Menu

Mode Gelap
Wartawan Tinggalkan Lokasi Kunker Kapolda Kepri di Anambas Karena Sulit Ambil Dokumentasi Polsek Mandau Ungkap Kasus Diduga Peny Peny Sabu di Bathin Solapan, Satu Pria Diamankan Zuliaifanda Bayi Penderita Jantung Bocor, Dapat Bantuan PT TIMAH Untuk Pengobatan Patroli Perairan dan Rendezvous, Ditpolairud Polda Kepri Perkuat Kerja Sama Pengamanan Laut Dengan Singapore Police Coast Guard KWT Gamar Sejahtera Diduga Jual Pupuk Jatah dan Manipulasi Data Satresnarkoba Polres Bengkalis Ungkap Kasus Sabu di Jalan Datuk Laksamana Bathin Solapan

Pekanbaru

Hujan Badai Intai Riau, BTT Rp 20 Miliar Tidak Cukup

badge-check


					Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. (Foto: ist) Perbesar

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU– Hujan badai mengintai Riau, dan BMKG menunjukkan potensi tersebut. Sementara Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp20 miliar yang berada dalam “kocek” APBD Riau tidak akan cukup apabila bencana skala besar melanda Bumi Lancang Kuning ini.

Peningkatan Hujan Badai yang dapat Berdampak ke Riau.

Peringatan ini di sampaikan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dalam rapat bersama DPRD Riau pada Sabtu (29/11/2025), menyusul sejumlah bencana alam yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Hariyanto mengatakan bahwa BMKG telah mengeluarkan data terbaru mengenai potensi peningkatan hujan badai yang dapat berdampak langsung ke wilayah Riau. Ia menilai kondisi darurat di provinsi tetangga harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem.

Menurutnya, informasi dari BMKG menunjukkan bahwa potensi cuaca ekstrem dapat memicu risiko bencana seperti banjir dan longsor. Karena itu, ia meminta seluruh pihak terkait memperhatikan secara serius perubahan pola cuaca yang semakin tidak menentu tersebut.

Hariyanto juga menyoroti minimnya alokasi BTT yang hanya sebesar Rp20 miliar. Ia mengaku khawatir jumlah itu tidak mencukupi jika Riau dihadapkan pada bencana yang sama besar dengan yang menimpa daerah tetangga. Kondisi tersebut harus segera diantisipasi dengan perencanaan anggaran yang lebih kuat.

Sebagai langkah awal, ia menginstruksikan evaluasi total terhadap program dan kegiatan di seluruh OPD. Kegiatan yang dinilai tidak prioritas akan dipangkas atau digeser demi menambah alokasi dana darurat. Langkah ini, menurutnya, perlu dilakukan segera agar ruang fiskal daerah lebih siap menghadapi situasi genting.

Hariyanto menegaskan bahwa antisipasi sejak dini menjadi kunci agar pemerintah tidak kewalahan saat bencana datang secara tiba-tiba. Ia menekankan pentingnya persiapan yang matang, terutama mengingat tren cuaca ekstrem yang semakin meningkat di berbagai daerah.

Meski berharap Riau terhindar dari bencana, ia menekankan bahwa kewaspadaan tetap harus dijaga. “Kita berdoa semoga Riau terhindar dari bencana. Tapi antisipasi tetap harus kita lakukan,” ujarnya. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

UPZ BRK Syariah Salurkan Bantuan untuk Mualaf di Pekanbaru, Wujud Kepedulian Zakat Pegawai bagi Umat

13 Mei 2026 - 16:27 WIB

Komitmen, PT BSP Bantu Perbaikan Gorong-gorong Penyebab Banjir di Sabah Auh

13 Mei 2026 - 10:41 WIB

BRK Syariah Gandeng Mahkota Medical Centre Hadirkan Promo MCU Beli 1 Gratis 1 untuk Nasabah

11 Mei 2026 - 14:36 WIB

BRK Syariah Meriahkan CFD Pekanbaru, Hadirkan Layanan Pajak Kendaraan Bermotor dan PBB

11 Mei 2026 - 09:01 WIB

Hadir di Trofeo PWI Riau, BRK Syariah Dorong Kolaborasi Positif Bersama Insan Pers

10 Mei 2026 - 13:31 WIB

Trending di Pekanbaru