Menu

Mode Gelap
Ketika Sarkasme Kehilangan Daya Gigitnya Cuaca Kepri Ahad, 14 Juni 2026: Tanjungpinang hingga Batam Berpotensi Diguyur Hujan Ringan, Natuna dan Anambas Didominasi Berawan KONI Anambas Siapkan 15 Cabor untuk Berlaga dan Raih Prestasi di Porprov Kepri VI 2026. Bupati Aneng dan Warga Gotong Royong Bersihkan Kawasan Gunung Nyabung pada Jumat ASRI Wabup Raja Bayu Hadiri Launching Jum’at Siantan Berseri, Dorong Budaya Hidup Sehat dan Lingkungan Bersih Dahlan Iskan Ungkap Bupati Siak Tagih Utang Pusat ke Presiden

Pekanbaru

Hujan Badai Intai Riau, BTT Rp 20 Miliar Tidak Cukup

badge-check


					Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. (Foto: ist) Perbesar

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU– Hujan badai mengintai Riau, dan BMKG menunjukkan potensi tersebut. Sementara Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp20 miliar yang berada dalam “kocek” APBD Riau tidak akan cukup apabila bencana skala besar melanda Bumi Lancang Kuning ini.

Peningkatan Hujan Badai yang dapat Berdampak ke Riau.

Peringatan ini di sampaikan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dalam rapat bersama DPRD Riau pada Sabtu (29/11/2025), menyusul sejumlah bencana alam yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Hariyanto mengatakan bahwa BMKG telah mengeluarkan data terbaru mengenai potensi peningkatan hujan badai yang dapat berdampak langsung ke wilayah Riau. Ia menilai kondisi darurat di provinsi tetangga harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem.

Menurutnya, informasi dari BMKG menunjukkan bahwa potensi cuaca ekstrem dapat memicu risiko bencana seperti banjir dan longsor. Karena itu, ia meminta seluruh pihak terkait memperhatikan secara serius perubahan pola cuaca yang semakin tidak menentu tersebut.

Hariyanto juga menyoroti minimnya alokasi BTT yang hanya sebesar Rp20 miliar. Ia mengaku khawatir jumlah itu tidak mencukupi jika Riau dihadapkan pada bencana yang sama besar dengan yang menimpa daerah tetangga. Kondisi tersebut harus segera diantisipasi dengan perencanaan anggaran yang lebih kuat.

Sebagai langkah awal, ia menginstruksikan evaluasi total terhadap program dan kegiatan di seluruh OPD. Kegiatan yang dinilai tidak prioritas akan dipangkas atau digeser demi menambah alokasi dana darurat. Langkah ini, menurutnya, perlu dilakukan segera agar ruang fiskal daerah lebih siap menghadapi situasi genting.

Hariyanto menegaskan bahwa antisipasi sejak dini menjadi kunci agar pemerintah tidak kewalahan saat bencana datang secara tiba-tiba. Ia menekankan pentingnya persiapan yang matang, terutama mengingat tren cuaca ekstrem yang semakin meningkat di berbagai daerah.

Meski berharap Riau terhindar dari bencana, ia menekankan bahwa kewaspadaan tetap harus dijaga. “Kita berdoa semoga Riau terhindar dari bencana. Tapi antisipasi tetap harus kita lakukan,” ujarnya. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dahlan Iskan Ungkap Bupati Siak Tagih Utang Pusat ke Presiden

13 Juni 2026 - 14:56 WIB

Gadai Emas Di BRK Syariah Jadi Pilihan Tepat Masyarakat dari Jerat Rentenir

12 Juni 2026 - 16:56 WIB

Fakultas Pertanian Unilak Gelar Kuliah Umum: Bedah Nilai Tukar Rupiah & Masa Depan Industri Perkebunan Riau 2026

12 Juni 2026 - 16:39 WIB

Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM

11 Juni 2026 - 11:27 WIB

LAMR: Jangan Diamkan Pelanggaran HAM Kepada Masyarakat Adat

10 Juni 2026 - 21:13 WIB

Trending di Pekanbaru