Menu

Mode Gelap
Ulang Tahun Riau di Bawah Langit Jerebu Ramaikan Rangkaian HUT RI Ke-81, Belasan Superhero Muncul Mapolda Kepri Surat Siak ke Presiden Polsek Pinggir Ungkap Kasus Dugaan Sabu, Dua Pria Diamankan Polisi Selidiki Sumber Api Kebakaran Di Depan Stadion Mahmud Jalal Dugaan Kasus Asusila di SMP Tanjungpinang, Itong Ingatkan Pentingnya Pengawasan dan Perlindungan Anak

Pekanbaru

Ulang Tahun Riau di Bawah Langit Jerebu

badge-check

Ulang tahunnya yang ke-69 di bawah langit yang tidak benar-benar biru. (Foto: ist) Perbesar

Ulang tahunnya yang ke-69 di bawah langit yang tidak benar-benar biru. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU– Pagi Ahad (9/8/2026), Riau merayakan ulang tahunnya yang ke-69 di bawah langit yang tidak benar-benar biru. Jerebu menggantung di atas Ibu Kota Provinsi, Pekanbaru, menutupi cahaya matahari, sementara aroma asap dari kebakaran hutan masih terasa di udara.

Di halaman Kantor Gubernur Riau, upacara Hari Jadi Provinsi Riau berlangsung khidmat. Orang-orang berdiri tegak dalam balutan busana adat Melayu, seolah ingin mengatakan bahwa sebuah daerah tetap bisa menjaga martabatnya, bahkan ketika langit sedang kelabu.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, memimpin upacara yang mengusung tema “Bersatu dalam Keberagaman, Maju dalam Pembangunan.” Di antara para tamu undangan, hadir deretan mantan gubernur: Saleh Djasit, Syamsuar, Wan Abubakar, Mambang Mit, Annas Maamun, Arsyadjuliandi Rachman, Wan Thamrin Hasyim, hingga Rahman Hadi. Mereka mengenakan songket dan tanjak hitam, seperti halaman-halaman lama dalam sejarah Riau yang kembali berkumpul di satu pagi.

Namun ulang tahun daerah bukan hanya soal seremoni. Di balik bunyi mars dan doa yang dipanjatkan, ada wajah-wajah masyarakat yang selama ini hidup bersama harapan. Dalam pidatonya, SF Hariyanto berbicara tentang layanan kesehatan, pendidikan, kesempatan kerja, dan kesejahteraan petani, nelayan, serta pelaku UMKM. Bahkan ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas infrastruktur jalan yang belum memadai dan pekerjaan rumah pemerintah yang belum selesai.

Kalimat itu membuat peringatan hari jadi terasa lebih manusiawi, karena di balik panggung resmi, ada pengakuan bahwa harapan warga belum seluruhnya terjawab.

Sementara upacara berlangsung di Pekanbaru, ratusan kilometer dari sana, orang-orang lain sedang merayakan Riau dengan cara yang berbeda. Di Sungai Guntung Hilir, Indragiri Hulu, personel Manggala Agni berjibaku menghadapi api yang telah membakar puluhan hektare lahan. Asap pekat, angin kencang, dan akses yang sulit menjadi lawan setiap hari. Mereka membuka jalan, membentangkan selang, membuat sekat bakar, dan menunggu helikopter water bombing datang dari langit yang sama-sama kelabu.

Di Kerumutan, Pelalawan, perjuangan itu bahkan dimulai sebelum air disemprotkan. Petugas harus menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam dengan sepeda motor, lalu berjalan kaki sekitar satu kilometer untuk mencapai kepala api.

Di Pematang Pudu, Bengkalis, perjalanan menuju titik kebakaran harus ditempuh dengan perahu menyusuri sungai selama lebih dari satu jam. Mereka tidak mengenakan songket atau tanjak. Yang mereka kenakan adalah baju lapangan yang basah oleh keringat dan bau asap.

Mungkin di situlah makna ulang tahun Riau yang sesungguhnya. Bukan hanya pada upacara yang tertib atau penghargaan pembangunan yang diberikan kepada kabupaten dan kota terbaik, tetapi pada orang-orang yang menjaga daerah ini dengan cara mereka masing-masing. Ada pemimpin yang menyampaikan komitmen, ada petani yang tetap menanam, ada nelayan yang tetap melaut, dan ada petugas yang menembus hutan untuk memastikan api tidak merampas lebih banyak kehidupan.

Ketika upacara selesai dan para undangan beranjak menuju agenda ramah tamah, jerebu masih belum sepenuhnya pergi. Langit tetap redup. Tetapi Riau memasuki usia ke-69 dengan satu pelajaran yang selalu berulang, sebuah daerah tidak diukur dari seberapa cerah langit di atasnya, melainkan dari seberapa kuat warganya bertahan, saling menjaga, dan terus percaya bahwa setelah asap berlalu, harapan masih akan tumbuh. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Surat Siak ke Presiden

9 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Peduli Petani Sawit, Bupati Afni Terima SIEXPO Award 2026 Dari Menteri Bappenas RI

8 Agustus 2026 - 14:27 WIB

Milad Gelisah

8 Agustus 2026 - 08:23 WIB

Mahasiswa Disabilitas Fasilkom Unilak Tembus Finalis Pilmapres Nasional 2026, Bawa Nama Riau ke Tingkat Nasional

6 Agustus 2026 - 12:16 WIB

Tindak Lanjuti MoU, SPR Pertemukan PT.TMC dengan RS. Awal Bross dan Ibnu Sina Terkait Pengelolaan Limbah

5 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Trending di Pekanbaru