Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Selasa 9 Juni 2026: Mayoritas Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Lahan Binaan Polsek Pinggir Hasilkan 2 Ton Jagung untuk Dukung Swasembada Pangan Dukung Ketahanan Pangan, Ps. Kasium Polsek Panipahan BRIPKA Muhammad Yusuf Laksanakan Pengecekan Jagung Pipil di Wilayah Panipahan Sejumlah Tiang Listrik di Jalan Baru Teluk Kaut–Mampok Terancam Roboh, Warga Khawatir PT BSP dan Fakultas Teknik UNRI Bahas Kerja Sama Program Magang Berdampak Aneng Kembali Dipercaya Pimpin Demokrat Kepri, Amir Fikri Apresiasi Jalannya Musda

Tanjungpinang

Tokoh LAM Kepri Nilai Pernyataan Endipat Tidak Mencerminkan Adab Melayu

badge-check


					Maskur Tilawahyu, Bidang Hukum LAM Kepri. (Foto: Ist) Perbesar

Maskur Tilawahyu, Bidang Hukum LAM Kepri. (Foto: Ist)

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG  — Pernyataan Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Gerindra, Endipat Wijaya, mengenai penanganan bencana di Sumatera menuai kritik dari tokoh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau. Endipat sebelumnya meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) turun tangan terkait maraknya penggalangan dana publik, disertai komentar yang dinilai menyindir dan menimbulkan ketersinggungan.

Maskur Tilawahyu, Bidang Hukum LAM Kepri, menegaskan bahwa pernyataan Endipat dalam video yang viral tersebut tidak mencerminkan adab dan adat masyarakat Melayu. Ia menilai gaya bicara Endipat yang menyindir pihak tertentu dengan sebutan “sok paling-paling” telah mencoreng nama baik Kepri.

“Beliau (Endipat) merusak nama baik Kepri. Sikapnya tersebut tidak mencerminkan adab dan adat orang Melayu Kepri,” ujarnya kepada wartawan.
Maskur mengatakan masyarakat Kepri selama ini menjunjung tinggi nilai sopan santun dalam kehidupan sosial. Bahkan, kata dia, masyarakat memberikan hak pilih kepada Endipat pada pemilu lalu meski tidak banyak mengenalnya secara personal.

“Ini dia pula yang menjelekkan nama baik Kepri,” tambahnya.

Maskur juga menyinggung konteks bencana di Aceh dan Sumatra yang mengingatkannya pada tsunami Aceh. Ia mengatakan masyarakat Kepri memiliki tradisi solidaritas tinggi, termasuk ketika membentuk Aksi Masyarakat Kepri Peduli Aceh pada 2004. Menurutnya, relawan dari Kepri tidak hanya menggalang bantuan, tetapi juga turun langsung ke lokasi bencana.

“Gerakan solidaritas yang beradab itu sudah dibangun sejak lama. Kita, masyarakat Kepri, tidak akan tinggal diam jika saudara-saudara kita tertimpa musibah,” tegasnya.

Sebelumnya, Endipat menyoroti aksi penggalangan dana yang sempat viral dan berhasil menghimpun sekitar Rp 10 miliar. Meski tidak menyebut nama, publik menilai pernyataan itu diarahkan kepada konten kreator Ferry Irwandi, yang mengumpulkan dana publik dalam waktu 24 jam untuk korban bencana.
Dalam pernyataannya, Endipat menilai donasi sebesar Rp 10 miliar tidak sebanding dengan anggaran negara yang sudah digelontorkan untuk penanganan bencana.

“Orang-orang cuma nyumbang Rp 10 miliar. Negara sudah triliun-triliunan ke Aceh itu, Bu. Jadi yang kayak gitu-gitu, mohon dijadikan perhatian,” ujarnya. (RK9/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Prakiraan Cuaca Kepri Selasa 9 Juni 2026: Mayoritas Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

9 Juni 2026 - 00:01 WIB

Anggota Polda Kepri Nurtakhim, Raih Prestasi Terbaik di Polda Sulsel

8 Juni 2026 - 08:43 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Ahad 7 Juni 2026: Tanjungpinang hingga Batam Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

7 Juni 2026 - 00:01 WIB

Cuaca Kepri Sabtu 6 Juni 2026 Didominasi Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

6 Juni 2026 - 00:01 WIB

Cuaca Kepri Jumat 5 Juni 2026: Tanjungpinang hingga Batam Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

5 Juni 2026 - 00:05 WIB

Trending di Kepulauan Riau