RiauKepri.com, PEKANBARU– Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menyambut positif pelaksanaan forum diskusi detikcom Regional Summit Riau: Bumi Lancang Kuning Menyongsong 2026 yang akan digelar di Pekanbaru, Jumat (19/12/2025).
Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, menilai tema kolaborasi membangun dan menjaga lingkungan yang diangkat dalam forum tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama menyikapi berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di Sumatera.
“Kita menyambut baik acara ini. Kolaborasi membangun dan menjaga lingkungan merupakan keperluan pokok manusia, baik sebagai subjek pembangunan maupun sebagai bagian dari lingkungan hidup itu sendiri,” kata Datuk Seri Taufik.
Datuk Seri menyebutkan, isu lingkungan merupakan persoalan yang selalu berada dalam kondisi terancam sehingga membutuhkan pengelolaan bersama. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya menjadi isu regional, tetapi juga telah berkembang menjadi perhatian internasional.
“Tema yang disodorkan sangat aktual, misalnya dalam konteks peristiwa banjir di Sumatera. Lingkungan memerlukan pengelolaan bersama lintas sektor dan lintas kepentingan,” ujarnya.
Datuk Seri Taufik juga menegaskan, dalam pandangan Melayu Riau, lingkungan memiliki makna yang sangat luas karena berkaitan langsung dengan berbagai aspek kehidupan. Bahkan, lingkungan dipandang sebagai guru yang memberi pelajaran bagi manusia dalam menjalani kehidupan.
“Kegiatan ini makin bermakna karena diprakarsai oleh masyarakat, dalam hal ini media seperti detikcom, yang turut mengambil peran dalam membangun kesadaran bersama,” tambahnya.
Diketahui, detikcom akan menggelar detikcom Regional Summit Riau dengan tema kolaborasi membangun dan menjaga lingkungan untuk kemajuan daerah. Forum ini akan dimoderatori langsung oleh Pemimpin Redaksi detikcom, Alfito Deannova.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dijadwalkan menjadi salah satu pembicara utama. Selain itu, forum ini juga akan menghadirkan Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, serta dihadiri para bupati dan wali kota se-Riau, termasuk Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Bupati Siak Afni Zulkifli.
Forum tersebut juga akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor kehutanan, perkebunan kelapa sawit, minyak dan gas bumi, serta pelaku industri lainnya guna membahas pembangunan daerah yang berkelanjutan di Provinsi Riau. (RK1)







