Menu

Mode Gelap
Perjuangan Hamizan, Balita Siak dengan Kelainan Jantung, Dapat Dukungan Pemkab dan Yayasan Jantung Indonesia Dua Agenda Krusial SIWO di HPN 2026: SIWO Award 2025 dan Penentuan Porwanas 2027 Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 16 Januari 2026 – Umumnya Berawan dengan Potensi Hujan Lokal Imigrasi Pekanbaru Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Keimigrasian Dusun Tua Rimba Cempedak Belum Berlistrik, Bupati Siak Janji Perjuangkan Penerangan Audiensi ke LAMR, KSPSI Riau Ingin Jaga Citra Organisasi dan Marwah Melayu

Batam

BEI Kepri Dorong Budaya Investasi Sejak Kampus, Fokus pada Peningkatan Literasi Keuangan Masyarakat

badge-check


					Kepala Wilayah BEI Kepri, Indra Novita, saat diwawancarai wartawan. (Foto: ist) Perbesar

Kepala Wilayah BEI Kepri, Indra Novita, saat diwawancarai wartawan. (Foto: ist)

RiauKepri.com, BATAM – Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Kepulauan Riau menargetkan tumbuhnya budaya investasi yang lebih kuat di Batam dan wilayah Kepri dengan memperluas program literasi keuangan hingga ke lingkungan akademik. Kepala Wilayah BEI Kepri, Indra Novita, menyebut kolaborasi dengan perguruan tinggi kini menjadi salah satu strategi utama untuk melahirkan generasi muda yang melek pasar modal.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pendirian Galeri Investasi Kampus yang berfungsi bukan hanya sebagai ruang edukasi, tetapi juga laboratorium praktik bagi mahasiswa untuk memahami mekanisme investasi secara langsung. “Galeri investasi kampus ini menjadi pintu awal mahasiswa memahami bagaimana pasar modal bekerja,” kata Indra dalam Media Gathering BEI di Renuin Restaurant, Nagoya Hill, Batam, Sabtu (29/11).

Tak hanya menyasar mahasiswa, BEI Kepri juga aktif menggencarkan edukasi bagi masyarakat luas melalui program Sekolah Pasar Modal (SPM) yang digelar secara daring maupun tatap muka. Program ini dirancang agar calon investor tidak hanya tergiur keuntungan, tetapi juga memahami profil risiko, karakter produk investasi, hingga cara memilih instrumen yang sesuai kebutuhan.

Indra menegaskan pentingnya setiap investor mengenali kecenderungan risiko mereka. “Yang mengejar high risk high return biasanya memilih saham. Sementara yang lebih konservatif bisa melirik reksadana, obligasi negara, atau sukuk,” jelasnya.

Ia menilai reksadana masih menjadi pilihan paling ramah bagi pemula karena dikelola manajer investasi profesional, sehingga risiko relatif lebih terukur.

Melalui penguatan edukasi di kampus dan komunitas, BEI Kepri berharap literasi keuangan masyarakat terus meningkat. Dengan pemahaman yang lebih matang, masyarakat Kepri diharapkan dapat berinvestasi secara bijak dan berkelanjutan, sehingga mendukung pertumbuhan pasar modal nasional. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi I DPRD Kota Batam Gelar RDPU, Mediasi Polemik Lahan Kavling Batuaji Baru

14 Januari 2026 - 21:03 WIB

DPRD Kota Batam Gelar Paripurna, Dengarkan Pendapat Wali Kota soal Ranperda LAM

14 Januari 2026 - 20:55 WIB

Gejolak di The Icon Central: Warga Tempel Spanduk Tolak Homestay, Tuntut IPL Diturunkan

14 Januari 2026 - 17:17 WIB

Kapolda Kepri Beri Dukungan Terkait Perjalanan Agus Bagjana Jelajahi 13 Negara

14 Januari 2026 - 07:16 WIB

Solidaritas Lintas Sumatra, Batam Salurkan Rp4,8 Miliar untuk Pemulihan Aceh

10 Januari 2026 - 09:51 WIB

Trending di Batam