RiauKepri.com, SIAK – Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu (PBM) yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Lancang Kuning (Unilak) bersama pemuda Kampung Sungai Mempura melaksanakan kegiatan Tapak Tilas Sejarah Melayu di Negeri Siak, Kamis (18/06/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang sejarah Kesultanan Siak Sri Indrapura sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian warisan sejarah dan budaya Melayu. Selama kegiatan berlangsung, peserta didampingi oleh Bapak Budi Rahmad Ramadhan, yang memberikan penjelasan mengenai sejarah setiap lokasi yang dikunjungi sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam.
Perjalanan diawali dengan mengunjungi makam Raja Kecik (Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah) di Buantan. Melalui penjelasan Bapak Budi Rahmad Ramadhan, mahasiswa dan pemuda Sungai Mempura memahami perjuangan Raja Kecik sebagai pendiri Kesultanan Siak Sri Indrapura. Kisah perjuangan beliau dalam membangun kerajaan Melayu memberikan pelajaran bahwa sebuah peradaban besar lahir dari keberanian, keteguhan hati, dan semangat mempertahankan marwah bangsa.
Selanjutnya, rombongan mengunjungi Makam Sultan Syarif Kasim II, sultan terakhir Kesultanan Siak yang dikenal sebagai tokoh nasional. Di lokasi ini dijelaskan bagaimana Sultan Syarif Kasim II menunjukkan kecintaannya kepada Indonesia dengan menyerahkan harta kekayaan Kesultanan Siak untuk mendukung kemerdekaan Republik Indonesia. Dari kunjungan tersebut, peserta belajar bahwa kepemimpinan yang baik tidak hanya diukur dari kekuasaan, tetapi juga dari keikhlasan berkorban demi kepentingan masyarakat dan negara.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Makam Tengku Buang Asmara serta situs arkeologi bekas Istana Sultan Siak ke-2, Tengku Buang Asmara. Penjelasan yang disampaikan Bapak Budi Rahmad Ramadhan mengenai sejarah istana, sistem pemerintahan, serta kehidupan masyarakat pada masa Kesultanan Siak memberikan wawasan baru kepada peserta. Meskipun bangunan istana telah menjadi tinggalan arkeologi, situs tersebut tetap menjadi bukti penting perkembangan peradaban Melayu yang patut dijaga dan dilestarikan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Rumah Datuk Pesisir, salah satu rumah tradisional Melayu yang masih mempertahankan nilai-nilai budaya lokal. Di tempat ini, mahasiswa dan pemuda Sungai Mempura mempelajari filosofi arsitektur rumah Melayu, tata kehidupan masyarakat pesisir, serta pentingnya menjaga adat dan tradisi sebagai identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui kegiatan Tapak Tilas Sejarah Melayu ini, mahasiswa KKN Tematik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning bersama pemuda Kampung Sungai Mempura memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. Penjelasan langsung dari Bapak Budi Rahmad Ramadhan membuat sejarah tidak lagi hanya dipahami sebagai rangkaian peristiwa masa lalu, tetapi menjadi sumber inspirasi untuk membangun karakter, menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Melayu, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan sejarah bagi generasi mendatang. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pemuda, dan tokoh masyarakat mampu menghadirkan pembelajaran sejarah yang lebih hidup, bermakna, dan relevan bagi kehidupan masa kini. (RK2)







