Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Selasa 9 Juni 2026: Mayoritas Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Lahan Binaan Polsek Pinggir Hasilkan 2 Ton Jagung untuk Dukung Swasembada Pangan Dukung Ketahanan Pangan, Ps. Kasium Polsek Panipahan BRIPKA Muhammad Yusuf Laksanakan Pengecekan Jagung Pipil di Wilayah Panipahan Sejumlah Tiang Listrik di Jalan Baru Teluk Kaut–Mampok Terancam Roboh, Warga Khawatir PT BSP dan Fakultas Teknik UNRI Bahas Kerja Sama Program Magang Berdampak Aneng Kembali Dipercaya Pimpin Demokrat Kepri, Amir Fikri Apresiasi Jalannya Musda

Batam

BEI Kepri Dorong Budaya Investasi Sejak Kampus, Fokus pada Peningkatan Literasi Keuangan Masyarakat

badge-check


					Kepala Wilayah BEI Kepri, Indra Novita, saat diwawancarai wartawan. (Foto: ist) Perbesar

Kepala Wilayah BEI Kepri, Indra Novita, saat diwawancarai wartawan. (Foto: ist)

RiauKepri.com, BATAM – Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Kepulauan Riau menargetkan tumbuhnya budaya investasi yang lebih kuat di Batam dan wilayah Kepri dengan memperluas program literasi keuangan hingga ke lingkungan akademik. Kepala Wilayah BEI Kepri, Indra Novita, menyebut kolaborasi dengan perguruan tinggi kini menjadi salah satu strategi utama untuk melahirkan generasi muda yang melek pasar modal.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pendirian Galeri Investasi Kampus yang berfungsi bukan hanya sebagai ruang edukasi, tetapi juga laboratorium praktik bagi mahasiswa untuk memahami mekanisme investasi secara langsung. “Galeri investasi kampus ini menjadi pintu awal mahasiswa memahami bagaimana pasar modal bekerja,” kata Indra dalam Media Gathering BEI di Renuin Restaurant, Nagoya Hill, Batam, Sabtu (29/11).

Tak hanya menyasar mahasiswa, BEI Kepri juga aktif menggencarkan edukasi bagi masyarakat luas melalui program Sekolah Pasar Modal (SPM) yang digelar secara daring maupun tatap muka. Program ini dirancang agar calon investor tidak hanya tergiur keuntungan, tetapi juga memahami profil risiko, karakter produk investasi, hingga cara memilih instrumen yang sesuai kebutuhan.

Indra menegaskan pentingnya setiap investor mengenali kecenderungan risiko mereka. “Yang mengejar high risk high return biasanya memilih saham. Sementara yang lebih konservatif bisa melirik reksadana, obligasi negara, atau sukuk,” jelasnya.

Ia menilai reksadana masih menjadi pilihan paling ramah bagi pemula karena dikelola manajer investasi profesional, sehingga risiko relatif lebih terukur.

Melalui penguatan edukasi di kampus dan komunitas, BEI Kepri berharap literasi keuangan masyarakat terus meningkat. Dengan pemahaman yang lebih matang, masyarakat Kepri diharapkan dapat berinvestasi secara bijak dan berkelanjutan, sehingga mendukung pertumbuhan pasar modal nasional. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Foto Wajah LCM di Labeli BLACK LIST di Pintu Masuk THM, Timbulkan Pertanyaan Soal Hak Privasi

7 Juni 2026 - 05:39 WIB

Diduga Geng Motor Tusuk Karyawan Pabrik Pulang Kerja Dini Hari di Pesona Asri Batam Center

5 Juni 2026 - 16:44 WIB

Belajar Hukum dari Akar Peradaban: Mahasiswa Uniba Kuliah Lapangan di Museum Raja Ali Haji Batam.

5 Juni 2026 - 14:34 WIB

Respon Pergantian Kepala BGN, Ketua IARMI Kepri Optimistis MBG Makin Optimal di Bawah Kepemimpinan Nanik Suryati Deyang

3 Juni 2026 - 12:56 WIB

Turi Beach Resort Rayakan Anniversary ke-37 dengan Syukuran dan Donor Darah

2 Juni 2026 - 15:16 WIB

Trending di Batam