dimensi yang dapat diakses publik. Teknologi ini dinilai meminimalkan ketidakpastian sekaligus mempercepat komunikasi dengan calon investor.
BP Batam juga mengembangkan manajemen talenta dan duta investasi digital yang berfungsi menjembatani kebutuhan investor secara cepat melalui kanal daring.
Bandara dan Pelabuhan Dipersiapkan Jadi Hub Regional
Selain transformasi digital, pembangunan fisik menjadi prioritas. Bandara Internasional Hang Nadim tengah menjalani pengembangan besar-besaran bersama konsorsium Angkasa Pura I, Incheon Airport, dan WIKA. Proyek ini mencakup revitalisasi Terminal 1, pembangunan Terminal Internasional 2, dan fasilitas VVIP baru untuk mendukung mobilitas pelaku usaha.
Di sektor logistik laut, Pelabuhan Batu Ampar mengalami pertumbuhan kinerja setelah lima unit Ship to Shore Crane (STS) beroperasi penuh. Peningkatan kapasitas ini berhasil menaikkan produktivitas bongkar muat hingga 18 persen dan memangkas waktu tunggu kapal hingga separuhnya.
“Tahun depan kami datangkan enam crane otomatis tambahan. Kami ingin Pelabuhan Batu Ampar menjadi simpul logistik yang bisa bersaing dengan negara tetangga,” ujar Amsakar.
Efisiensi Perizinan Dorong Lonjakan Investasi
BP Batam juga mencatat peningkatan signifikan dalam efisiensi layanan. Izin PKKPRL yang sebelumnya bisa menunda investasi hingga dua tahun kini dapat rampung dalam 14 hari kerja. Proses Amdal disederhanakan menjadi 39 hari, dengan pengawasan langsung melalui dashboard pimpinan agar hambatan birokrasi bisa segera diatasi.
Efek dari percepatan layanan ini mulai terlihat di masyarakat. Lapangan kerja tumbuh, sektor UMKM bergerak dinamis, dan ekonomi Batam mencatat pertumbuhan 6,66 persen hingga triwulan III, dengan peluang menyentuh 7 persen pada akhir tahun.
Ajakan Investasi: Batam Siapkan Kepastian Baru
Di akhir dialog, Amsakar menyampaikan bahwa kombinasi infrastruktur modern dan layanan berbasis teknologi merupakan modal kuat Batam untuk bersaing dengan pusat investasi global lainnya.
“Ini momentum terbaik bagi investor. Layanan makin pasti, regulasi negara memberi ruang luas, dan transformasi digital sudah berjalan. Batam siap menjadi rumah bagi investasi berkelas dunia,” tegasnya.







