Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Kamis, 11 Juni 2026: Tanjungpinang dan Batam Berpotensi Hujan Ringan, Wilayah Kepulauan Dominan Cerah Berawan LAMR: Jangan Diamkan Pelanggaran HAM Kepada Masyarakat Adat Bhabinkamtibmas Desa Bantar Panen Cabai Rawit Dukung Ketahanan Pangan Bina Desa Mahasiswa PBM FIB Unilak Dalami Adat Pernikahan Mempura Siak LAMR Sambut Kehadiran BPK Riau, Perkuat Pelestarian Adat dan Budaya Melayu DPRD Batam Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemko Pertahankan WTP ke-14

Batam

BEI Kepri Dorong Budaya Investasi Sejak Kampus, Fokus pada Peningkatan Literasi Keuangan Masyarakat

badge-check


					Kepala Wilayah BEI Kepri, Indra Novita, saat diwawancarai wartawan. (Foto: ist) Perbesar

Kepala Wilayah BEI Kepri, Indra Novita, saat diwawancarai wartawan. (Foto: ist)

RiauKepri.com, BATAM – Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Kepulauan Riau menargetkan tumbuhnya budaya investasi yang lebih kuat di Batam dan wilayah Kepri dengan memperluas program literasi keuangan hingga ke lingkungan akademik. Kepala Wilayah BEI Kepri, Indra Novita, menyebut kolaborasi dengan perguruan tinggi kini menjadi salah satu strategi utama untuk melahirkan generasi muda yang melek pasar modal.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pendirian Galeri Investasi Kampus yang berfungsi bukan hanya sebagai ruang edukasi, tetapi juga laboratorium praktik bagi mahasiswa untuk memahami mekanisme investasi secara langsung. “Galeri investasi kampus ini menjadi pintu awal mahasiswa memahami bagaimana pasar modal bekerja,” kata Indra dalam Media Gathering BEI di Renuin Restaurant, Nagoya Hill, Batam, Sabtu (29/11).

Tak hanya menyasar mahasiswa, BEI Kepri juga aktif menggencarkan edukasi bagi masyarakat luas melalui program Sekolah Pasar Modal (SPM) yang digelar secara daring maupun tatap muka. Program ini dirancang agar calon investor tidak hanya tergiur keuntungan, tetapi juga memahami profil risiko, karakter produk investasi, hingga cara memilih instrumen yang sesuai kebutuhan.

Indra menegaskan pentingnya setiap investor mengenali kecenderungan risiko mereka. “Yang mengejar high risk high return biasanya memilih saham. Sementara yang lebih konservatif bisa melirik reksadana, obligasi negara, atau sukuk,” jelasnya.

Ia menilai reksadana masih menjadi pilihan paling ramah bagi pemula karena dikelola manajer investasi profesional, sehingga risiko relatif lebih terukur.

Melalui penguatan edukasi di kampus dan komunitas, BEI Kepri berharap literasi keuangan masyarakat terus meningkat. Dengan pemahaman yang lebih matang, masyarakat Kepri diharapkan dapat berinvestasi secara bijak dan berkelanjutan, sehingga mendukung pertumbuhan pasar modal nasional. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Batam Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemko Pertahankan WTP ke-14

10 Juni 2026 - 16:38 WIB

Kecam Pemajangan Foto Wakil Ketua dengan Label “Black List”, PWI Kepri Desak HH Club Pulihkan Nama Baik LCM

10 Juni 2026 - 13:09 WIB

PWI-BNNP Kepri Mitra Strategis Dalam Rangka Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Narkotika

9 Juni 2026 - 17:53 WIB

Foto Wajah LCM di Labeli BLACK LIST di Pintu Masuk THM, Timbulkan Pertanyaan Soal Hak Privasi

7 Juni 2026 - 05:39 WIB

Diduga Geng Motor Tusuk Karyawan Pabrik Pulang Kerja Dini Hari di Pesona Asri Batam Center

5 Juni 2026 - 16:44 WIB

Trending di Batam