RiauKepri.com, SELATPANJANG-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kepulauan Meranti membawa sejumlah agenda strategis dalam Safari Jurnalistik ke Pekanbaru dan Sumatera Barat. Tidak sekadar mempererat kebersamaan, kegiatan ini menjadi momentum mengevaluasi program kerja, memperluas jaringan kemitraan, hingga membahas peluang pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Safari Jurnalistik yang berlangsung pada 13-17 Oktober 2026 tersebut melibatkan lebih dari 20 peserta, terdiri atas pengurus, anggota, dan simpatisan PWI Kepulauan Meranti.
Selama lima hari, rombongan menjalani sejumlah agenda, mulai dari pertemuan bersama PT ITA, wisata alam di Sumatera Barat, konsolidasi dengan pengurus PWI Provinsi Riau, hingga diskusi bersama Kapolres Kepulauan Meranti dan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar).
Ketua PWI Kepulauan Meranti, Wira Saputra, mengatakan Safari Jurnalistik dirancang bukan sekadar perjalanan bersama, melainkan menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi dan membangun hubungan yang lebih produktif dari internal hingga mitra eksternal.
“Kami ingin Safari Jurnalistik ini memberikan manfaat nyata bagi organisasi. Selain mempererat kekompakan anggota, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi program, memperluas kemitraan, dan mempersiapkan langkah PWI Meranti ke depan,” ujar Wira.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan bersama PT ITA di Candu Kuphi, Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru, Selasa (13/10/2026) sore.
Pertemuan tersebut difokuskan pada evaluasi realisasi program kerja PWI Kepulauan Meranti yang mendapat dukungan dari KKKS tersebut. Selain meninjau kegiatan yang telah terlaksana, kedua pihak juga membahas peluang keberlanjutan kerja sama pada 2027.
Media Relations PT EMP PT ITA, Muhammad Hansardi, menyambut baik kunjungan tersebut. Dia menilai komunikasi yang selama ini terbangun menjadi modal penting dalam menjaga hubungan kemitraan antara perusahaan dan organisasi wartawan.
“Kami menyambut baik silaturahmi dan komunikasi yang terus dibangun PWI Kepulauan Meranti. Harapannya, hubungan positif ini tetap terjaga dan membuka peluang kerja sama yang bermanfaat serta berkelanjutan,” ungkap Hansardi.
Sementara itu, Wira Saputra menegaskan bahwa setiap program organisasi perlu dievaluasi agar pelaksanaannya semakin terarah dan memberikan manfaat bagi anggota.
“Program yang sudah berjalan baik tentu harus dipertahankan, sedangkan yang masih memiliki kekurangan perlu diperbaiki. Kami berharap komunikasi dengan mitra terus berlanjut sehingga program PWI Meranti pada 2027 dapat dipersiapkan lebih matang,” jelasnya.
Wisata Alam Sumbar, Pererat Solidaritas Pengurus dan Anggota
Usai menjalankan agenda di Pekanbaru, rombongan PWI Kepulauan Meranti bertolak menuju Sumatera Barat pada Rabu (14/10/2026).
Perjalanan wisata alam yang berlangsung hingga Kamis (15/10/2026) itu menjadi kesempatan bagi pengurus, anggota, penasehat dan simpatisan untuk membangun hubungan lebih dekat di luar rutinitas pekerjaan.
Selama berada di Sumatera Barat, rombongan menginap di homestay. Suasana kebersamaan dimanfaatkan untuk berbincang santai, bertukar pengalaman, dan memperkuat komunikasi antarpeserta.
Wira menilai hubungan internal yang solid menjadi salah satu kunci keberhasilan organisasi. Menurutnya, program kerja akan sulit berjalan maksimal tanpa dukungan dan keterlibatan seluruh anggota.
“Kekompakan tidak bisa dibangun hanya melalui rapat formal. Kebersamaan seperti ini juga penting agar pengurus dan anggota semakin dekat, saling memahami, dan memiliki semangat yang sama untuk membesarkan PWI Meranti,” katanya.
Dia berharap semangat kebersamaan tersebut dapat terus terjaga ketika seluruh peserta kembali menjalankan aktivitas jurnalistik maupun tugas organisasi.
Bertemu Pengurus PWI Riau, Profesionalisme Wartawan Jadi Perhatian
Agenda Safari Jurnalistik berlanjut dengan kunjungan ke Gedung Pena PWI Riau di Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru, Jumat (16/10/2026).
Rombongan disambut langsung Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar, didampingi Sekretaris N. Doni Dwi Putra, Wakil Ketua Bidang Organisasi Bambang Irawan Syahputra, serta Wakil Sekretaris Jinto Lumban Gaol.
Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi mengenai penguatan kelembagaan, target organisasi, peningkatan kompetensi wartawan, serta penyelarasan program kerja antara PWI kabupaten dan provinsi.
Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar, menilai koordinasi antara pengurus provinsi dan kabupaten perlu terus diperkuat, terutama dalam menghadapi tantangan dunia jurnalistik yang semakin berkembang.
“PWI harus terus bergerak meningkatkan kualitas anggotanya. Komunikasi antara pengurus provinsi dan kabupaten menjadi penting agar program organisasi berjalan searah, terutama dalam memperkuat profesionalisme dan menjaga marwah profesi wartawan,” ujarnya.
Raja Isyam juga menekankan pentingnya organisasi menjadi wadah pengembangan kapasitas wartawan, bukan sekadar tempat berhimpun.
Sementara itu, Wira Saputra menyebut kunjungan tersebut memberikan banyak masukan bagi PWI Kepulauan Meranti, khususnya dalam menyusun program peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kami ingin PWI Meranti terus berkembang, baik dari sisi organisasi maupun kompetensi anggotanya. Karena itu, masukan dan pengalaman dari pengurus PWI Riau menjadi bekal penting untuk menyusun program yang lebih baik,” tuturnya.
Penasihat PWI Kepulauan Meranti, Ahmad Yuliar, turut mengingatkan pentingnya menjaga integritas profesi di tengah upaya membangun organisasi yang semakin solid.
“Menjadi bagian dari PWI bukan hanya soal keanggotaan, tetapi juga tanggung jawab menjaga nama baik organisasi dan profesi. Kekompakan harus terus dipelihara, sementara kualitas dan integritas wartawan tetap menjadi prioritas,” ungkap Ahmad Yuliar.
Diskusi Santai, Bahas Potensi Kepulauan Meranti
Agenda berikutnya mempertemukan rombongan PWI Kepulauan Meranti dengan Kapolres Kepulauan Meranti dan perwakilan Disporapar dalam sebuah diskusi di Hotel New Hollywood, Jalan Kuantan Raya, Pekanbaru, Jumat (16/10/2026) sore.
Pertemuan yang berlangsung sekitar empat jam tersebut dihadiri Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., Ketua PWI Meranti Wira Saputra, serta Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disporapar Meranti, Desy Mustika Sandra.
Dalam kesempatan itu, Desy menjelaskan bahwa dirinya hadir mewakili Kepala Disporapar Kepulauan Meranti, Syaiful Bakhri, yang berhalangan mengikuti pertemuan tersebut.
“Saya hadir mewakili Kepala Disporapar Kepulauan Meranti, Bapak Syaiful Bakhri, yang berhalangan hadir. Namun, hal tersebut tidak mengurangi komitmen kami untuk terus membangun kolaborasi dengan insan pers dan berbagai pihak dalam memajukan pariwisata serta ekonomi kreatif daerah,” ujar Desy.
Diskusi berlangsung dengan pembahasan mengenai peran strategis pers, kepolisian, dan pemerintah daerah dalam memperkenalkan potensi Kepulauan Meranti kepada masyarakat luas.
Salah satu perhatian utama adalah perlunya memperkuat promosi destinasi wisata dan produk ekonomi kreatif lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Adi menilai pers memiliki peran penting dalam membangun citra positif daerah melalui penyampaian informasi yang akurat, menarik, dan berimbang.
Menurutnya, pemberitaan mengenai potensi daerah dapat menjadi salah satu sarana memperkenalkan Kepulauan Meranti kepada masyarakat di luar wilayah tersebut.
“Pers memiliki peran penting dalam membangun citra daerah melalui informasi yang akurat dan bertanggung jawab. Kepolisian tentu mendukung pengembangan pariwisata dengan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif,” ujar Gede.
Dia menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata. Situasi yang kondusif akan memberikan rasa aman bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang berkunjung.
Sementara itu, Desy Mustika Sandra menilai Kepulauan Meranti memiliki potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang masih perlu dipromosikan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Menurutnya, promosi tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan pemerintah daerah. Dukungan media diperlukan untuk memperkenalkan destinasi wisata, keunikan budaya, serta produk kreatif masyarakat.
“Kepulauan Meranti memiliki potensi wisata dan ekonomi kreatif yang perlu terus diperkenalkan. Kami berharap dukungan insan pers dapat membantu memperluas promosi sehingga destinasi wisata maupun produk kreatif masyarakat semakin dikenal dan memiliki peluang berkembang,” jelas Desy.
Dia juga menilai kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong pelaku ekonomi kreatif agar mampu meningkatkan daya saing produk lokal.
Ketua PWI Meranti, Wira Saputra, menyambut positif pembahasan tersebut. Menurutnya, insan pers dapat mengambil peran melalui pemberitaan yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengangkat potensi daerah secara konstruktif.
“Kami melihat masih banyak potensi Kepulauan Meranti yang bisa diperkenalkan lebih luas. Melalui karya jurnalistik yang berkualitas, pers dapat membantu mengangkat kekayaan daerah sekaligus mendorong perhatian terhadap pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif,” katanya.
Wira menegaskan, dukungan terhadap pembangunan daerah harus tetap berjalan seiring dengan independensi dan profesionalisme wartawan.
Karena itu, hubungan kemitraan dengan berbagai pihak diharapkan mampu menghasilkan kerja sama yang positif tanpa mengurangi fungsi pers sebagai penyampai informasi dan kontrol sosial.
Setelah menuntaskan seluruh agenda Safari Jurnalistik di Pekanbaru dan Sumatera Barat, rombongan yang terdiri atas lebih dari 20 pengurus, anggota, penasehat dan simpatisan PWI Kepulauan Meranti kembali ke Selatpanjang pada Sabtu (17/10/2026). (*)








