Menu

Mode Gelap
Wabup Bintan, Deby Maryanti Buka Event Jong Race Festival Tahun 2026 ‎Buka Turnamen Sepak Bola di Kuala Maras, Ini Pesan Penting Saidina Kades Kuala Maras: Turnamen Cup VIII Jadi Ajang Silaturahmi dan Penggerak Ekonomi Puluhan Tim Unjuk Gigi di Turnamen Kuala Maras, Ini Total Hadiahnya Cermin Mahmud Berkemah Hingga Tadabbur Alam, Bupati Roby Memanggil Para Generasi Bintan Religius

Riau

Harimau di Ujung Dermaga Kuala Kampar, Malam Mengerikan Kohai yang Tak Terlupakan

badge-check


					Ilustrasi (AI) Perbesar

Ilustrasi (AI)

RiauKepri.com, PELALAWAN– Malam itu, angin sungai di Kuala Kampar berembus pelan. Air sedang surut, membuat perjalanan ke hutan Desa Serapung terpaksa ditunda. Di atas pompong kayu yang bersandar di Dermaga PT SPA Distrik Serapung, Kohai (32) mencoba memejamkan mata. Tapi, dia tak pernah menyangka, jeda sejenak untuk menunggu air pasang justru menjadi malam terpanjang dalam hidup yang tak terlupakan.

Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, sunyi dermaga mendadak pecah. Dari arah daratan dan semak-semak, seekor harimau Sumatera muncul. Dalam hitungan detik, satwa liar itu menerkam bagian belakang kepala Kohai. Gigitan itu meninggalkan luka robek yang cukup serius.

Kohai datang bersama rekan-rekannya, Wiwik, Rudi, Sugianto, Nazar, dan Tirta, sejak Rabu (24/2/2026) malam. Mereka berangkat sekitar pukul 20.00 WIB untuk mencari kayu crocok di kawasan hutan. Namun sungai yang surut memaksa rombongan berhenti sementara di dermaga perusahaan, menunggu air pasang agar bisa melanjutkan perjalanan.

Di atas pompong lain yang tak jauh dari lokasi, Wiwik (41) menjadi saksi detik-detik mencekam itu. Spontan ia berteriak sekuat tenaga meminta pertolongan. Teriakan itu memecah gelap, membuat harimau menghentikan serangan dan mundur ke arah semak.

Petugas keamanan Pos Dermaga PT SPA Serapung yang mendengar teriakan segera berlari ke lokasi. Kohai dievakuasi dari atas perahu dan dilarikan ke Pos P3K perusahaan untuk mendapat pertolongan pertama. Setelah itu, ia dirujuk ke Puskesmas Kecamatan Kuala Kampar.

Kapolsek Kuala Kampar, AKP Rian Onel, SH, MH, membenarkan peristiwa tersebut. “Kami sudah melakukan pengecekan ke lokasi, mendata saksi-saksi, dan memastikan korban mendapatkan penanganan medis,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Di balik luka yang kini dijahit dan rasa nyeri yang masih membekas, ada ketakutan yang tak mudah hilang. Bagi Kohai dan rekan-rekannya, hutan adalah sumber penghidupan. Namun malam itu menjadi pengingat bahwa mereka berbagi ruang dengan satwa liar yang kian terdesak habitatnya.

Dermaga yang biasanya menjadi tempat singgah sementara kini menyisakan trauma. Sungai akan kembali pasang, perahu-perahu akan kembali berlayar, dan para pencari kayu tetap harus mencari nafkah.

Tapi kisah malam ketika harimau turun ke dermaga akan lama dikenang warga Teluk dan Serapung, sebuah pertemuan sunyi antara manusia dan rimba yang tak lagi berjarak. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cermin Mahmud

4 April 2026 - 07:19 WIB

Siak Satu-satunya Kabupaten di Riau yang Raih Penghargaan Pangan Aman BPOM

3 April 2026 - 19:25 WIB

PT. BSP Raih Penghargaan Mitra Zakat Perusahaan Terbaik dari Baznas Siak

3 April 2026 - 10:53 WIB

Pemkab Siak Buka Seleksi Calon Direktur PT Bumi Siak Pusako 2026–2031

31 Maret 2026 - 10:16 WIB

Karhutla di Bengkalis Telan Korban Jiwa: Muharmizan Istirahat Selamanya

31 Maret 2026 - 09:49 WIB

Trending di Bengkalis