Menu

Mode Gelap
Sekda Bintan Ikuti Rakor Pematangan Analisis Tata Ruang Terkait Lahan TNI AL dan Masyarakat Tanjung Uban Jemput Bola ke Pasar, AO BRK Syariah Gencarkan Edukasi Gadai Emas untuk Pedagang Pasar Bupati Roby Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Bantu Pasien Tak Mampu, Rumah Singgah Kesehatan Gratis Mulai Dibangun di Siak Kemudahan dan Prinsip Syariah Jadi Alasan Masyarakat Memilih Gadai Emas BRK Syariah Opening Ceremony Champions for Peace 2026 Resmi Digelar di Pekanbaru, Si Paling Informasi (SPI) Dukung Sebagai Media Partner

Nasional

Bentrok FPI v PWI LS Alarm Rentan Konflik Identitas

badge-check


					Ilustrasi bentrik di Pemalang Perbesar

Ilustrasi bentrik di Pemalang

RiauKepri.com, PEMALANG – Bentrokan yang melibatkan dua organisasi masyarakat, Front Persaudaraan Islam (FPI) dan Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS), pada Rabu (23/7/2025) malam, menjadi alarm keras terhadap lemahnya moderasi beragama dan rentannya gesekan antar kelompok keagamaan di Indonesia.

Insiden yang terjadi di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, saat acara ceramah Habib Rizieq Shihab, memicu kekhawatiran banyak pihak. Sedikitnya 15 orang mengalami luka-luka, termasuk empat anggota polisi yang tengah mengamankan acara.

Menurut pengakuan tokoh FPI, Novel Bamukmin, akar konflik antara kedua kelompok ini telah berlangsung selama lebih dari dua tahun dan berpusat pada isu sensitif soal nasab atau garis keturunan. Meski telah diklaim selesai secara akademis dan teologis oleh FPI, ketegangan tetap membara.

“Ini bukan hal baru, konflik ini sudah 2,5 tahun. Masalah nasab sudah kami bahas tuntas dalam forum-forum dialog, bahkan dibukukan setebal 547 halaman. Tapi mereka terus menyulut permusuhan,” kata Novel, Kamis (24/7).

Novel bahkan menuding PWI LS melakukan aksi terencana untuk mengganggu ceramah Rizieq Shihab. Ia menyebut ada upaya sistematis untuk menciptakan kerusuhan.

Sebaliknya, PWI LS membantah keras tudingan tersebut. Melalui juru bicaranya, Andi Rustono, PWI LS menyatakan bahwa mereka justru menjadi korban provokasi.

“Tidak benar kami membawa senjata tajam. Justru pihak kami yang dilempari batu lebih dulu. Beberapa dari kami terluka parah, termasuk satu orang dengan cedera di kepala dan mata,” ujar Andi.

Kepolisian menyebut bentrokan ini menyebabkan sembilan korban luka dari PWI LS, dua dari FPI, dan empat dari kepolisian. Saat ini penyelidikan sedang dilakukan, termasuk dugaan adanya provokasi terstruktur.

Ketua Umum FPI, Muhammad Alattas, menyatakan adanya bukti surat yang menunjukkan pengerahan massa oleh PWI LS dari sejumlah wilayah seperti Batang, Pekalongan, dan Brebes.

Sementara itu, Kapolres Pemalang AKBP Eko Sunaryo memastikan bahwa acara tetap berlangsung hingga dini hari. Ia menegaskan pihak kepolisian telah melakukan evakuasi dan pengamanan maksimal. Situasi di lokasi saat ini disebut sudah kondusif, namun pengamanan tetap disiagakan.

Menanggapi kejadian ini, sejumlah pengamat dan tokoh masyarakat menilai perlunya langkah konkret dari negara untuk memperkuat moderasi beragama dan dialog lintas ormas.

“Ini bukan sekadar soal siapa benar atau salah. Ini sinyal bahwa konflik berbasis identitas agama masih menjadi bara dalam sekam. Negara tidak bisa abai,” ujar Ahmad Rofiq, pengamat sosial keagamaan dari Universitas Negeri Semarang.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta tokoh-tokoh lintas ormas harus proaktif membangun rekonsiliasi dan kesepahaman dalam bingkai kebhinekaan.

“Jika dibiarkan, konflik semacam ini berpotensi menjalar ke daerah lain. Yang jadi korban bukan hanya ormas, tapi masyarakat luas,” pungkasnya. (Red)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LAMR Apresiasi Pengakuan Menkeu, Dorong Segera Transfer DBH

24 Juni 2026 - 12:56 WIB

KKP Pastikan Investasi di KITB Tetap Jalan, Penyegelan Bersifat Sementara

24 Juni 2026 - 09:11 WIB

Dirjen Imigrasi Lantik Sejumlah Pejabat Baru, Tegaskan Komitmen Perkuat Integritas dan Benahi Layanan Publik

23 Juni 2026 - 11:27 WIB

Komisi II DPRD Kota Batam Datangi Kemenkeu, Soroti Anjloknya DBH PPh 21 dan Persoalan NITKU di Coretax

18 Juni 2026 - 17:28 WIB

BRK Syariah Fasilitasi Penyaluran Dana PPKS untuk 16.021 Hektare Lahan Sawit di Riau

12 Juni 2026 - 09:08 WIB

Trending di Nasional