RiauKepri.com, JAKARTA — Pemerintah memberi sinyal kuat akan membuka seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada tahun 2026. Ini bukan sekadar untuk mengisi kekosongan jabatan, tetapi juga sebagai langkah strategis memperkuat birokrasi melalui rekruitmen berbasis kompetensi dan kebutuhan instansi.
Data terbaru menunjukkan sekitar 160 ribu aparatur sipil negara (ASN) telah memasuki masa pensiun pada 2025, sehingga posisi tersebut perlu segera diisi pada tahun ini. Pemerintah menyatakan bahwa angka ini bukan semata jumlah kursi kosong, tetapi juga momentum untuk memetakan kebutuhan pegawai yang sesuai dengan tantangan pemerintahan modern.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menegaskan bahwa sebelum pengumuman resmi pendaftaran CPNS 2026 dilakukan, pihaknya tengah melakukan kajian mendalam terkait kebutuhan kompetensi di setiap kementerian dan lembaga. Hal ini dinilai penting agar birokrasi tidak sekadar menambah jumlah pegawai tetapi juga menghadirkan ASN dengan keahlian yang tepat sesuai program prioritas nasional.
Persiapan juga mencakup koordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk memastikan kesiapan anggaran sehingga proses seleksi dan rekrutmen dapat berjalan efisien dan berkelanjutan. Pemerintah tidak akan langsung membuka seluruh formasi secara serentak tanpa perencanaan anggaran yang matang.
Di samping pengisian formasi karena pensiun, pemerintah juga memberi perhatian kepada para lulusan baru (fresh graduate), membuka peluang bagi generasi muda untuk ikut memperkuat birokrasi di masa depan.
Meski demikian, hingga saat ini belum ditentukan timeline resmi pembukaan seleksi CPNS 2026. Pemerintah memastikan pengumuman akan dilakukan setelah seluruh proses persiapan kebutuhan formasi dan kompetensi selesai dilakukan. (RK/*)








