Menu

Mode Gelap
Anambas Masuk Program Reaktivasi Internet BAKTI, 17 Lokasi Strategis Segera Terlayani Prakiraan Cuaca Jumat 23 Januari 2026: Mayoritas Wilayah Kepri Berawan, Sejumlah Titik Berpeluang Hujan Ringan Revitalisasi Pasar dan Tol Laut Jadi Fokus Audiensi Pemkab Anambas dengan Kemendag RI Respons Cepat Polisi Cegah Karhutla Meluas, Kebakaran Semak di Nongsa Berhasil Dikendalikan Dari Malaysia ke Riau, Mahasiswa UKM Merajut Silaturahmi Serumpun di LAMR SF Hariyanto Vs Ida: Jurus Terbuka di Gelanggang Kewenangan

Pekanbaru

Hujan Badai Intai Riau, BTT Rp 20 Miliar Tidak Cukup

badge-check


					Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. (Foto: ist) Perbesar

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU– Hujan badai mengintai Riau, dan BMKG menunjukkan potensi tersebut. Sementara Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp20 miliar yang berada dalam “kocek” APBD Riau tidak akan cukup apabila bencana skala besar melanda Bumi Lancang Kuning ini.

Peningkatan Hujan Badai yang dapat Berdampak ke Riau.

Peringatan ini di sampaikan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dalam rapat bersama DPRD Riau pada Sabtu (29/11/2025), menyusul sejumlah bencana alam yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Hariyanto mengatakan bahwa BMKG telah mengeluarkan data terbaru mengenai potensi peningkatan hujan badai yang dapat berdampak langsung ke wilayah Riau. Ia menilai kondisi darurat di provinsi tetangga harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem.

Menurutnya, informasi dari BMKG menunjukkan bahwa potensi cuaca ekstrem dapat memicu risiko bencana seperti banjir dan longsor. Karena itu, ia meminta seluruh pihak terkait memperhatikan secara serius perubahan pola cuaca yang semakin tidak menentu tersebut.

Hariyanto juga menyoroti minimnya alokasi BTT yang hanya sebesar Rp20 miliar. Ia mengaku khawatir jumlah itu tidak mencukupi jika Riau dihadapkan pada bencana yang sama besar dengan yang menimpa daerah tetangga. Kondisi tersebut harus segera diantisipasi dengan perencanaan anggaran yang lebih kuat.

Sebagai langkah awal, ia menginstruksikan evaluasi total terhadap program dan kegiatan di seluruh OPD. Kegiatan yang dinilai tidak prioritas akan dipangkas atau digeser demi menambah alokasi dana darurat. Langkah ini, menurutnya, perlu dilakukan segera agar ruang fiskal daerah lebih siap menghadapi situasi genting.

Hariyanto menegaskan bahwa antisipasi sejak dini menjadi kunci agar pemerintah tidak kewalahan saat bencana datang secara tiba-tiba. Ia menekankan pentingnya persiapan yang matang, terutama mengingat tren cuaca ekstrem yang semakin meningkat di berbagai daerah.

Meski berharap Riau terhindar dari bencana, ia menekankan bahwa kewaspadaan tetap harus dijaga. “Kita berdoa semoga Riau terhindar dari bencana. Tapi antisipasi tetap harus kita lakukan,” ujarnya. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Malaysia ke Riau, Mahasiswa UKM Merajut Silaturahmi Serumpun di LAMR

22 Januari 2026 - 17:48 WIB

SF Hariyanto Vs Ida: Jurus Terbuka di Gelanggang Kewenangan

22 Januari 2026 - 17:31 WIB

Sekolah Rakyat ke-4 Dibangun di Kuansing, Pemprov Riau Perluas Akses Pendidikan Gratis

22 Januari 2026 - 13:43 WIB

Pastikan Hak Pegawai Terpenuhi, Bupati Afni Awasi Pencairan TPP Pasca SOTK Baru

22 Januari 2026 - 13:07 WIB

Pengamat: Gugatan Rp15 M ke Polisi, Jalan Muflihun Mencari Keadilan dan Kepastian Status Hukum

22 Januari 2026 - 13:00 WIB

Trending di Pekanbaru