Menu

Mode Gelap
Anambas Masuk Program Reaktivasi Internet BAKTI, 17 Lokasi Strategis Segera Terlayani Prakiraan Cuaca Jumat 23 Januari 2026: Mayoritas Wilayah Kepri Berawan, Sejumlah Titik Berpeluang Hujan Ringan Revitalisasi Pasar dan Tol Laut Jadi Fokus Audiensi Pemkab Anambas dengan Kemendag RI Respons Cepat Polisi Cegah Karhutla Meluas, Kebakaran Semak di Nongsa Berhasil Dikendalikan Dari Malaysia ke Riau, Mahasiswa UKM Merajut Silaturahmi Serumpun di LAMR SF Hariyanto Vs Ida: Jurus Terbuka di Gelanggang Kewenangan

Batam

Dekranasda Batam Perkuat Kompetensi Pembatik Lewat Studi Tiru ke Sentra Batik Kulon Progo

badge-check


					Dekranasda Kota Batam, Erlita Amsakar, bawa 12 pembatik Batam ikuti program study tiru di Sembung Batik, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto: Diskominfo Batam) Perbesar

Dekranasda Kota Batam, Erlita Amsakar, bawa 12 pembatik Batam ikuti program study tiru di Sembung Batik, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto: Diskominfo Batam)

RiauKepri.com, BATAM – Upaya Pemerintah Kota Batam dalam mempercepat kemajuan industri batik lokal semakin konkret. Melalui program studi tiru ke Sembung Batik, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Dekranasda Kota Batam mendorong kolaborasi antardaerah sebagai strategi peningkatan kapasitas perajin.

Sebanyak 12 pembatik Batam diberangkatkan untuk mengikuti program peningkatan keterampilan yang berlangsung mulai 27 November hingga 8 Desember 2025. Kehadiran rombongan dipimpin Ketua Dekranasda Batam, Erlita Amsakar, dan disambut hangat Ketua Dekranasda Kulon Progo, Nuraini Mufida, bersama perwakilan Sembung Batik.

Erlita menegaskan bahwa kolaborasi lintas daerah ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi langkah strategis untuk membuka wawasan para pembatik Batam. Dengan belajar langsung dari sentra batik yang telah mapan, ia berharap perajin Batam dapat mengadopsi teknik produksi yang lebih baik serta memperkaya kreativitas motif.

“Kami ingin para pembatik Batam menyerap sebanyak mungkin inspirasi dan metode baru. Semua bekal itu akan menjadi kekuatan untuk memajukan batik Batam sepulangnya nanti,” ujar Erlita.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan motif terbaru Batam yang menampilkan ikon Jembatan Barelang, sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas daerah melalui karya batik.

Perwakilan Sembung Batik, Zainal Arifin, menyambut baik kunjungan ini. Ia menilai pertukaran pengalaman antarperajin sangat penting dalam menjaga keberlanjutan industri batik nasional. Zainal juga mengenang perjumpaannya dengan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat masih menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

“Alhamdulillah, sekarang beliau menjadi Wali Kota. Semoga batik Batam makin berkembang,” ujarnya.

Ketua Dekranasda Kulon Progo, Nuraini Mufida, menyebut kerja sama ini sebagai bentuk sinergi positif antardaerah untuk memajukan kerajinan. Ia berharap hubungan kedua daerah tidak berhenti pada studi tiru saja, tetapi berkembang menjadi kolaborasi jangka panjang.

Program ini menjadi momentum penting bagi pembatik Batam untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperluas jejaring kreatif. Dekranasda Batam optimistis, pengalaman dari Kulon Progo akan berperan besar dalam mendorong batik Batam naik kelas dan semakin dikenal pada level nasional. (RK6/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Respons Cepat Polisi Cegah Karhutla Meluas, Kebakaran Semak di Nongsa Berhasil Dikendalikan

22 Januari 2026 - 19:27 WIB

Polda Kepri Dukung HPN 2026, Kapolda Terima Penghargaan Sahabat PWI

22 Januari 2026 - 14:24 WIB

Nada Salsabila Kamil di Undang Podcast RRI Atas Prestasinya

21 Januari 2026 - 18:57 WIB

Ranperda LAM Batam Disepakati, Yunus Pimpin Pansus

21 Januari 2026 - 17:16 WIB

Respons Cepat Ditsamapta Polda Kepri Tangani Kebakaran Angkringan Mega Legenda

21 Januari 2026 - 10:45 WIB

Trending di Batam