Menu

Mode Gelap
Hubungan Malaysia dan Filipina: Isu Sabah Kisah Herlina, Elvita dan Sinta: Perjalanan Menjadi Mualaf dan Harapan Baru dari Bantuan UPZ BRK Syariah BMKG: Sejumlah Wilayah Kepri Berpotensi Diguyur Hujan pada Kamis, 14 Mei 2026 Wartawan Tinggalkan Lokasi Kunker Kapolda Kepri di Anambas Karena Sulit Ambil Dokumentasi Polsek Mandau Ungkap Kasus Diduga Peny Peny Sabu di Bathin Solapan, Satu Pria Diamankan Zuliaifanda Bayi Penderita Jantung Bocor, Dapat Bantuan PT TIMAH Untuk Pengobatan

Riau

Harimau di Ujung Dermaga Kuala Kampar, Malam Mengerikan Kohai yang Tak Terlupakan

badge-check


					Ilustrasi (AI) Perbesar

Ilustrasi (AI)

RiauKepri.com, PELALAWAN– Malam itu, angin sungai di Kuala Kampar berembus pelan. Air sedang surut, membuat perjalanan ke hutan Desa Serapung terpaksa ditunda. Di atas pompong kayu yang bersandar di Dermaga PT SPA Distrik Serapung, Kohai (32) mencoba memejamkan mata. Tapi, dia tak pernah menyangka, jeda sejenak untuk menunggu air pasang justru menjadi malam terpanjang dalam hidup yang tak terlupakan.

Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, sunyi dermaga mendadak pecah. Dari arah daratan dan semak-semak, seekor harimau Sumatera muncul. Dalam hitungan detik, satwa liar itu menerkam bagian belakang kepala Kohai. Gigitan itu meninggalkan luka robek yang cukup serius.

Kohai datang bersama rekan-rekannya, Wiwik, Rudi, Sugianto, Nazar, dan Tirta, sejak Rabu (24/2/2026) malam. Mereka berangkat sekitar pukul 20.00 WIB untuk mencari kayu crocok di kawasan hutan. Namun sungai yang surut memaksa rombongan berhenti sementara di dermaga perusahaan, menunggu air pasang agar bisa melanjutkan perjalanan.

Di atas pompong lain yang tak jauh dari lokasi, Wiwik (41) menjadi saksi detik-detik mencekam itu. Spontan ia berteriak sekuat tenaga meminta pertolongan. Teriakan itu memecah gelap, membuat harimau menghentikan serangan dan mundur ke arah semak.

Petugas keamanan Pos Dermaga PT SPA Serapung yang mendengar teriakan segera berlari ke lokasi. Kohai dievakuasi dari atas perahu dan dilarikan ke Pos P3K perusahaan untuk mendapat pertolongan pertama. Setelah itu, ia dirujuk ke Puskesmas Kecamatan Kuala Kampar.

Kapolsek Kuala Kampar, AKP Rian Onel, SH, MH, membenarkan peristiwa tersebut. “Kami sudah melakukan pengecekan ke lokasi, mendata saksi-saksi, dan memastikan korban mendapatkan penanganan medis,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Di balik luka yang kini dijahit dan rasa nyeri yang masih membekas, ada ketakutan yang tak mudah hilang. Bagi Kohai dan rekan-rekannya, hutan adalah sumber penghidupan. Namun malam itu menjadi pengingat bahwa mereka berbagi ruang dengan satwa liar yang kian terdesak habitatnya.

Dermaga yang biasanya menjadi tempat singgah sementara kini menyisakan trauma. Sungai akan kembali pasang, perahu-perahu akan kembali berlayar, dan para pencari kayu tetap harus mencari nafkah.

Tapi kisah malam ketika harimau turun ke dermaga akan lama dikenang warga Teluk dan Serapung, sebuah pertemuan sunyi antara manusia dan rimba yang tak lagi berjarak. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KWT Gamar Sejahtera Diduga Jual Pupuk Jatah dan Manipulasi Data

13 Mei 2026 - 18:44 WIB

Komitmen, PT BSP Bantu Perbaikan Gorong-gorong Penyebab Banjir di Sabah Auh

13 Mei 2026 - 10:41 WIB

Marwah Diri

10 Mei 2026 - 08:56 WIB

Hardiknas, Polsek Bina Widya Beri Kado Bibit Pohon dan Perlengkapan Pendidikan ke Mahasiswa

9 Mei 2026 - 16:45 WIB

Setahun Kesepakatan DIR, Perjuangan Riau Istimewa Terus Berlanjut

9 Mei 2026 - 13:16 WIB

Trending di Pekanbaru