Menu

Mode Gelap
Anambas Masuk Program Reaktivasi Internet BAKTI, 17 Lokasi Strategis Segera Terlayani Prakiraan Cuaca Jumat 23 Januari 2026: Mayoritas Wilayah Kepri Berawan, Sejumlah Titik Berpeluang Hujan Ringan Revitalisasi Pasar dan Tol Laut Jadi Fokus Audiensi Pemkab Anambas dengan Kemendag RI Respons Cepat Polisi Cegah Karhutla Meluas, Kebakaran Semak di Nongsa Berhasil Dikendalikan Dari Malaysia ke Riau, Mahasiswa UKM Merajut Silaturahmi Serumpun di LAMR SF Hariyanto Vs Ida: Jurus Terbuka di Gelanggang Kewenangan

Tanjungpinang

Ironi Negeri Pantun: PANTUNESIA Tembus 1.000 Unduhan, Didominasi Pengguna Luar Daerah

badge-check


					Aplikasi edukasi pantun berbasis kecerdasan buatan, PANTUNESIA. (Foto: ist) Perbesar

Aplikasi edukasi pantun berbasis kecerdasan buatan, PANTUNESIA. (Foto: ist)

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG — Aplikasi edukasi pantun berbasis kecerdasan buatan, PANTUNESIA, mencatat capaian membanggakan sekaligus menyisakan ironi. Hanya dalam waktu tiga hari pasca peluncuran, aplikasi ini telah diunduh lebih dari 1.000 pengguna. Namun, mayoritas penggunanya justru berasal dari luar daerah asal aplikasi tersebut.

PANTUNESIA resmi diluncurkan pada Rabu, 17 Desember 2025, di Auditorium Dekranasda Kepulauan Riau, bertepatan dengan peringatan Hari Pantun Nasional. Sejak saat itu, grafik unduhan aplikasi terus menunjukkan tren peningkatan signifikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Doni Mustasar, salah satu tim teknologi PANTUNESIA, kepada media pada Sabtu (20/12).

“Per hari ini jumlah pengguna sudah menembus seribuan lebih, dan grafiknya terus meningkat secara signifikan,” ujar Doni.

Peningkatan jumlah pengguna ini juga dinilai memberi dampak positif terhadap sistem kecerdasan buatan yang dikembangkan dalam aplikasi tersebut. Agam Yusliman, ahli AI PANTUNESIA, menjelaskan bahwa semakin banyak interaksi pengguna, semakin kuat pula ekosistem pembelajaran AI pantun.

“Kecerdasan buatan itu belajar secara mandiri dan sistematis. Semakin banyak pengguna, maka referensi pantun yang dipelajari semakin kaya. Itu membuat daya tahan intelektual sistem menjadi semakin kuat,” jelas Agam.

Namun, di balik capaian tersebut, tersimpan fakta yang cukup menggelisahkan. Dato’ Setia Perdana Yoan S Nugraha, penggagas PANTUNESIA, mengungkapkan bahwa sebagian besar pengguna aplikasi justru berasal dari luar Kota Tanjungpinang dan bahkan luar Provinsi Kepulauan Riau.

“Dari data yang kami miliki, mayoritas pengunduh berasal dari Kalimantan, Malaysia, dan Brunei Darussalam, disusul Sulawesi dan Singapura. Sementara pengguna dari Tanjungpinang dan Kepulauan Riau justru berada pada persentase paling kecil,” ungkap Dato’ Yoan.

Kondisi ini dinilai ironis, mengingat Tanjungpinang selama ini telah melekatkan identitas sebagai ‘Negeri Pantun’. Minimnya partisipasi masyarakat lokal terhadap aplikasi yang justru lahir dari tanah sendiri menimbulkan tanda tanya besar tentang sejauh mana kepedulian terhadap warisan budaya tersebut.

Menyikapi hal ini, Dato’ Yoan berharap adanya keterlibatan lebih serius dari Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam menjaga dan menghidupkan kembali ekosistem pantun sebagai identitas daerah.

“Kami para penggiat pantun sudah berupaya semaksimal mungkin—melalui buku, seminar, workshop, kartu pantun, hingga aplikasi digital. Semua sudah kami lakukan demi Negeri Pantun. Jika pemerintah memilih menutup mata, biarlah masyarakat yang menjadi jurinya,” tutup Yoan dengan nada tegas.

Capaian PANTUNESIA sekaligus menjadi cermin: pantun Melayu ternyata mendapat sambutan luas di tingkat regional dan internasional, namun masih memerlukan perhatian dan keberpihakan lebih kuat di rumahnya sendiri. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HPN 2026, BNNK Tanjungpinang Hadirkan Edukasi Rehabilitasi Narkotika untuk Masyarakat

21 Januari 2026 - 18:53 WIB

PWI Tanjungpinang Gelar Donor Darah HPN 2026

20 Januari 2026 - 15:09 WIB

Kepri Didorong Jadi Pusat Kuliner Halal, Kuota 9.511 Sertifikat Gratis Siap Dimaksimalkan

17 Januari 2026 - 06:30 WIB

HPN 2026 Jadi Momentum Penguatan Peran Pers di Tanjungpinang

15 Januari 2026 - 16:53 WIB

Domino Jadi Jembatan Kebersamaan, Wali Kota Tanjungpinang Bangun Kedekatan dengan Warga

14 Januari 2026 - 17:25 WIB

Trending di Tanjungpinang