Menu

Mode Gelap
Perjuangan Hamizan, Balita Siak dengan Kelainan Jantung, Dapat Dukungan Pemkab dan Yayasan Jantung Indonesia Dua Agenda Krusial SIWO di HPN 2026: SIWO Award 2025 dan Penentuan Porwanas 2027 Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 16 Januari 2026 – Umumnya Berawan dengan Potensi Hujan Lokal Imigrasi Pekanbaru Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Keimigrasian Dusun Tua Rimba Cempedak Belum Berlistrik, Bupati Siak Janji Perjuangkan Penerangan Audiensi ke LAMR, KSPSI Riau Ingin Jaga Citra Organisasi dan Marwah Melayu

Riau

Pakar: Pipa Gas PT TGI Meledak Lagi Karena Tidak Ada Inspeksi Menyeluruh

badge-check


					Prof Dr Eng Ir Muslim, ST, MT, IPU. (Foto: ist) Perbesar

Prof Dr Eng Ir Muslim, ST, MT, IPU. (Foto: ist)

RiauKepri.com,PEKANBARU– Kebocoran pipa gas PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) yang kembali terjadi untuk kedua kalinya dalam sepekan memunculkan sorotan tajam dari kalangan akademisi dan pakar migas.

Pakar Minyak dan Gas (Migas) Riau, Prof Dr Eng Ir Muslim, ST, MT, IPU menilai, peristiwa ini mengindikasikan tidak adanya inspeksi menyeluruh terhadap jaringan pipa gas setelah ledakan pertama pada 2 Januari 2026.

Menurut Prof Muslim, tim PT TGI terkesan hanya fokus menyelesaikan titik pipa yang meledak pertama kali, tanpa melakukan pemeriksaan menyeluruh pada pipa-pipa lain di sekitar jalur tersebut.

“Kebocoran pipa gas yang terjadi untuk kedua kalinya ini memberi informasi bahwa tim PT TGI hanya fokus pada perbaikan pipa yang meledak pertama. Tidak terlihat adanya inspeksi menyeluruh terhadap pipa-pipa gas di sekitar titik kebocoran, baik sebelum maupun sesudahnya dalam radius tertentu,” ujarnya.

Ia menegaskan, ketika terjadi kebocoran dan ledakan gas di satu titik, seharusnya segera dilakukan analisis menyeluruh untuk mengidentifikasi kemungkinan titik-titik lain yang berpotensi mengalami kebocoran lanjutan.

“Jika ada satu titik bocor, tentu harus cepat dianalisis titik mana saja yang berpotensi bocor berikutnya. Ini langkah awal untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terulang di lokasi lain,” katanya.

Prof Muslim menjelaskan, data hasil inspeksi, perbaikan, serta pengujian rutin pipa gas yang selama ini dilakukan seharusnya menjadi bahan utama untuk dianalisis secara mendalam ketika terjadi insiden kebocoran.

“Data-data inspeksi dan perawatan yang ada itu sangat penting. Idealnya dibuka, dibahas, dan dianalisis lebih detail saat terjadi kebocoran seperti sekarang, karena sangat membantu dalam pengambilan keputusan teknis,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemeliharaan dan inspeksi pipa gas merupakan kewajiban mutlak yang harus dilakukan secara rutin oleh perusahaan pengelola.

“Kegiatan maintenance dan inspeksi pipa adalah hal wajib. Biaya operasional dan maintenance (O&M) memang harus disiapkan. Ini jauh lebih kecil dibandingkan biaya dan dampak jika terjadi kebocoran besar, kebakaran, bahkan korban jiwa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prof Muslim mendorong pihak-pihak terkait seperti SKK Migas dan kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang dimiliki PT TGI.

“Perlu diperiksa apakah SOP yang ada benar-benar dilaksanakan secara rutin dan konsisten, baik untuk inspeksi pipa maupun mitigasi risiko ketika terjadi insiden,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa kebocoran pipa gas umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses bertahap.

“Pipa gas idealnya tidak langsung bocor besar dan meledak. Biasanya ada kebocoran kecil terlebih dahulu. Karena pipa tertanam di dalam tanah, kebocoran kecil ini sering tidak terdeteksi jika inspeksi tidak dilakukan secara serius dan rutin,” jelasnya.

Menurutnya, justru di situlah pentingnya inspeksi berkala dan sistem pemantauan yang ketat, agar potensi kebocoran dapat dideteksi sejak dini sebelum berkembang menjadi ledakan.

Terkait penyebab kebocoran, Prof Muslim menyebut masih perlu menunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang.

“Apakah kebocoran ini akibat kelalaian dalam inspeksi dan maintenance rutin, atau karena faktor lain seperti bencana alam, misalnya hujan deras seperti yang disampaikan pihak PT TGI, semuanya harus dibuktikan lewat investigasi,” ujarnya.

“Untuk saat ini, mari kita tunggu hasil penyelidikan dari pihak-pihak terkait agar penyebab pastinya bisa diketahui secara objektif,” ujar Prof Muslim.

Diberitakan sebelumnya, Warga Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), berhamburan menyelamatkan diri setelah pipa gas PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) Regional 2 Belilas meledak akibat kebocoran, Jumat (9/1/2026) dini hari. Ledakan yang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB itu sangat kuat hingga membangunkan warga dari tidur, membuat mereka panik dan berlari keluar rumah mencari tempat aman, bahkan ada yang menuju Polsek Rengat Barat.

Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar menyebut, lokasi pipa yang meledak berada agak jauh dari permukiman padat, sehingga dampaknya terbatas. Hanya dua rumah warga yang mengalami kerusakan ringan akibat hantaman tanah dan batu, sementara banyak rumah lain tertutup debu. Ledakan tidak memicu kebakaran dan tidak menimbulkan korban jiwa. Saat ini gas sudah tidak menyembur lagi setelah kran valve ditutup, dan PT TGI tengah melakukan perbaikan pipa sepanjang sekitar dua meter dengan estimasi waktu pengerjaan tiga hari. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Imigrasi Pekanbaru Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Keimigrasian

16 Januari 2026 - 06:12 WIB

Audiensi ke LAMR, KSPSI Riau Ingin Jaga Citra Organisasi dan Marwah Melayu

15 Januari 2026 - 18:43 WIB

‎Di Panggil Presiden Prabowo, Rektor Unilak Prof Junaidi hadir Bersama 1200 Rektor di Istana Presiden

15 Januari 2026 - 17:52 WIB

LAMR Terima Kunjungan Mahasiswa University Malaya, Perkuat Edukasi Budaya Melayu Serumpun

15 Januari 2026 - 07:10 WIB

Kejari Pelalawan Bongkar Mafia Pupuk, 15 Tersangka, 6 ASN Terjerat, Negara Jebol Rp 34 M

14 Januari 2026 - 14:53 WIB

Trending di Pekanbaru