Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Riau

Ayah di Siak Ini Pelupuh Dua Anak Kandung, Aksi Direkam dan Dikirim ke Mantan Istri

badge-check

Tersangka, orangtua yang memukul anaknya (mencanggung), saat diamankan polosi. (Foto: ist) Perbesar

Tersangka, orangtua yang memukul anaknya (mencanggung), saat diamankan polosi. (Foto: ist)

RiauKepri.com, SIAK- Di sebuah rumah sewaan yang berpindah-pindah, di sudut Kabupaten Siak, dua bocah “berkelambu” ketakutan yang tak seharusnya mereka kenal. ARG, lima tahun, dan adiknya RAFG, tiga tahun, bukan sedang bermain atau tertidur lelap seperti anak-anak seusianya. Mereka berada di hadapan ayah kandungnya sendiri yang seharusnya menjadi pelindung, namun justru berubah menjadi sumber luka, dipelupuh tanpa belas kasihan.

Miris memang, anak yang tak tahu menahu, alih-alih ditendang hingga tersungkur di lantai, kemudian ditendang lagi bagian mukanya berulang kali. Tangisan anak dan perbuatan sadis itu direkam kemudian beredar luas di media sosial.

Malam itu, yang terdengar bukanlah tawa anak-anak, melainkan tangis histeris yang terekam kamera ponsel. Video itu bukan untuk kenangan, bukan pula untuk kebanggaan, melainkan dikirim sebagai pesan ancaman, jeritan minta uang, yang disampaikan lewat penderitaan anak-anak tak berdosa.

Bagi ARG dan RAFG, dunia terasa runtuh. Tubuh kecil mereka tak hanya menahan rasa sakit, tapi juga kebingungan, mengapa ayah yang mereka harapkan memeluk, justru menyakiti? Dalam ketakutan, mereka berusaha menangkis, menangis, dan memanggil-manggil kasih sayang yang tak datang.

Kasubsi Penmas Humas Polres Siak, Aipda Jimmy Yuliadi, mengungkapkan bahwa polisi bergerak cepat setelah video itu viral pada Selasa lalu (20/1/2026). Dari satu tempat ke tempat lain, petugas menelusuri jejak pelaku. Hingga akhirnya, pukul 23.00 WIB, AJG ditemukan di rumah temannya di Desa Kuala Gasib, Kecamatan Koto Gasib, bersama dua anaknya.

Di sanalah, dua bocah itu akhirnya keluar dari lingkaran kekerasan. Mereka diamankan, bukan sebagai saksi, bukan sebagai pelaku, melainkan sebagai korban yang harus segera dilindungi.
Kisah ini bukan hanya soal tindak kriminal. Ini adalah potret kelam kemiskinan emosional dan ekonomi yang bercampur dengan kemarahan tak terkendali.

AJG yang bekerja serabutan, disebut sering meminta uang kepada mantan istrinya. Ketika permintaan itu tak terpenuhi, amarahnya meluap, dan anak-anak menjadi sasaran pelampiasan. Padahal, ARG dan RAFG bukanlah tanggungan konflik orang dewasa. Mereka bukan alat tawar-menawar, bukan pula jembatan untuk memeras rasa iba. Mereka hanya anak kecil yang membutuhkan makan, pelukan, dan rasa aman.

Dalam cerita ini, yang paling memilukan bukan hanya kekerasan fisik, tetapi bagaimana kasih sayang orangtua berubah menjadi senjata. Ponsel yang seharusnya merekam senyum anak, justru merekam luka mereka. Media sosial yang biasanya penuh hiburan, tiba-tiba menjadi saksi tragedi kemanusiaan.

Kini, dua bocah itu berada dalam perlindungan aparat. Namun, bekas luka di tubuh bisa sembuh, sementara luka di jiwa membutuhkan waktu yang jauh lebih panjang. Mereka perlu dipeluk dunia, dipulihkan dengan sabar, dan diyakinkan bahwa hidup tak selalu sekejam yang mereka alami. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Siak Dideklarasikan Jadi Kabupaten Santri, 8 Ribu Santri Ikuti Upacara di Depan Istana

24 Okt 2026 - 19:47 WIB

Siak Dideklarasikan Jadi Kabupaten Santri, 8 Ribu Santri Ikuti Upacara di Depan Istana

Ribuan Santri Ikut Doakan Negara Mampu Bayar Utang ke Siak

24 Okt 2026 - 13:14 WIB

Ribuan Santri Ikut Doakan Negara Mampu Bayar Utang ke Siak

Loye Tekak

24 Okt 2026 - 09:32 WIB

Loye Tekak

Lantik 90 Pejabat, Wabup Siak Ingatkan Jabatan Bukan untuk Mencari Kenyamanan

21 Okt 2026 - 11:41 WIB

Lantik 90 Pejabat, Wabup Siak Ingatkan Jabatan Bukan untuk Mencari Kenyamanan

15 CPNS Imigrasi Siak Resmi Dilantik, Doly Tambunan: Ada Kebanggaan dan Tanggung Jawab

20 Okt 2026 - 16:21 WIB

15 CPNS Imigrasi Siak Resmi Dilantik, Doly Tambunan: Ada Kebanggaan dan Tanggung Jawab
Trending di Siak