RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Di sebuah rumah kantor sederhana di kawasan Batu 9, Tanjungpinang, suara tawa anak-anak bercampur dengan dentingan keyboard komputer. Tempat itu bernama Flink Course—sebuah lembaga pendidikan yang berangkat dari gagasan sederhana: belajar seharusnya bisa diakses siapa saja, bukan hanya mereka yang lahir dalam kondisi ekonomi cukup.
Flink Course lahir di Yogyakarta pada 2012, dan tujuh tahun kemudian hadir di Tanjungpinang dengan membawa semangat yang sama. Sejak awal, lembaga ini memosisikan diri berbeda dari kebanyakan tempat les. Mereka menolak menjadikan pendidikan sebagai komoditas bisnis. Bagi Flink, proses belajar jauh lebih penting daripada profit.
Kini, lebih dari 360 anak dari latar belakang beragam belajar di sini. Ada anak akademisi, anak-anak dari keluarga biasa, hingga mereka yang datang dari situasi berat—anak yatim piatu, anak jalanan, bahkan keluarga yang nyaris tidak bisa membayar. Semuanya duduk dalam ruang kelas yang sama, dengan kesempatan yang sama pula.
“Di sini kami tidak bertanya berapa mampu membayar. Yang kami tanyakan adalah apa yang anak ini butuhkan untuk bisa belajar lebih baik,” kata pihak pengelola Flink.
Setiap kelas hanya diisi maksimal sepuluh siswa. Cara ini dipilih agar tiap anak bisa diperhatikan, bukan sekadar dicatat sebagai angka. Program belajarnya pun beragam: mulai dari toddler class dan calistung untuk pra-sekolah, jenjang SD hingga SMA, hingga kelas umum seperti komputer, bahasa Inggris, dan Mandarin. Ada juga program persiapan TKA, kedinasan, dan UTBK—semua berada dalam satu sistem belajar yang terintegrasi.
Menariknya, satu pembayaran bulanan di Flink sudah mencakup seluruh fasilitas. Tidak ada lagi daftar biaya tambahan yang memusingkan orang tua. Bagi pelajar, mahasiswa, atau pekerja yang waktunya terbatas, tersedia kelas umum berdurasi singkat dua hingga empat bulan.
Belajar di Flink juga berarti belajar dari banyak perspektif. Para pengajarnya datang dari berbagai daerah—Kalimantan, Jawa, hingga Kepri—dengan latar pendidikan S1, S2, bahkan S3. Ragam pengalaman ini menciptakan suasana belajar yang dinamis dan kaya sudut pandang.
Namun, nilai paling kuat dari Flink Course mungkin terletak pada sistem subsidi silang yang diterapkannya. Iuran siswa yang mampu secara otomatis membantu membuka pintu bagi siswa yang membutuhkan. Beasiswa pun dibuka sepanjang tahun, tidak hanya untuk siswa berprestasi, tetapi juga untuk mereka yang datang dari kondisi sosial-ekonomi sulit.
“Selama anak mau belajar, kami siap mendampingi. Biaya bukan alasan untuk menghentikan masa depan,” ujar salah satu pendirinya.
Sore itu, ketika kelas komputer berlangsung, seorang siswa kecil tersenyum puas setelah berhasil mengetik namanya sendiri untuk pertama kali. Senyum sederhana yang menjadi gambaran jelas misi Flink Course: memberi ruang bagi setiap anak untuk tumbuh, tanpa terkendala batas finansial.
Bagi orang tua atau siswa yang ingin mengetahui lebih banyak, Flink Course Tanjungpinang dapat dikunjungi di Batu 9, belakang Pinang Lestari, Rumah Kantor Blok D No. 14. Informasi juga tersedia melalui WhatsApp di +62 895-3208-35147 dan Instagram @flinkcourse.id. (*)







