RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Forum Studi Islam (FSI) Qalbun Salim STIE Pembangunan Tanjungpinang sukses menyelenggarakan Musyawarah Akbar (Musyakbar) XII pada Ahad, 16 Agustus 2026, bertempat di Aula STIE Pembangunan Tanjungpinang.
Kegiatan ini mengusung tema ‘Bersinergi Untuk Mengevaluasi dan Membangkitkan Kembali Semangat Dalam Mewujudkan Regenerasi Yang Berkualitas,’ sebagai momentum evaluasi kepengurusan sekaligus proses regenerasi kepemimpinan organisasi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Musyawarah Akbar merupakan forum tertinggi dalam organisasi yang menjadi wadah penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) seluruh divisi kepengurusan periode 2025–2026, sekaligus pemilihan Ketua Umum FSI Qalbun Salim untuk periode selanjutnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, pembina organisasi, alumni, serta seluruh anggota aktif FSI Qalbun Salim.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua STIE Pembangunan Tanjungpinang, Dr. Ranti Utami, S.E., M.Si., Ak., CA, Wakil Ketua III STIE Pembangunan Tanjungpinang, Dr. Muhammad Rizki, BHSc., MHSc, serta Pembina FSI Qalbun Salim, Assoc. Prof. Muhammad Isa Alam Syahbana, S.E., M.Ak., CPFRA.
Kehadiran para pimpinan kampus dan pembina menjadi bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan organisasi kemahasiswaan yang berperan dalam pembinaan karakter dan spiritual mahasiswa.
Dalam sambutannya, pihak kampus menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi FSI Qalbun Salim dalam membangun lingkungan akademik yang religius serta mendorong mahasiswa untuk terus aktif berorganisasi.
Selain menjadi sarana evaluasi, Musyawarah Akbar juga diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang visioner, amanah, dan mampu membawa organisasi menuju arah yang lebih baik.
Salah satu agenda utama dalam Musyawarah Akbar XII adalah penyampaian visi dan misi oleh dua calon Ketua Umum FSI Qalbun Salim. Adapun kandidat yang maju dalam pemilihan tersebut adalah Rizky Ramadhana P sebagai calon nomor urut satu dan Dheo Rizky A sebagai calon nomor urut dua.
Kedua kandidat diberikan kesempatan untuk memaparkan gagasan, program kerja, serta arah kepemimpinan yang akan dijalankan apabila terpilih sebagai Ketua Umum.
Penyampaian visi dan misi berlangsung dengan penuh antusiasme serta mendapat perhatian dari seluruh peserta sidang. Masing-masing calon menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kualitas kaderisasi, meningkatkan solidaritas antaranggota, serta mengembangkan berbagai program yang dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat.
Forum tanya jawab yang berlangsung setelah penyampaian visi dan misi menjadi ruang demokratis bagi peserta untuk menggali lebih jauh kesiapan dan komitmen kedua kandidat.
Diskusi yang berlangsung menunjukkan semangat kebersamaan dalam menentukan sosok pemimpin terbaik yang mampu membawa FSI Qalbun Salim terus berkembang di tengah tantangan organisasi yang semakin dinamis.
Melalui tema yang diusung, Musyawarah Akbar XII tidak hanya menjadi ajang evaluasi terhadap perjalanan organisasi selama satu periode kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat seluruh kader dalam menjaga eksistensi dan kualitas organisasi.
Regenerasi yang baik diyakini menjadi fondasi penting dalam menciptakan kepemimpinan yang berkelanjutan serta mampu melahirkan kader-kader yang berintegritas, berakhlak mulia, dan memiliki semangat dakwah yang kuat.
Dengan terselenggaranya Musyawarah Akbar XII ini, diharapkan FSI Qalbun Salim STIE Pembangunan Tanjungpinang dapat terus memperkuat sinergi antaranggota, menjaga nilai-nilai ukhuwah Islamiyah, serta melahirkan generasi penerus yang mampu membawa organisasi menjadi lebih progresif, inspiratif, dan memberikan kontribusi positif bagi kampus maupun masyarakat luas. (*)







