Menu

Mode Gelap
Wabup Bintan, Deby Maryanti Buka Event Jong Race Festival Tahun 2026 ‎Buka Turnamen Sepak Bola di Kuala Maras, Ini Pesan Penting Saidina Kades Kuala Maras: Turnamen Cup VIII Jadi Ajang Silaturahmi dan Penggerak Ekonomi Puluhan Tim Unjuk Gigi di Turnamen Kuala Maras, Ini Total Hadiahnya Cermin Mahmud Berkemah Hingga Tadabbur Alam, Bupati Roby Memanggil Para Generasi Bintan Religius

Siak

Duka di Rimba Tesso Nilo, Anak Gajah yang Tak Sempat Tumbuh Besar

badge-check


					Anak gajah yang mati akibat kakinya kena jerat.  (Foto: ist) Perbesar

Anak gajah yang mati akibat kakinya kena jerat. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU– Di tengah rimbunnya hutan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), seekor anak Gajah Sumatera ditemukan tak lagi bernyawa, Kamis (26/2/2026) siang. Tubuh kecil yang seharusnya masih belajar berjalan di antara kawanan, justru terbujur kaku dalam proses pembusukan.

Bangkai anak gajah liar itu ditemukan di Resort Lancang Kuning, Seksi PTN Wilayah I TNTN. Dari kondisi fisik di lapangan, kematiannya diperkirakan telah terjadi lebih dari sepekan sebelum ditemukan.

Kabar itu membuat Kapolda Riau, Herry Heryawan, turun langsung ke lokasi. Ia datang bersama Direktur Reserse Kriminal Khusus, Direktur Reserse Kriminal Umum, Kabid Laboratorium Forensik Polda Riau, serta tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau.

“Bangkai anak gajah liar ditemukan di Resort Lancang Kuning. Saya turun langsung untuk memastikan proses penanganan berjalan serius, terukur, dan berbasis pemeriksaan ilmiah,” ujar Herry melalui keterangan tertulis, Kamis malam.

Hasil pemeriksaan awal di lokasi mengarah pada dugaan infeksi parah di bagian kaki, yang diduga kuat berkaitan dengan jerat. Luka yang mungkin tampak kecil di awal, bisa berubah menjadi penderitaan panjang bagi satwa liar yang tak pernah memahami bahaya logam tersembunyi di tanah hutan.

“Kita masih menunggu hasil nekropsi tim medis. Apabila ditemukan indikasi pidana, tentu akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Kepala Balai TNTN, Heru Sutmantoro, menyebut tim medis langsung melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian secara ilmiah. Proses identifikasi dan analisis masih berlangsung, melibatkan kolaborasi antara Balai TNTN, Polda Riau, dan BBKSDA Riau. Peristiwa ini terjadi hanya berselang beberapa pekan setelah kematian tragis seekor gajah sumatera jantan dewasa di areal konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Pelalawan.

Gajah berusia sekitar 40 tahun itu ditemukan dengan kepala terpenggal dan kedua gading hilang. Polisi menemukan dua potongan proyektil peluru di lokasi, mengindikasikan satwa dilindungi tersebut ditembak sebelum dibantai.

Dua kematian dalam waktu berdekatan menjadi pukulan telak bagi upaya konservasi di Riau. Jika yang dewasa diburu demi gading, yang kecil justru diduga meregang nyawa akibat jerat, perangkap yang tak memilih mangsa.

Di balik angka dan laporan resmi, ada ruang kosong di tengah kawanan yang kehilangan satu anggotanya. Ada induk yang mungkin mencari, dan hutan yang kembali sunyi.

Balai TNTN menyatakan komitmennya untuk menangani kasus ini secara profesional dan mengajak seluruh pihak meningkatkan kepedulian terhadap satwa dilindungi.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap gajah sumatera belum benar-benar pergi dari habitat alaminya. Di rimba yang kian terdesak, keselamatan mereka tak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada kesadaran manusia untuk berhenti memasang jerat di rumah mereka sendiri. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cermin Mahmud

4 April 2026 - 07:19 WIB

Siak Satu-satunya Kabupaten di Riau yang Raih Penghargaan Pangan Aman BPOM

3 April 2026 - 19:25 WIB

PT. BSP Raih Penghargaan Mitra Zakat Perusahaan Terbaik dari Baznas Siak

3 April 2026 - 10:53 WIB

Tekanan Fiskal Menguat, Bupati Siak Minta Kampung Lebih Inovatif

3 April 2026 - 06:40 WIB

Ratusan JCH Siak Berangkat, Kisah Penantian 6 Tahun Muinah Jadi Haru di Pelepasan

1 April 2026 - 20:53 WIB

Trending di Siak